dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map
Showing posts sorted by date for query english pintar. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query english pintar. Sort by relevance Show all posts

Friday, 2 March 2012

English Day on Tribune

Amanah saya di ESA (English Student Association) periode 2008/2009 mengantarkan saya pada beragam pengalaman. Tak hanya 'mencicip' bangku Project Manager English Pintar 2008, saya juga berkesempatan untuk menjadi bagian dari teman-teman ESA yang mewujudkan program English Day on Tribune. Apa sih English Day on Tribune itu? 

As I said in the earlier, English Day on Tribune ini adalah salah satu program ESA di periode kepengurusan 2008/2009. Sesuai judul, program ini hadir per pekan, muncul setiap hari Sabtu di harian Borneo Tribune. Kenapa ESA memilih Borneo Tribune? Baiklah, mari bernostalgia mengenangnya sejenak, tentang cerita dibalik program English Day On Tribune.

ESA Executive Board in discussion of having this program

Photo by: Borneo Tribune


June 13th 2008, a bunch of happiness came to ESA Executive Board that day. The offering from ESA to have English Pages on Newspaper was granted by the Editorial Chief of Borneo Tribune, Nur Iskandar. Now, we can enjoy English on Tribune!

A good thing if you still remember about one of ESA Event which also cooperated with Borneo Tribune. It was English Pintar (EP) 2008 which brought theme: Do March for Better Tomorrow! The idea for conducting this cooperation actually has been delivered on January 2008, the day when EP committee came to Borneo Tribune. The Chief of Borneo Tribune Editorial inspired the committee to have a page which will be written in English for the newspaper. Unfortunately, the brilliant idea couldn’t be made up soon after EP finished.

However, the idea for having cooperation is never omitted from mind, both of Mas Nur Iskandar’s and the committee’s. A dream to realize this program kept running on. Till finally, ESA executive board found a very right moment to visit Borneo Tribune. Dedi Irwan, the ESA Director for 2008/2009 led the team which were Dini HZ, Ummi Salamah, Siti Hajaroh, Dewi Ismu, Riyanto, and Novi Rianti to have discussion with Borneo Tribune Editorial, Mas Nur Iskandar and Mas Alexander Mering. Then, the discussion went on as we have been together for such a long time. Hours felt like seconds!

That’s one of the reasons of why ESA considered having cooperation with Borneo Tribune for this program. It also has been told when two of the important people for this program broadcasted in Radio Volare 103,4FM for the program “Dunia Kampus”. Dedi Irwan said that there are two considerations of why ESA chose Borneo Tribune to have cooperation with. First, it is because of the fellows of Borneo Tribune are so friendly to ESA members and other students who want to cooperate with. Even, ESA has been in cooperation with Borneo Tribune and Tribune Institute before this program held and for any kinds of event. Not only with ESA, but Borneo Tribune is also friendly and opened to other students of Universities in Pontianak. “We never say no for the proposal of those who need our help, especially for the publication. It’s very nice to help students and cooperate with you all,” Mas Nur Iskandar said. That’s why, it triggers the strong relationship between ESA and Borneo Tribune.

It’s not merely about the friendly and warm welcoming from Borneo Tribune. Dedi and ESA Executive Board also see that Borneo Tribune is the only newspaper in West Kalimantan which provides special column for Education. So, seeing this, ESA believes that Borneo Tribune has the same vision in conducting this program. This program is also integrated to Tri Darma Perguruan Tinggi: Educate, Research, and Dedication to Public. Through this page, ESA and Borneo Tribune hope Pontianak citizen, especially the readers for the near future will have new motivation to learn English. We really hope English Day on Tribune will be advantageous in improving your English! 


Well then, itu dia sekilas tentang English Day on Tribune. For the near future, di blog ini tampaknya akan muncul beberapa artikel yang pernah saya siapkan untuk diterbitkan di halaman English Day on Tribune waktu itu.

Saat ini tampaknya program ini tak lagi dilanjutkan oleh kedua belah pihak. Tapi muncul lagi di blog saya boleh dong ya? *winkwink*

Sunday, 26 February 2012

Happy Birthday Radio Volare

Designed by Abang Priana Ashri

Waktu benar-benar seperti terbang. Rasanya baru saja kemarin lalu di pembuka siaran saya sebutkan: 32 tahun Radio Volare, hari ini, 26 Februari 2012, Volare sudah memasuki usia 39 tahun. Happy birthday, Radio Volare!

Meskipun sekarang setelah berdomisili di Sekadau saya sudah tak pernah lagi siaran *karena jarak yang memisahkan berkilo-kilo meter jauhnya*, dan profil saya dari halaman web Radio Volare terancam sirna *halah* kalau dalam waktu 3 bulan berturut-turut tidak on air, but it doesn't mean I'll lose my sense of belonging to my experience I had along my time being there. Yap, pengalaman berharga yang saya dapatkan sejak awal mula saya menjadi bagian dari Radio Volare, sampai dengan hari ini.

