Showing posts with label muara.hatikupu. Show all posts
Showing posts with label muara.hatikupu. Show all posts
Tuesday, 20 June 2017
Wednesday, 25 January 2017
Jurnal Miss Dini
Setiap tahun ajaran selalu punya cerita. Tahun ajaran 2016/2017 ini merupakan semester ketiga saya mengajar mata kuliah Bahasa Inggris di Universitas Tanjungpura Pontianak. Cerita di semester ini tidak jauh berbeda dari cerita semester-semester sebelumnya. Masih berputar di tema tentang attitude mahasiswa, effort mahasiswa, juga tentunya tipe kecerdasan mahasiswa yang berbeda-beda. Dari 3 semester belakangan, untuk mata kuliah Bahasa Inggris, saya menyimpulkan ada beberapa type mahasiswa: mahasiswa kece, mahasiswa oke, dan mahasiswa oke deh.
Mahasiswa kece, biasanya di kelas cukup aktif, sudah punya basic skill yang baik, either berbekal dari belajar Bahasa Inggris yang serius sejak SD hingga SMA, atau lewat kelas tambahan di lembaga kursus. Mahasiswa kece, ngumpulin tugas selalu on time. Kalo disuruh presentasi di depan kelas, selalu siap sedia. Mahasiswa kece merasa rugi kalo harus absen. Jika terpaksa absen, itu pun karena harus mewakili kampus atau mewakili bangsa ini dalam ajang lomba.
Mahasiswa oke, tak kalah keren dari mahasiswa kece. Mahasiswa oke, punya keunikan yang menarik. Walaupun skill Bahasa Inggris biasa-biasa saja, tapi punya effort yang bikin dosen jadi ga tega ngasih nilai D, apalagi E. Meskipun dirasa berat, tapi tugas tetep beres, nyaris tak pernah absen pada pertemuan di kelas, dan tidak sungkan bertanya ke teman kalau-kalau ada tugas saat kebetulan absen.
Mahasiswa oke deh, hampir sama keren dengan mahasiswa kece dan oke. Dikasih tugas, yaa oke deh. Bisa dikerjakan, bisa juga ditinggalkan begitu saja hiks. Ada yang karena sejak dikenalkan Bahasa Inggris di bangku sekolah sudah alergi sehingga tak bersahabat dengan Bahasa Inggris, ada juga yang abaikan tugas karena sibuk maen game di smartphone masing-masing atau sibuk nyari duit buat bayar semesteran. Walhasil, bila tiba masanya menginput nilai, terkadang dosen *yang seperti saya* harus agak sedikit tega terutama kalau mahasiswanya sama sekali tidak menampakkan itikad untuk menolong diri mereka sendiri sepanjang semester.
Hasil tidak pernah mengkhianati usaha, ya kan?
Seperti yang selalu saya ulang-ulang di status media sosial saya sejak tahun duaribu belum pakai belasan, sejatinya semua siswa/mahasiswa itu cerdas. Kita semua unik. Yang membedakan hanyalah jenis kecerdasan masing-masing, serta MAU dan TIDAK MAU mengembangkan kecerdasan kita. That's it. Sekali lagi, hasil tak pernah mengkhianati usaha. We always get what we deserve. So, just enjoy your score ;)
Tuesday, 2 February 2016
Bukan Pelit Nilai
Dear adek2 mahasiswa kesayangan miss dini angkatan 2015/2016. Congrats untuk yg dapat nilai A, B, maupun C. Again, nilai is just a matter of numbers and letters. Nilai bukanlah ukuran kecerdasan. But please note this: hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Kalau merasa hasil tidak sesuai dengan usaha yang sepertinya sudah maksimal, it means you need to change your perspective a lil bit. Bagi kami (saya dan rekan2 guru lainnya), memberikan nilai 80, 90, A+, B- dst adalah hal mudah. Tinggal ubah data di excel, ganti 60 menjadi 90, voila! Muncullah angka A di siakad dan transkrip kalian kelak. Pertanyaannya, apa kita layak dengan nilai itu? Apa kita yakin nilai A di transkrip/siakad tersebut bisa kita pertanggungjawabkan?
