Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

July 10, 2009

Nunggu Undangan...


"haha...jadi sekarang sedang memikirkan masalah nikah menikah ni...wo wo wo..saya tunggu undangannya yeee..hehe"

Itu bunyi salah satu komentar yang ada di postingan seorang teman. Saya lantas meneropong 3 buah kata: "Saya tunggu undangannya" yang menurut saya, seriiiing banget disampaikan orangorang setiap kali topik menarik bernama pernikahan diangkat ke permukaan. Semuanya seakan saling menunggu undangan. Emangnya beneran nungguin? Bukannya kata Armand Maulana, "Menunggu itu bosan Bosan yang mengusikkanku Coba saja kau merasakan Terima saja terimaaaa....."

Yeah yeah yeah. Different cases, rait ;)

Saya sendiri, kayaknya pernah juga deh ngomong dan nulis kayak gitu ke orang laen. Nungguin Undangan. Berapa kali ya? Seinget saya, ucapan itu pernah saya lontarkan ke salah seorang 'siswi' yang sekarang anaknya udah masuk bulan ke 2 *kalo ga salah*. Trus, ke Kak Diar, yang undangannya terpajang dengan cantik di postingan kali ini. Sangat menginspirasi. Dikirim via email dalam format jpg dan pdf. Menghemat biaya, kan ya? Membantu melestarikan alam, sekaligus juga melestarikan pengeluaran untuk biaya penting jelang dan pasca nikah. Waktu kak Syarifah Lubna nikah, malah sending invitation via facebook. So nice trick to be thrifty :)Boleh juga dicontoh ya, kawan.

Nah, setelah saya menerbitkan tulisan ini, siapa nih yang giliran nungguin undangan saya? Kalo nungguinnya serius dan ga pengen terlalu lama, tar saya kasi tau nomer rekening saya. Transfer dana ke sana, trus tungguin sekitar 2 minggu untuk urus design dan nyiapin bahanbahan. Setelah itu, dalam 1 hari, undangannya udah bisa saya cetak. Gimana? :L *Syarat dan ketentuan berlaku*

.:Fly Higher...

July 09, 2009

A bunch of thanks


Cukup segitu?

Tentu saja ucapan terima kasih, kalo hanya satu keranjang pink yang hanya berisi 4 thanks, sangat tidak mewakili untuk saya persembahkan atas apa yang sudah Allah anugerahkan kepada saya. Terlalu kecil. Sedangkan tetesan hujan ketika hujan deras saja, masih tak cukup untuk dibandingkan dengan rasa syukur pada Allah.

Tapi paling tidak, 4 thanks dalam keranjang pink ini, bolehlah saya sematkan satu per satu di pakaian sahabatsahabat saya. Barangsiapa yang beruntung mendapatkannya :d *aiih, beruntung yaaa dapet plakat terimakasih dari dhz*, maka....

Ya udah tinggal direspon aja gimana selayaknya kalo saya ngucapin makasih, begitu hehe. Kalo Dora siy, biasanya abis dikasi terimakasih, jawabnya "You're Welcome"... tet tereret tet tet tet teeeeet *Dora The Explorer mode: on* :p

Ini bukan award seperti thekupu award kemarin. Dan meskipun barangkali, salah satu dari kelima orang yang kemarin saya kasih award belum sedikitpun nyinggung tentang award ini di blognya, tapi bukan berarti itu menjadi pertimbangan saya dalam mempersembahkan 1 dari 4 plakat thanks di keranjang pink kali ini :v

Well, well. Pun, ucapan terima kasih kali ini juga tidak menerapkan syarat dan ketentuan khusus. Saya berikeun karena belakangan, saya memang harus banyak berterima kasih pada beliaubeliau yang saya sebutkan di bawah ini:

1. Kak Novianty. Kunjungan ke kamar saya kemarin sore betulbetul sebuah hal yang menakjubkan. What a surprise :o Jika kemarin kakak mulai belajar membuat akun facebook, maka kemarin saya diingatkan bahwa usia sama sekali bukan tolak ukur yang ideal untuk sebuah kedewasaan. Saya pun menjadi tau, bahwa kedalaman hati umat manusia sama sekali tak terefleksi melalui helaian kain yang kita sandang. Terima kasih ya, kakak. A biscuit thanks for you :)