Setelah saya coba ingat-ingat dan dihitung-hitung, sejak pertama kali on air di awal 2004 sampai dengan terakhir kali 'ngerampok' jadwal dan kadang-kadang nyempil di beberapa program tertentu, terrrrnyata ada lebih dari 20 program yang pernah saya bawakan, baik sebagai penyiar tetap, dan lebih banyak sebagai penyiar pengganti. Program apa sajakah itu? Mari bernostalgia (lagi) dalam rangka memeriahkan Ultah Volare yang ke 39 ini. Tapi ini programnya bukan berdasarkan urutan tahun siaran ya. Berdasarkan kapasitas ingatan saya yang terbatas saja. So, here they are:

1. Direct Contact, atau disingkat DC. 

Maluuuunya kalo inget bahwasanya saya pernah cukup 'terkenal' melalui program ini dengan nama: Dinie Sgiphic *kemudian istighfar*. Direct Contact adalah program pertama yang saya bawakan. Dengan degup jantung yang kencang, saya bacakan kartu DC petang itu. Ya, Direct Contact adalah program baca kartu dan request lagu dari pendengar. Waktu itu berkirim salam via kartu DC cukup tenar dan dikuasai oleh beberapa 'anak gaul' Kota Pontianak. Dengan kata lain, dulu saya cukup banyak juga punya teman yang 'anak gaul'. Apa-apaan ._.

2. Jukebox, Sunday Morning Jukebox

Program request lagu juga, hanya saja Jukebox terima request via telpon dan SMS, sembari penyiar berbagi informasi seputar kesehatan, teknologi, dan beragam tips untuk Bujang Dare (sebutan khusus untuk pendengar Radio Volare). Di program ini, saya juga sempat siaran dengan 2 orang comic kenamaan Kota Pontianak: Ilham Kurniawan *yang juga MC kondang kenamaan se-Kalbar dan baru saja mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan*, dan Ipunk Wahaha di Sunday Morning Jukebox. Bisa dibayangkan bagaimana aroma studio di hari minggu pagi karena 2 orang tersebut lebih sering datang siaran pagi tidak pake mandi.

3. Kepak Karir

Menyajikan informasi seputar dunia kerja, karir dan keuangan. Waktu saya masih jadi scriptwriter, program ini namanya Niaga Khatulistiwa, dibawakan oleh salah seorang penyiar favorit saya: Bang Budi KK. Di usia Volare yang ke 36 tahun, dibuatlah program Kepak Karir Special Edition. Reviewnya bisa dibaca di blog Volare :)

4. Buletin Olahraga, disingkat Bulora.

Sampai sekarang saya masih beranggapan bahwasanya saya diminta untuk bawakan program ini sematamata karena saat itu penyiar lain ga mau siaran pagi. Anggapan yang jahat ya hehehe. Yah abisnya saya ini bukan tipikal perempuan yang paham olahraga, jarang olahraga pula, dan walhasil pernah dikritik oleh pendengar gara-gara salah menyebut nama seorang pemain bola.

5. Canda Khatulistiwa

Program ini hadir di sore hari untuk temani Bujang Dare santai-santai selepas pulang kerja. Diperlukan kepiawaian melucu untuk program ini. Minimal bisa menertawakan kelucuan sendiri. Satu-satunya bekal saya kalau siaran ini adalah: buku humor dan koleksi pantun. Penting itu, untuk jaga-jaga kalau rekan penyiar tidak bisa datang. Lagipula, waktu itu saya masih terhitung penyiar dini *dalam arti yang sebenarnya* yang tidak boleh dibiarkan siaran seorang diri.

6. Free Your Mind

Saya tidak terlalu ingat whether or not saya pernah bawakan program ini. Rasa-rasanya pernah, karena saya  juga sempat jadi reporter, wawancara anak-anak muda tentang tema yang diangkat untuk program ini. Waktu itu merekam suaranya masih pake tape recorder, yang kalau tombol rec berwarna merahnya kepencet, hilanglah hasil rekaman yang sudah capek-capek saya rekam.

7. English Teletalk

Program ini adalah salah satu alasan terberat saya untuk meninggalkan dunia siaran. Sejak awal mula saya menjadi pendengar setia Radio Volare *setia banget, dari pagi sampai malam. Bahkan waktu itu jadwal siarannya saya catat. Saking setianya dulu radio yang saya dengar hanya Radio Volare. Dengarkan radio lain hanya kalau frekuensi 103 FM (dulu masih 103 FM) menghilang dari udara*, program yang paling saya suka adalah English Teletalk. 