Tapi miss, teman saya yang biasa2 saja nilainya kok bisa A? UASnya kok bisa tinggi? Ada 2 kemungkinan: 1. Karena dia rajin, mengulang materi dengan sungguh2 ketika akan UAS, 2. Karena dia mencontek saat UAS. Orang rajin bisa mengalahkan orang pintar. Orang mencontek tak akan selamat di akhirat. Please do remember that. Oh, 1 kemungkinan lagi: lucky guess, alias tebak2 tapi benar.
Tapi lagi miss, saya aktif di kelas, tak pernah absen, rajin bertanya, sudah mengerjakan perbaikan dari soal di blog miss dini, tapi kenapa nilai saya C? Kemungkinan besar karena jeblok banget di UAS. FYI, ada yang nilai UASnya harus saya katrol sekian puluh poin dari nilai aslinya demi bisa minimal C, lulus, sehingga tidak perlu mengulang tahun depan. Kalau tetap ingin perbaikan supaya nilainya lebih baik, well that's your choice.
Once again, nilai is only a matter of numbers and letters, nilai hanyalah bonus. Jadilah mahasiswa yang studying-process oriented, bukan mahasiswa yang scored oriented. Berorientasi pada proses belajar dan ilmu yang didapatkan selama di kelas, jangan jadi mahasiswa yang berorientasi nilai tapi ketika ditanya "Where are you from? What do you think about education in Indonesia?" etc lantas diam melongo. Jangan gampang menuduh guru atau dosen pelit nilai, kalau sebagai mahasiswa, kita pun malas dan tidak antusias belajar, jarang hadir di perkuliahan, dan telat mengumpulkan tugas.
Nilai yang tertera di buku rapor dan transkrip nilai yang menyertai ijazah kita kelak itu nanti hanya membantu di langkah pertama ketika akan, sebut saja, melamar kerja. Di lapangan pekerjaan, no one cares about your scores. Yang orang-orang pedulikan adalah skill, attitude, dan kinerja kita. Nilai sempurna tapi tidak punya skill, attitude nol, dan malas-malasan, then just get ready to be left behind.
Tolong bantu saya agar ringan langkah saya menuju syurga, karena tujuan utama saya pindah dari Sekadau ke Pontianak untuk kembali berkarir lewat jalan mengajar adalah agar ilmu yang Allah titipkan pada saya menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi amalan yang tak terputus ketika saya meninggal kelak.
Semoga nyampe di hati dan jangan merajok yesh sama miss dini kalo nilainya ndak sesuai dengan ekspektasi. I give you what you deserve :) Dan, kalau memilih mengulang di semester depan, belajarlah dari kekeliruan di semester kemarin. Good luck, dan semoga dapat A :D
Friday, 10 April 2015
Vacation Project: A Present to My Dad
5 years ago this month, April 8, I was officially getting my S.Pd degree after accomplishing the skripsi examination. I announced the good news to my dad as a birthday present for him. Here it is, pak. Your only daughter finally finished her study.
Today, I was crying on my way to his grave, imagining how happy he would be to know that today I’ve registered for my thesis examination, my so-called Vacation Project. Insya Allah I will do the exam next week, April 17, 2015. And the process to the exam is done in the day he was born, April 10 :’) So, this is also a present for him.
Nothing along the process of doing the project will be so smooth as I experienced today without the willingness and power of Allah The Almighty. Which maybe the power is delivered because He granted my father and my mother’s prayers. Also my husband’s. And close friends’. “Then which of the Blessings of your Lord will you both (jinns and men) deny?” (ArRahman : 13).
I feel like to copy paste the acknowledgement page of my thesis for this post but I think it also won’t be enough. Nobody can reimburse their kindness to me but Allah. So, let’s just wait, I believe Allah will give them all His blessings in various ways :)
This won’t be the end of my journey in pursuing my passion. I don’t know how, but I believe there will be the next steps I will go through. Insya Allah.
Sunday, 16 November 2014
Dosen KTP
Alhamdulillah I have done the CPNS test and got the result soon after accomplishing. It was a very transparent and fair test, I think. I do not see any possibilities for people to cheat through the CAT *Computer Assisted Test* system which is applied this year.Unless, there are things happening behind my back in the bureaucracy of our government hahaha..
By the way, what was the result? Does my mother finally reach her dream? The result is........
*drumroll*
*drumroll*
*drumroll*
*drumroll*
*drumroll*
*drumroll*
*drumroll*
Tuesday, 9 September 2014
Demi Birrul Walidain
Surat pernyataan dengan materai Rp 6000 yang menyatakan bahwa tidak mengajukan pindah/mutasi kerja dengan alasan apapun sebelum bertugas selama minimal 20 (dua puluh) tahun (contoh format terlampir).