2. Aa', a.k.a Riezky Maulana. Saya memang sama sekali belum pernah ketemuan sama Aa'. Hanya komunikasi virtual yang terjadi. Telpontelponan ga sering, smsan juga untuk hal yang pentingpenting ;) Anyway, kebaikan hati jajaka Bandung ini *cieh, diceritain kayak si aa' teh artis hehe* terasa sampe ke Pontianak!! Beragam bentuk bantuan saya dapetin dari aa'. Dan sangat terasa sampe ke poripori, bahwa bantuan yang a' berikan adalah bantuan ikhlas tanpa pamrih. Pasti Allah ganjar dengan hal luar biasa buat aa'. Anyway, terimalah terimakasih putih dihinggapi kupukupu dari Di ya a :)

3. Kak Shinta Farisi. Sekali lagi, selamat milad, kku. Sejauh ini, dari sekian banyak orang yang berinteraksi dengan saya, rasarasanya kakak yang paling jeli melihat dan merasakan perubahan diri saya deh. Paling tidak, terbukti dari pertanyaan yang saya jawab dengan jawaban: "karena ukhuwah" :) Yes, sure, kakak. "Kenapa dini begitu bersemangat?" tanyamu hari itu. Semangat itu, jujur saja, sudah ada dalam diri kita masingmasing kakak. Hanya tinggal bagaimana kita berusaha mengeksplorasi agar semangat itu keluar, mengkristal menjadi gerakan yang bermanfaat. Dan engkau, kakakku sayang, adalah seorang wanita luar biasa yang dalam cahaya matamu, terpancar semangat tak kunjung lelah untuk menjaga ghirah. Boleh deh, dikasih plakat thanks warna kuning :)

4. Bang Pandi. Adalah salah seorang operator Radio Volare. Sejak saya belum mengenal kata imago hingga saat saya mulai berusaha merangkak melepas diri sebagai wanita embrio, Bang Pandi adalah salah seorang saudara yang begitu baik hati mendengarkan beragam cerita saya. Berbagai macam cerita, dan disimak dengan penuh empati. Membuat saya merasa 'ada' di dunia ini. Belum lagi, setiap kali saya 'mogok' siaran *baik mogok karena jadwal yang tabrakan maupun mogok garagara ketiduran :p* rasanya Bang Pandi belum pernah menjawab "tidak" tiap kali saya mintai bantuan. Maka, plakat terima kasih putih saya berikan untuk Bang Pandi.

Olrait. Demikianlah, kawan. Stok plakat thanks dalam keranjang pink saya belum habis ;) Artinya, A bunch of thanks edisi kali ini sama sekali bukanlah akhir dari rasa terima kasih saya pada temanteman lain yang membaca maupun yang belum membaca blog saya. Maka, nantikanlah salah satu dari plakat thanks dalam keranjang tersebut, saya sematkan di pakaian temanteman.

Last but not least, a bunch of thanks to read, juga untuk penjual keranjang :D

.:Fly Higher...

July 08, 2009

Bukan Puisi

adalah saya... yang masih punya keinginan belajar untuk mengejar ketinggalan

maka saya belajar dan terus mengejar.

adalah saya... yang berdebar setiap kali sisi emosi digelitik tangantangan halus pemilik jiwa.

maka saya berdebar dan bersabar.

adalah saya... yang mudah berubah dalam detik fatamorgana bisikan hati.

maka saya berubah dan berganti...

tapi bukan saya yang tak ingin teriakkan keinginan ini dengan jelas di corong telinga..

maka saya katakan dengan tegas, YA SAYA INGIN!!


tapi bukan saya yang bersabar untuk menunda hingga hati ini terkesan penuh noda..

maka saya yang mengubah bentuk kesabaran dengan ragam bentuk kristalisasi dari hati agar raih restu Ilahi Rabbi


tapi bukan saya yang ingin berlamalama dan merangkak berjalan pelanpelan..

maka saya berjuang keras menyegerakannya, sembari memaksimalkan fungsi nafas untuk dihela seperlunya..

Tolonglah, airmata. Engkau memang tak bernyawa, tapi mengalir terus juga tidak menuntaskan keinginan ini. Tapi bukankah engkau memiliki kekuatan ketika disandingkan dengan doa penuh harap? Oke, kalau begitu, letakkan dirimu pada waktu dan tempat yang tepat.