Waktu itu penyiarnya Mbak Yanti Sihotang dan Bang Bernard Sembiring. Saya ga ngerti mereka ngobrol apa. Benar-benar tidak ngerti. Tapi suka sekali mendengar mereka begitu lancar berbahasa Inggris. Sejak hari itu, saya bertekad, suatu hari saya harus bisa berbahasa Inggris seperti mereka. And Allah granted my wishes. Hingga di sebuah sore yang cerah, Mbak Temi menawarkan saya untuk siaran program ini, saat saya kelas 3 SMU, dengan kemampuan Bahasa Inggris yang masih abal-abal, dan anehnya saya terima tantangan itu. 

Lewat program inilah saya pelan-pelan mengasah kemampuan speaking. Indikator saya waktu itu, kalau sudah bisa ngobrol dengan native speaker, berarti sudah bisa speaking. Ahihihi. 

8. Fokus Artis Minggu Ini, disingkat Fotis Mini.

Barangkali saya adalah penyiar radio dengan selera musik paling buruk se-Indonesia Raya. Maka tak heran kalau di Volare, saya tidak dikasi jadwal siaran untuk program musik. Termasuk program Fotis Mini yang membahas artis yang lagunya jadi juara di Indonesia 10 atau Volare Number One Sound. Hadirnya saya di program ini tak lain tak bukan, hanyalah menggantikan Mbak Sissy Iristya yang berhalangan hadir. 

9. Afternoon Tea

Seperti Canda Khatulistiwa, program ini hadir menemani Bujang Dare untuk santai sambil ngeteh di sore hari, as its name: Afternoon Tea. 


Sama seperti Fotis Mini, kehadiran saya di Indonesia 10 juga (lagilagi) untuk menggantikan Mbak Sissy Iristya. Penyiar pengganti yang rajin dan baikhati sekali ya saya ini :p


Saya sendiri tidak percaya saya pernah siaran program ini. Dari dulu saya menganggap bahwa Volare Numer One Sound adalah program yang hanya akan saya dengarkan, bukan bawakan. Dan hari itu, 19 Agustus 2007, mengudaralah suara saya dari pukul 9 hingga pukul 11. Meskipun hanya 1 kali sepanjang karir siaran saya, tapi terkenang sepanjang masa. Yaiyalah, langsung saya buat tulisannya di blog Volare soalnya hahaha.

12. Double Dose

Ini program musik juga, dan *kali ini bukan menggantikan* hanya beberapa bulan saja saya betah membawakan program ini. Selang beberapa bulan, host Double Dose berganti ke penyiar yang lebih paham musik: Bang Jaka Prakasa atau Bang Didit kalo ga salah inget.

13. Girl's Talk

Sebetulnya saya merasa tidak pantas muncul program ini. I am a woman, yes. But not that girlish enough to host this program. Sebagian besar topik di Girl's Talk bukanlah jenis bahasan yang saya kuasai, apalagi saya terapkan. Untunglah, waktu itu nongol di Girl's Talk hanya menggantikan penyiar lain yang berhalangan hadir. 

14. Oase Iman


Sejukkan iman sembari lepaskan lelah di penghujung hari… Seharian disibukkan persoalan duniawi, seringkali membuat kita mengabaikan perlunya senantiasa menguatkan iman. Seharusnya kita mampu berkaca pada diri kita sendiri, sudahkah bertambah tebalkah imanku hari ini? Atau jangan-jangan semakin menipis? Lewat kisah-kisah sederhana dalam kehidupan sehari-hari manusia, mudah-mudahan kita bisa sama-sama banyak belajar..

Demikianlah bunyi deskripsi program ini di halaman web Radio Volare. Saya belum pernah siaran Oase Iman live dari studio karena programnya on air di malam hari. Jadi, dulu ketika Mbak Sissy cuti, saya-lah yang dengan senang hati rekaman sepekan sekali dengan Bang Azis atau Mbak Sari.

15. Dunia Kampus

Sesuai judul programnya, bisa ditebak kan tentang apa acara ini? Tepat sekali. Memberikan informasi seputar dunia kampus, membahas topik yang berkaitan dengan kehidupan kampus, berbagi tips dan informasi beasiswa, serta sesekali menghadirkan narasumber untuk diajak talkshow.

Membawakan program ini memberikan amat banyak keuntungan untuk saya. Salah satunya, ketika saya menjadi Project Manager event English Pintar 2008, berkalikali saya promosi gratis di program ini. Hehehe.