Itu salah satu persyaratan yang tertulis di website yang belakangan banyak dikunjungi para pencari kerja. Dan persyaratan di atas berlaku untuk area Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Mungkin tidak semua orang tau bahwa cita-cita saya bukanlah menjadi Pegawai Negeri Sipil. Tapi kedua orang tua saya sangat ingin saya menjadi PNS. Barangkali karena bapak dan ibu saya sudah merasakan manfaat menjadi PNS, sesuai dengan passion mereka, dan ternyata rezeki yang Allah berikan melalui profesi PNS bisa digunakan untuk membiayai anak-anaknya hingga kuliah dan sudah menikahkan 1 orang anak perempuan yang malah belum juga mau menjadi PNS.
Wednesday, 11 June 2014
We love you, pak...
31 Mei 2014, pukul 14.51, telah Allah tunaikan janjiNya, Allah utus malaikatNya menjemput bapak kami untuk kembali kepadaNya setelah 13 hari bapak dirawat di RS Antonius Pontianak. Bapak kami bawa ke Rumah Sakit lagi karena kondisi fisik bapak semakin melemah. Bukan karena stroke yang kemarin, melainkan karena tensi darah bapak sangat rendah, 70 per sekian. Dari hasil diagnosa, ternyata kadar gula dalam darah bapak cukup tinggi, yang berimbas pada gangguan di fungsi ginjal bapak.
Siang itu, ibu saya, saya, serta 2 adik saya mengiringi kepergian bapak dengan mentalkinkan, melafadzkan asma Allah, hingga bapak menghembuskan nafas terakhir. Inna lillahi wa inna ilahi roji'uun. Sesungguhnya kita semua berasal dari Allah, dan kepada Allah pula-lah kita kan kembali. Kami ikhlas, kami ridho dengan ketetapan Allah yang telah lama tercatat di Lauhul Mahfudz. Maut takkan tertukar gilirannya, takkan terlambat atau terlalu awal tibanya.
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (QS. Al A'raf: 34)
Akan selalu terpatri dalam ingatan dan kenangan kami. Dukungan bapak untuk dakwah kami. Serta dakwah bapak kepada kami, anak-anak bapak. Bapak memang tak lagi menghuni rumah yang bapak bangun untuk anak istri, tapi insya Allah bapak akan selalu terpatri di hati kami. Demikian banyak inspirasi yang kami dapat dari bapak. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fuanhu. Ya Rabb Yang Maha Mengampuni, ampuni dosa-dosa bapak kami, Muhammad Zamhuruddin bin Muhammad Amin, jauhkan bapak dari siksa kubur, lapangkan dan terangkan kuburnya, tempatkan bapak di sisi Engkau bersama orang-orang beriman dan beramal sholih, terimalah segala amal kebaikan bapak, naungi bapak dengan rahmatMu, jadikan kuburnya sebagai salah satu taman syurgaMu. Doa dari kami anak-anak bapak semoga dihitung Allah sebagai doa anak shalih/shalihat sehingga diijabah oleh Allah.
We love you so much, bapak. We do love you. Allah even loves you much more than we do :')
Saturday, 12 April 2014
Syafakallaah, Bapak...
Hari ini adalah hari ke 11 bapak dirawat di ruang ICU Normah Medical Specialist Centre Kuching, Malaysia. 3 hari sebelumnya, bapak masih dirawat di 2 Rumah Sakit di Pontianak. Artinya, jelang 2 pekan Allah mencabut nikmat sehat dari bapak, yang mudah-mudahan untuk sementara saja dan akan dipinjami lagi kesehatan untuk bapak agar bisa kembali beribadah dan beraktivitas seperti sebelum bapak sakit.
Sebagaimana yang saya ceritakan beberapa hari lalu, saya sungguh kaget dan tak menyangka malam itu bapak terjatuh akibat serangan stroke yang menyebabkan pembuluh darah di otaknya pecah. Anggota tubuh bapak yang sebelah kiri tak bisa bergerak. Saya dan adik-adik segera membawa bapak ke Rumah Sakit yang paling dekat dari rumah agar segera ditolong.