.:Fly Higher...

July 07, 2009

the second shelter

Well, some of you maybe think you don't really need to know much more about me, what recently I feel, what I plan to do, and other what, where, who, why and any stuff of things flow from thekupu's mind and heart. All about me which is really more than reflection of muara.hatikupu, actually since long time ago can be browsed in About Me of this page which I call as my second shelter!! It's sometimes stated explicitly, although I do really love to say something implicitly, anyway. *Yeah, as much as I love ambiguity, for some cases* ;)

However, I open the access for you, people. Just for you who get interested to know what's on me, to know what I share, to know everything about me, more than what I am writing here, in my primary shelter. I am not setting my self this exclusive, private, or thinking that I am celebrity of town!! :o Omaigutnes, too much to say so, you know. What I mean here is merely to share my things to people who do really want to know about me *besides my view of general things in this primary shelter, ofcourse*.

So, people. Starting from now on, just you who send your email to thekupu@yahoo.com have the access to my so-called second shelter ;) Some consideration of mine will also be implemented when you send the e-mail. Means, I firstly will see, whether or not you can keep what I write there for yourselves *don't tell it to other who do not read it, ok* :x, whether or not I feel comfort to share it then have it read by you, and other whether or not to consider later. :)

Well, then. You may say: "Don't write then if you do not want people to know or let the other know about you, Dini!!". Oh ho. That's too naive to say so, people :v. It's just a bit peculiar for such a most-sanguine-enough-choleric-and-a lil' melancholic woman like me to keep it by myself while I love sharing!! So let me share, actualize myself by writing my experience in my own shelter, then let every people who do really CARE about me to know what I am feeling. Are you one of the people? Good. Let me see your seriousness that you care to what's on me by sending the email to thekupu@yahoo.com :L

.:Fly Higher...

July 06, 2009

Resistensi Rendah

Saya SELALU ngotot berkeyakinan bahwa sakit (baca: demam) hanyalah sugesti belaka. Soalnya, seringkali tiap ada orang yang ga enak badan, ngeluarin statement begini: "Aduh, saya lagi ga enak badan nih. Mau demam". Nah, wajarlah jika pada akhirnya, orang tersebut betulbetul demam. Soalnya, si penyandang tubuh sudah berkeinginan untuk demam, dan seketika itu pula, otak menangkap ucapan atas keinginan tersebut, dan segera dikabulkan tak lama setelah ucapan itu dikeluarkan. Iya kan?

Makanya, saya pernah dengan tegas menyatakan kalo saya paling ngga suka demam. Yeah, kecuali yang waktu itu saya demam white caklet :p. Tapi belakangan ini, kenapa ya kok saya jadi gampang menyerah sama demam dan para pengawalnya *influenza, pilek, migren, dan sejenisnya*. Entah barangkali karena resistensi tubuh ini yang menurun, ato saya yang males makan, ato karena janganjangan saya perlu jalanjalan ke Jakarta. Konon, Jakarta itu kota yang keras. Nah, siapa tau daya tahan tubuh saya bisa ikut keras seiring dengan kekerasan kota Jakarta. :t

Tapi tenang aja. Saya demam bukan karena khawatir sama kata 'Poligami' kok, serius. Jadi ga usah terlalu mendramatisir sebab akibat kenapa saya sampe bisa demam *purapuranya saya artis* :D

Yeah, akui sajalah bahwa sebetulnya demam itu emang sugesti. Paling tidak, untuk saya sendiri. Tiap kali saya akan segera demam, trus saya bawa tiduran, memanjakan badan, dan tidak beraktivitas seperti biasanya, demamnya malah makin seneng nangkring di badan. Dan sekarang, saya terkena sugesti pikiran sendiri. Dari kemaren ngomongnya demam mulu, akhirnya kesambet demam beneran deh :(.

Gapapa deh skaliskali menyediakan ruang untuk demam. Toh sakit juga sebetulnya anugerah dari Allah SWT, ya keun? Sebuah anugerah sekaligus peringatan agar hambahambaNya ingat ketika sehat, bersemangat untuk sehat, dan smakin piawai memanfaatkan waktu sehat untuk mengerjakan halhal berguna dan bermanfaat. Mari budayakan hidup sehat, miliki daya tahan tubuh tinggi untuk memaksimalkan potensi diri!!