16. Rehat Kerja

Jenuh dengan kerjaan saat ini? Punya uneg-uneg tentang rekan sekerja? Atau punya trik menghadapi bos yang galak? Gabung aja di Rehat Kerja, wadah ngumpulnya para pekerja, manajer, juga para bos untuk ceritakan kembali serunya kehidupan bekerja. Bujang dare punya selera humor tinggi? Jangan disimpan sendiri! Telpon ke sini dan bantu lepaskan semua stress yang mendera…

Demikian bunyi deskripsi program Rehat Kerja di web Volare. Momen paling berkesan di Rehat Kerja adalah ketika siaran dengan beberapa tamu dari luar kota, salah satunya Rehat Kerja bersama  Bob Sadino.

17.Ta'lim Annisa

Menurut saya, inilah program yang 'saya banget' sampai saat ini ^.^v. Banyak sekali tambahan ilmu agama yang saya dapat setelah siaran Ta'lim Annisa. Beberapa ilmunya saya simpan di blog Volare, dan sebagian bisa dibaca di postingan dengan label: dini.

18. INSTAN, kepanjangan dari INi Saatnya ikuTan siarAN.

Program ini agak-agak mirip dengan seleksi presenter terbaik di program Volare Hotline Service yang beberapa hari lalu saya kisahkan. Bedanya, di INSTAN prosedurnya agak lebih birokratif *istilah macam apa ini?*. Prosedurnya, peserta mendaftarkan diri dulu ke kantor Volare, isi formulir, kemudian akan ditentukan di pekan keberapa mereka on air. Jurinya? Siapa lagi kalau bukan Mbak Temi.

19. CAKRAWALA, baCAkan RAgam WAwasan dan LAgu.

Hihihi. Saya senang CAKRAWALA sampai sekarang masih dipakai sebagai nama program yang hadir rutin Senin - Sabtu ini. Saya ingat ada beberapa nama yang saya tawarkan ke Mbak Temi, dan nama CAKRAWALA yang dipilih. CAKRAWALA, sesuai judulnya, menghadirkan beragam informasi dan menerima permintaan lagu lewat pesan singkat.

Harap digarisbawahi, menerima permintaan lagu lewat pesan singkat, loh ya. Belum tentu lagu yang dirikwes, lantas akan diputarkan. Karena, yah bisa ditanyakan ke penyiar yang pernah membawakan program ini, kadangkala ada pendengar yang suka agak 'melenceng' dalam menentukan lagu pilihan untuk diputar. Hehehe. Maksudnyaaa dengan melenceng? Ah, mendingan cari tau di web Volare aja ya :p

20. Soda Gembira

Santai yOk Di volAre sambil GEMBIRA! Mengajak Bujang Dare bergembira di sore hari dengan COLEK: bahas Status & Catatan pilihan penggemar Volare di Facebook. BUSA (Bicara Untuk Santai Aja): bahas yang sedang hangat,dan ngobrol dengan tamu di BERANDA.

Itu dia deskripsi program Soda Gembira. Setiap harinya, tamu yang hadir di segmen BERANDA berbeda-beda. Untuk detailnya, langsung cek aja di jadwal program ya :)

21. KGI: KGRE Show & Interactive Segment

Adalah Kang Asep Haryono yang saat itu merupakan perwakilan KGRE Pontianak, yang berjasa menjadi penghubung antara KangGURU Indonesia dengan Radio Volare, untuk kemudian masuklah program KGRE Talk Show sebagai program berbahasa Inggris kedua yang saya bawakan setelah English Teletalk. Bedanya dengan English Teletalk, KGRE Interactive Segment ini lebih mengutamakan bintang tamu yang berstatus siswa, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMU.

Setelah saya 'hengkang' dari Pontianak, program ini sempat dibawakan oleh Neng Riedha. Sayang sekali, saat ini KGRE Interactive Segment sudah tidak dilanjutkan lagi. Padahal saya sempat melakukan riset untuk program ini, dengan judul:

An Analysis on Conversation in ‘Kang Guru Radio English’ (KGRE) Program on Volare 103.4 FM Pontianak

Ya, ada Volare dan KGRE di skripsi saya.


Awww, sebenarnya sih saya malu sama Pak Mateus Herman nih gaya-gayaan majang Warta 3 sebagai program yang pernah saya bawakan :p. Bagi saya, yang paling pantas membawakan Warta 3 tetaplah Bang Herman.

23. Lepas Lelah

Lepaskan penat dan lelah Bujang Dare setelah seharian beraktivitas dengan musik lembut pilihan. Pastikan Bujang Dare simak juga info dan kiat untuk menjalani hidup dengan cara lebih baik di sini…

Begitulah deskripsi program ini di halaman web Volare. Seperti Oase Iman, program ini juga on air hingga tengah malam, sehingga dulu saya tidak live dari studio, melainkan rekaman dan hasil rekamannya diputarkan deh sama Bang Pandi atau Bang Syam.


24. Digilove, kepanjangan dari Digital Love


Program yang saya bawakan dengan Bang Herman, bahas tentang dunia digital, baca-baca blog terpilih *lebih sering baca blog saya :p*, mengundang narasumber yang kompeten di dunia IT.