Friday, 7 February 2014
Kita dan Chemistry yang Entah Kemana
Dulu saya mengira, saya adalah satu-satunya orang yang bisa kehilangan 'chemistry' dengan beberapa orang yang dulu pernah langsung atau pelan-pelan dapet 'click'nya. Rupanya ini adalah common case. Paling tidak, sudah atau baru 2 orang yang saya tau yang mengalami this kind of unique losing. A bound losing.
Apa teman-teman juga pernah mengalaminya? Ketika suatu waktu berjumpa dengan kawan yang dulu demikian akrab dan tak pernah kehabisan topik kala berbincang, bahkan saling diam pun tetap terasa nyaman, lalu tiba-tiba menjadi sangat canggung dan ingin segera menyelesaikan percakapan karena situasi yang tak nyaman? Kalau pernah, berarti minimal ada 4 orang yang pernah merasakan chemistry yang hilang: I and my 2 friends, plus you :)

Friday, 27 December 2013
Coz Everybody's Changing
“Pada akhirnya, kita juga harus merelakan teman-teman yang dulu kita anggap akrab. Some people come as a lesson, and other as a teacher” – Seorang teman akrab.Seketika saya teringat lirik lagu Keane, Everybody’s Changing. I don’t know what the song is exactly about. But the verse which state: “Everybody’s changing and I don’t feel the same” itu seolah mewakili perasaan saya dan cukup banyak orang di luar sana. It’s true that everybody’s changing, no?
Mengalami dan merasakan perubahan pada diri sendiri, dan pada sebuah hubungan persahabatan, kekerabatan, atau hubungan interaksi apapun yang kita lakoni sebagai makhluk social adalah hal yang niscaya. Tak perlu merasa ekslusif ketika salah seorang teman menjadi berbeda. You are not alone. It’s a common case, man!
Lantas saya teringat lirik lagu Sind3ntosca: “Kini kita melangkah berjauh-jauhan, kau jauhi diriku karena sesuatu…”. There will always be at least a reason behind the change. Baik yang kita ketahui, atau yang hingga kini menjadi misteri. Paling tidak, kita perlu tau bahwasanya dalam hidup ini, ada 3 macam teman yang akan menghampiri: 1. Friends for a reason. 2. Friends for a season. 3. Friends for a lifetime. We ourselves decide which one we are to one person which we count as friend. But one thing for sure, that true friendship isn’t being inseparable. It’s being separated and nothing changes :)
Sunday, 22 September 2013
Loving My Sanguine-Self
Yes I do. I love my sanguine side, which I call my-sanguine-self. I enjoy some good sides of it which I feel them inside me.
As a sanguine-self, I move on from a difficult and annoying situation easily. I define easy for this case based on the time I take to heal. To really heal and feel myself better. To get over things extra quick and not think about the factor which may bring blue to my days.
No, don't ask me to attach an example.
As a sanguine-self, I move on from a difficult and annoying situation easily. I define easy for this case based on the time I take to heal. To really heal and feel myself better. To get over things extra quick and not think about the factor which may bring blue to my days.
No, don't ask me to attach an example.
Friday, 6 September 2013
Our Choice
Barusan saya menyimak berita di Trans TV, tentang ramainya antrean orang-orang yang membuat Surat Keterangan Berkelakuan Baik sebagai salah 1 persyaratan menjadi CPNS. Oh, sudah masuk bulannya melamar CPNS toh.
Dan perasaan saya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
This case is the only thing which I haven't found the way out.
Ya, perasaan saya masih sama seperti tahun kemarin.
Tahun ini ditambah lagi dengan perasaan yang menggebu-gebu untuk menyepakati pilihan kami *saya + suami*, dengan atau tanpa persetujuan orang lain :)
Tuesday, 20 August 2013
Apa Kabar?
Assalamu'alaikuum :D
Saya sudah memprediksi masa-masa seperti sekarang akan terjadi. Yaitu masa ketika pelan-pelan saya akan mulai tenggelam dan muncul sesekali di blog ini. And here it comes the day. Tampaknya prediksi saya sedang terjadi saat ini.