.:Fly Higher...

July 04, 2009

Pintu poligami

"Senangnya dalam hati kalau beristri dua..."

Mesti udah mulai familiar ya sama syair lagu itu. Lagu nyebelin mah itu kalo di telinga saya. Agak bikin emosi saya berfluktuasi tiap kali dengerin lagunya :@

Tapi, mentangmentang begitu, siapa bilang saya tidak membenarkan poligami? Poligami, menurut landasan hidup yang tak terbantahkan, dibolehin toh? Dinyatakan dalam Q.S 4:3. Begitulah. Saya sendiri, kalo ditanyain dengan pertanyaan: "Mau ato ngga dipoligami?", jujur aja bakalan bingung ngejawabnya. Kalo bicara dari sisi gender sih, most of women will say: "Perempuan mana sih yang mau dimadu?" Well, well...

Temanteman saya di facebook memberikan tanggapan bedabeda tentang kata POLIGAMI. Ketika saya bertanya, apakah yang pertama kali terlintas dalam pikiran temanteman saat kata POLIGAMI saya ajukan, ada yang menjawab: "enak kali yaa". Tentu saja yang menjawab begitu adalah lakilaki, dan bisa saya pastikan, jawaban itu diberikan oleh lakilaki yang *sepertinya* belum betulbetul siap menikah :p

Ada juga yang sekedar menjawab: "Banyak gami". Hmm hmm. Barangkali itu adalah ekspresi tersembunyi tentang keraguraguan untuk berpoligami. Yang paling tendensius adalah jawaban: "Nafsu belaka". Jelas, ini dijawab oleh wanita yang sama sekali ga terima kalo suatu hari nanti suaminya sampe berpoligami. Setujukah anda, kawan, jika dikatakan bahwa poligami adalah nafsu belaka?

Anyway, ada juga loh yang secara blakblakan menjawab: "Setuju". Bukan setuju bahwa POLIGAMI adalah nafsu belaka, melainkan setuju sama POLIGAMI. Pertama, tanpa melihat siapa yang ngasi jawaban itu, saya sudah bisa menerka jawaban itu pastilah dari kaum pria. Kedua, tanpa bermaksud menyimpulkan sendiri, jawaban tersebut diberikan karena *barangkali* pria tersebut hobi flirting sana sini. :v Tapi ada satu jawaban truistic yang diparaphrase dari Q.S 4:3, sebuah jawaban berbunyi: "Paling sedikit 2 paling banyak 4". Bener itu. Jawaban ini memunculkan kesan kalo si pemberi jawaban sepertinya menyimpan keinginan berpoligami yang terselubung kain hitam tebal. *betapa egoisnya saya dipostingan kali ini, menghakimi para pemberi komen beginih hoho smoga ga pada jera ngomen di status saya ;)*.

Sementara itu, yang agak sedikit mengesankan adalah jawaban: "Heran" dari seorang lakilaki. Mungkin kelanjutannya adalah: "heran, gimana caranya ya bisa adil, ajarin donk" :p Dan kemudian, jawaban yang saya rasa tidak menjawab pertanyaan saya, yaitu: "Cemas dan takut kali". Oh hohoho. Sebetulnya, jawaban ini cerdas betul. Karena, di balik jawaban itu, tersimpan pertanyaan: "Ngapain nih nanyananya tentang POLIGAMI? Cemas dan takut kali ya janganjangan". Dan jawaban terakhir, diberikan oleh seorang suami yang saya yakin, setia kepada istrinya: "Jadijadi laa". Itu maksutnya, kalo diIndonesiakan, cukup ga usah diterusin hehe.

Well, well. Saya memang kurang ilmu untuk membahas poligami. Lagipula, sudah buanyak official site, blog pribadi, maupun bukubuku tentang poligami beredar di pasaran. Nah, sekarang, barulah saya kasih tau ngapain saya mengajukan pertanyaan tentang POLIGAMI di facebook. Mau tau jawabannya? Baiklah.

Sebetulnya saya hanya kepengen tau, benarkah kalau berpoligami, pintu rezeki bisa bertambah menjadi sebanyak duapuluhtujuh? :t

.:Fly Higher...