25. Setiap Perempuan

Sama seperti di Girl's Talk, saya juga merasa kurang pantas muncul di program Setiap Perempuan. Eh by the way, Setiap Perempuan ini nama baru dari Girl's Talk kok hehe. Program ini saya tuliskan di nomor terakhir karena beberapa bulan lalu ketika saya pulang ke Pontianak, saya 'ngerampok' jadwalnya Kak Tya yang waktu itu berhalangan hadir, menemani Putri Susedtya di siang yang basah itu ^.^v. 


Well done. Ada 24 program yang berhasil saya ingat. 2 tahun menjadi scriptwriter dan 8 tahun siaran di Radio Volare itu sungguh pengalaman luar biasa berharga. Saya belajar bersosialisasi, belajar  menulis, belajar ikhlas, belajar menyimak, belajar sabar, belajar kehidupan, tak hanya lewat program-programnya, tapi juga melalui kru Radio Volare. Tulisan ini akan lebih panjang kalau harus saya lanjutkan lagi. Jadi, untuk hari ini, sampai di sini dulu yaa Bujang Dare.. Ketemu lagi di tulisan berikutnya, masih bersama saya Dinie Hazel *padahal bukan siaran :p*.

Selamat Ulang Tahun yang ke 39, Radio Volare. Your love has given me wings :)

Wednesday, 2 February 2011

February, month of memory.

Bukan hanya karena dalam waktu dekat saya akan menikah maka saya katakan bulan februari adalah bulan penuh memori, melainkan karena sejak 3 tahun lalu, saya mencatat bahwa februari adalah bulan yang keren, sama kerennya dengan Juli :D

Februari 2008, English Pintar 2008 terlaksana, salah satu event besar English Student Association (ESA) FKIP Untan, event dimana saya bertanggung jawab sebagai Project Manager. Alhamdulillah, boleh dibilang sukses lah event ini saat itu :D. Di blog ini, kumpulan tulisan saya terkait English Pintar bisa diakses di sini. Di event ini, perasaan saya berfluktuasi sedemikian hebatnya.

Februari 2009, saya ditraining sebagai guru. Ya, saya menjadi guru PPL di SMP Negeri 9. Banyak dinamika terjadi dalam proses PPL. Dan februari adalah bulan pembukanya.

Februari 2010, saya merasakan indahnya persahabatan bersama Linda Budiarsih, sahabat saya. Mengurus skripsi bersama, mendengar keluh kesahnya, memberikan semangat untuknya *yang sebetulnya sama artinya dengan menyemangati diri saya sendiri*, menemaninya menunggu dosen, ditemaninya menanti dosen, sangat indah.

Nah, Februari 2011 baru saya lewati 2 hari. Menikah belum terjadi. Masih 3 hari lagi. Semakin jaga hati, itu pasti. Semoga Allah lancarkan hingga hari akad nikah dan walimah kami nanti, amiin.

Thursday, 29 April 2010

bagibagi preface

Ehehehe.. saya bingung mau posting apa. Jadi saya memilih untuk copy paste preface thesis saja yah :D

Here it is the complete preface of my thesis..



PREFACE


The very first gratefulness is delivered to The Almighty, Allah SWT: The Greatest Creator and The Best Motivator to His everlasting and mercy keeping me tough during my writing; therefore, this thesis is finally completed. Without Him, we will have no chance to read this complete thesis.


I am very thankful to my first supervisor, Drs. Albert Rufinus, M.A and my second supervisor, Dra. Endang Susilawati, M.Si. It is a fortune and bliss for me having such a great lecturer like them. They have been very professional supervising me to accomplish my thesis writing. They are also very cooperative conveying their clear and sensible ideas for the sake and the goodness of my thesis. I can do nothing to repay all their kindness, but I hope that God will always bless them along their life.


My appreciation also goes to all lecturers who have helped me and motivated me finishing this thesis: Dr. Martono as the Head of Language and Arts Education Department, Sumarni, S.Pd,M.TESOL as the chair person of English Education Study Program, Dr. Regina as my first examiner, and Drs. Clarry Sada,M.Pd as my academic advisor and my second examiner.


My endless love is dedicated to my beloved family. A lot of thanks must be delivered to my beloved father, M. Zamhuruddin and my mother, Nur’aini. Thank you very much to demand me finishing my thesis almost every moment we were sitting round the table. I also would like to thank my two little brothers Nizamuddin Arriyadhi and Rizky Fachrurrazi.


I also would like to thank all ESA members, especially the 2005 fellows: Renna Mardita, Dita Wulandari, Dedi Irwan, Maulidia Hasanah, Frenky, Billy, Ibal, and all of unmentioned names. Thanks for the togetherness and the favors along our way in campus, especially in the great event: English Pintar 2008. My gratitude also to all of my murabbiyah and my friends in halaqah, thanks for your patience in facing me.