Tak berminat buka laptop, merasa kurang perlu update blog, sok ngenggres kemana-mana *dan bikin oknum-oknum tertentu jadi roaming wakakakak :p*, gak pernah blogwalking, apalagi komen-komen geje dan OOT ala-ala teman-teman KPK. Somehow believe it or not, I still feel super happy, even happier than before for not doing it :D
Thursday, 27 June 2013
A Longing to KEy
It's really been a looong time I didn't write here. Plus didn't see almost all of KEy members in our routine program. I do really miss KEy so much! Plus the members, yes of course ;p
Well it's even now harder for me to find time to come to KEy program, which now held twice a week. The time I have apparantly doesn't that busy as you thought guys. But the distance I make, uh huh, really far away. Just fyi, I will need 7-8 hours trip if I want to come to KEy program xD *Yes, dini, all KEy members know it, unless those who don't know yet*
Monday, 10 June 2013
We and Our Curiosity
Memang ada beberapa rasa ingin tau yang bisa langsung terjawab ketika kita ingin mendapatkan jawabannya langsung saat itu juga. Dan umumnya kita maunya sih begitu. Terlebih jika menyangkut pribadi. Bilamana kita saaangat ingin tau, ngebet betul mencari-cari jawabannya, sampai-sampai jika tidak berhati-hati, bisa menggelincirkan diri sendiri akibat terburu-buru menggapai jawabannya.
Pun ada yang oleh Allah, jawabannya ditahan dulu beberapa jenak, hingga bisa-bisa kita nyaris lupa bahwa kita menyimpan keingintahuan itu. Ketika tiba masanya, terjawablah rasa ingin tau tersebut, dan dengan sangat puas kita berkata: "Oooh gitu toh ternyata". Sambil manggut-manggut *tanpa berkata trilili lililililiii ~ :p*
Tuesday, 21 May 2013
Like I Care
Membenci adalah perasaan paling boros dan membuat lelah. At least to me. Sehingga, ketika saya beneran tak suka dengan sesuatu, atau seseorang, saya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak sampai membenci, melainkan mengatur perasaan saya menjadi indifference, alias cuek, alias tak peduli. Kalo kata orang melayu mah, LIKE I CARE. Terjemahan bebasnya: Mane Duliiii :p
Kinda sensitip? *sensitip, pake p* Aaaah, itu mungkin menurut kamu ajaaaah. Serah deeeh seraaah ;p ;p ;p *winkwink*
Monday, 20 May 2013
Blog untuk Bapak
3 hari lalu, saya sempat bertanya-tanya, ada apakah gerangan bapak kok tidak balas SMS saya? Sungguh sangat tidak biasa. Karena, jangankan SMS yang cukup penting seperti yang saya kirim hari itu, SMS gak penting aja hampir pasti bakalan dibalas sama bapak.
See? Di walimahan saya aja bapak masih sempat ngecek whether or not ada SMS masuk di HPnya muehuehuehue.
Thursday, 16 May 2013
Karena Ini Memang Soal Pilihan
Kemarin saya iseng googling dengan keyword: "Hidup adalah Pilihan", dan artikel teratas yang muncul adalah tulisannya Andrie Wongso: Hidup adalah Pilihan.
Kalimat penutupnya saya kutip ya:
Jika kita sudah berani menentukan pilihan, sesuai dengan selera dan keinginan kita, maka kita pun harus konsekuen, siap menerima semua risiko yang harus kita terima. Terlebih lagi, kita harus siap memperjuangkan apa apa yang menjadi pilihan kita untuk direalisasikan menjadi sukses yang nyata, persis seperti yang kita inginkan!
Wednesday, 15 May 2013
Spreading The Feeling
Tulisan curcol pribadi di blog dipublish, lalu dibaca teman-teman yang biasa berkunjung ke blog ini saja rasanya sudah senaaaang sekali. Apalagi, kalau tulisan dikirim ke redaksi, lalu dimuat, dan dibaca lebih banyaaaak orang lagi. Senaaang sekali rasanya :')
Tulisan saya memang belum paripurna. Namanya juga orang masih belajar hehehe.
Penghubung, bukan Penghujung
Dalam sebuah konspirasi busuk Hasan Al Banna akhirnya mati kehabisan darah di rumah sakit tanpa mendapatkan pertolongan. Lukanya tidak parah sebab setelah ditembak justeru dia yang memapah pengawalnya yang luka parah ke rumah sakit.
Ia meninggal sebab pihak rumah sakit telah mendapatkan perintah agar membiarkannya sampai mati. Di kamar rumah sakit bukan dokter yang berdiri menemaninya tapi seorang polisi bersenjata lengkap yang menunggu sampai ia betul-betul tewas.
Subscribe to:
Posts (Atom)