Thanks a lot is also to the chief, staff, and all broadcasters of PT. Radio Volare, especially to Mbak Temi, thanks so much for the understanding and sincerity for more than 8 years to be a sweet and firm program director to deal with a broadcaster like me.


Last but not least, thanks of mine go to Gaby Corporation: Linda Budiarsih, Fika Ayu Rizqia, Mia Pratiwi, Sussi Nurvianti, Wardah and Elisa. Finally, the deepest gratitude is sent to the best cheerleader of my life, for the support, the amazing favors, for all the various creativities you made in burning my spirit to finish my thesis.


Pontianak, January 2010



The Writer

Friday, 17 July 2009

Joki TOEFL

Saya pernah tibatiba mengalami kenaikan kualitas mood yang cukup significant hanya dengan sekedar mengingat betapa semangatnya saya dalam pelaksanaan sebuah kegiatan berjudul: English Pintar. Sebuah kegiatan yang terlaksana pada tahun 2008, tepatnya bulan 2 tanggal 9 sampe dengan 17 Februari. Waduh, panjang ntar kalo saya ceritakeun bagemana serunya kegiatan yang berhasil membuat saya semakin membuka mata selebarlebarnya tentang arti persahabatan, pengorbanan, dan keikhlasan. :)

Event ini membuat saya semakin yakin bahwa puzzle sudah disediakan sejak sekitar 2 tahun lalu ;) Saya sukaaaa banget jadi bagian dari EP 2008, exactly jadi Project Manager event ini. Seakan segala sesuatunya punya filosofi yang generally accepted hehe *walopun beberapa ada yang agak sedikit maksa*. Yeah, misalnya aja, beberapa logo kegiatan yang filosofinya betulbetul bisa matching sama tema yang saya pilih: Do march for Better Tomorrow. Cocok!! Jodoh!!

Nah, salah satu kegiatan yang sebetulnya agak sedikit maksa waktu itu adalah Workshop TOEFL. Kenapa saya bilang maksa, ya karena sebetulnya waktu itu bukan workshop, melainkan Seminar Pendidikan yang ditolak pelaksanaannya oleh Sekretaris Jurusan dengan alasan sangat masuk akal dan acceptable. Nah, maka diputuskanlah untuk menggantinya dengan Workshop TOEFL. Pelaksanaan workshop ini berangkat dari pemikiran kami *saya dan temanteman panitia* bahwasanya cukup banyak mahasiswa yang sidang skripsinya terhambat akibat skor TOEFL yang belum mencukupi standar. Itu doank tuh sebenernya. Namun, lagilagi, karena saya senang sekali berfilosofi, maka muncullah extended-mind yang pada akhirnya membuat semua panitia sepakat bahwa workshop ini diadakan untuk meningkatkan kualitas insan kampus serta masyarakat umum yang merasa membutuhkan trik khusus dalam menaklukkan TOEFL.

Baiklah. Mari berangkat pada pemikiran awal saya. Mahasiswa dan skor TOEFL. Especially, for this case is those who are going to have sidang skripsi. Kalo di kampus saya, salah satu syaratnya adalah skor TOEFL minimal 480. Ga tau juga kalo tahun ini naik lagi. Yang pasti, kadangkala penerapan skor minimal ini membuat beberapa mahasiswa kelimpungan. Yeah, tentu saja kekelimpungan hanya terjadi pada mereka yang ga mencapai target minimal. Nah, beberapa oknum mahasiswa rupanya lebih suka 'menyewa' jasa teman yang dianggap berpotensi tinggi dalam menjawab soalsoal TOEFL, demi mencukupi standar minimum dari kampus, untuk akhirnya bisa sidang. :f

What's on earth?! Selama ini kemana aja? Kenapa ga pada ikutan workshop TOEFL yang waktu itu saya dan tementemen panitia EP selenggarakan? Gyehehe.

Well, well. Itulah yang sebetulnya menjadi salah satu alasan mendasar mengapa saya pribadi pada akhirnya memutuskan untuk ngadain workshop bertema TOEFL. Bukannya mau menganggap diri saya ini berpotensi tinggi menghasilkan skor TOEFL memuaskan. Sama sekali ngga. Toh skor TOEFL saya aja paspasan. Tapi herannya, udah tau paspasan, teteup masih ada aja beberapa oknum orang yang ngerikwes saya buat 'nemenin' mereka ikutan tes TOEFL. Alhamdulillah, sampai dengan hari ini, saya sama sekali INDAK PERNAH menjadi joki. Resikonya itu loh. Allah Maha Melihat, tentu jadi landasan pertama. Ditambah sederet alasan lainnya seperti disintegrasi image, risiko ketahuan lembaga pelaksana, dan tidak ada jaminan sama sekali kalo saya 'nemenin' tes, trus dapet skor memuaskan.

Nah, bagi temanteman yang ngerasa skor TOEFL-nya udah tinggi ato sudah cukup memuaskan, sebaiknya berhatihatilah. Bukanlah sebuah hal yang bijak untuk menjadi joki TOEFL *apakah ada istilah joki TOEFL? hehe kalo belum berarti istilah pertama dari saya :D* karena manfaatnya hanya dirasakan sementara aja. Kalopun landasan menjadi joki TOEFL adalah untuk menolong sahabat ato teman, jujur saja, itu bukanlah sebuah pertolongan yang membawa kemaslahatan. Bagi saya, itu adalah tindak kriminal. Apalagi kalo kemudian dibayar. Wah, hatihati uangnya ga halal tuh berarti.

Okeh setuju ya semua? :~

One more thing. Skor TOEFL yang tinggi juga bukanlah sebuah jaminan mutlak kita pandai berbahasa Inggris. Serius. Statement ini tertulis bukan karena skor TOEFL saya biasabiasa aja, melainkan sudah ada bukti di depan mata saya sendiri. Skor 500an tapi ga bisa dipake buat komunikasi aktif dan efektif juga percuma toh? ;) Makanya, simak English Teletalk di Volare 103,4 FM gyehehehe :r *ujungujungnya promo*

Friday, 19 December 2008

Mood Updating

"Well, ladies and gentlemen. Standing here, not as the debater, not as the participant of English Pintar 2008, but as the Project Manager, I'd like to be grateful for the supports from all of you, especially the committee of EP 2008. Without you all, I am nothing. With you, I am something. And together with you all, we are everything for the existence of English Pintar 2008. Thanks a lot all, let's Do March for Better Tomorrow!"

Kurang lebih, kayak gitu bunyi speech saya pas penutupan English Pintar 2008, di Gedung Anex, Minggu 17 Februari 2008. Sebuah hari di mana saya bisa bernafas cukup lega, karena event pertama yang saya ketuai selesai dan cukup sukses! Betapa senangnya. Beragam tribulasi, pendapat miring, kepesimisan dari beberapa orang, dan macem-macem lainnya yang sempat membuat saya down sudah saya lewati. Lega, dan senang rasanya. Rupanya, mengingat itu membuat mood saya hari ini terbangun cukup baik! Great!



Saya ingat betul, betapa pertama kali saya dengan pede mengajukan diri untuk menjadi ketua panitia English Pintar, supaya kegiatan ini tetap ada. Sebuah pengajuan diri yang barangkali di luar dugaan orang-orang. Sebuah pengajuan diri yang sangad nekat betul waktu itu! Saya ingad betul, ya ampun, betapa segala-galanya yang saya pikirkan waktu itu, sejak Oktober 2007, hanyalah bagaimana caranya agar English Pintar 2008 sukses. Saya tidak terlalu fokus siaran, tak terlalu fokus mengajar, dan bahkan kuliah! Yeah, semuanya masih saya kerjakan, dan alhamdulillah yang ga fokus-fokus itu tidak terlalu terganggu sama pikiran saya yang lagi fokus ke English Pintar. Allah SWT memang Maha Baik Hati ^_^

Lalu, pagi ini, betapa saya sangat senang sekali melihat adik-adik saya di ESA yang ghirahnya luar biasa, menginginkan keberadaan English Pintar lagi. Ya, English Pintar 2009. Senang sekali! Sense of Belonging ke English Pintar tampak dari semangad mereka. Bahkan, Dewi Ismu mengajukan diri sebagai Project Manager English Pintar 2009. Itulah yang selama ini saya tunggu-tunggu, yaitu ada paling tidak 1 orang saja yang bersedia mengajukan diri untuk mengetuai kegiatan ini. Dan rekayasa Allah sungguh indah. Saya semakin senang.

Dan siang ini, saya juga senang sekali karena dikaruniai keluarga yang menyenangkan. Dikaruniai sahabat-sahabat yang begitu baik hati. Saya berhasil mengurangi rasa tak diinginkan yang beberapa waktu lalu sempat saya munculkan sendiri. Mood Decreasing, kalo gitu. Hehe. Kata Dita, kalo saya kayak gitu, saya keliatan pinter-pinter bego :p

Thanks God, hari ini, segala sesuatunya membuat saya bisa memunculkan perasaan senang, updating mood, switching it into good and better one, and I do hope to be the best mood for today, and tomorrow, and the day after tomorrow. Kalo good mood tiap hari, kayaknya ga mungkin. Karena, sudah kodratnya kan rasa hati ini terfluktuasi? Seneng, sedih, seneng, hal biasa, lumrah. Yakin aja, bahwa saat kita lagi sedih, artinya kita sedang dipersiapkan untuk menjadi senang tak lama lagi. Begitu. Nah, ini lagi seneng, juga harus siap-siap sedih. Gimana cara kita menyikapinya aja, iya kan? *Hehe, kedengerannya dewasa aja ya :p*

Oiya, one thing important. Ternyata mendengarkan lagu-lagu bernuansa positif, beraroma positif thinking, membantu kita untuk update mood menjadi lebih baik. Coba deh.

Thursday, 4 December 2008

Reshuffle

Setelah terjadi pembatalan rapat pleno beberapa kali, akhirnya terlaksana juga rapat penting itu, dan terjadi reshuffle pada kepengurusan.

Sejak pagi sebelum rapat, saya sudah merasa ada keinginan untuk lepas dari jabatan sebagai sekretarisnya ESA. Jujur, selama menjabat dari bulan April sampai dengan Desember, saya merasa bahwa saya bekerja kurang maksimal. Sepertinya, jadi sekretaris sekedar mendampingi Dedi Irwan yang direktur ESA. Kerjaan saya hanya ngetik surat, tanda tanganin surat, trus ngecap surat, dan masukin surat, sama sesekali nemenin Dedi menghadap Ketua Prodi Bahasa Inggris. Pyuwh. Kayaknya agak kurang menunjukkan ke-dinie-an banged, begitu.



Lalu, saat dalam perjalanan pagi sebelum rapat pun, saya berpikiran untuk tukar posisi aja sama Manager of Media Coevered and Networking. Saya kayaknya ngerasa lebih cocok di MCN yak. Yeah, dengan saya yang mengurus sebagian program kerja MCN, seperti updating blog esa, friendster esa, e-mail esa, trus program kerjasama dengan Borneo Tribune, yaitu English Day on Tribune, sehinggalah muncul perasaan bahwa sepertinya, divisi Media Covered and Networking lebih cocok buad saya.

Tapi, di pleno tadi, saya ga menyampaikan perasaan itu, karena ketika penyampaian laporan pertanggung jawaban, Dewi Ismu selaku Manager MCN sepertinya sudah cukup menunaikan tugasnya dengan baik, tanpa lupa berterima kasih kepada saya sebagai orang yang membantu program kerja divisi mereka. Yeah, sekretaris juga kan kerjanya gak sekedar surat surat surat aja toh. Di AD/ART dan GBHO ESA FKIP Untan tertulis juga job description sekretaris sebagai 'pembantu' direktur ESA dalam menjalankan program kerjanya.

Well, then. Apa berikutnya yang terjadi di rapat? Yeap. Pada saat laporan pertanggung jawaban dari divisi English Learning Center, sebuah divisi yang mengurus hal-hal bersifat akademis, divisi yang tahun lalu saya tempati di kepengurusan ESA 2007/2009, divisi yang mengantarkan saya pada kalimat: Musuhku, Je T'aime, Mita, salah satu staff divisi ELC, menyampaikan laporan dengan nada yang agak sedikit 'mengenaskan' dan kayaknya dia hampir nangis deh tadi.

Yah pokoknya, intinya divisi ELC ini ngga punya Manager yang dianggap sanggup mengkoordinir beberapa program kerja yang sebenernya ingin dijadikan program kerja unggulan untuk ESA tahun ini. Yeah, Dedi berkali-kali ngebahas tentang ini itu ini itu sama saya. Dan keinginan Dedi juga sebenernya sama dengan saya, begitu.

Nah, melihat ga ada yang mau menjadi manager ELC, maka saya pun siank itu mengajukan diri untuk jadi manager ELC aja. Saya pikir, siapa lagi ya kalo ga ada yang mau. Sama seperti ketika saya berpikiran untuk menjadi Project Manager English Pintar 2008. Maka, saya pun lantas mengacungkan jari, berkata: "Let me be the Manager of English Learning Center" di hadapan forum siank tadi.

Saya mengajukan nama Dewi Ismu untuk menggantikan posisi saya sebagai sekretaris. Namun, berhubung Dewi adalah Manager MCN, dan juga akan sulit mencari pengganti Manager lagi, dan juga ga ada yang mau menggantikan Dewi sebagai Manager, maka Dedi memutuskan memilih salah satu staff Divisi Home Affair, Dian Kartika Sari untuk menggantikan posisi Sekretaris ESA. Huff, perasaan bercampur. Antara lega, dan berdebar menanti tugas baru sebagai Manager of ELC :)

Baiklah. Ini adalah rekayasa dari Allah SWT yang sudah disiapkan sejak lama. Saya yakin, melalui divisi ini saya bisa 'bergerak' lebih enak, dan kayaknya, ELC emang dinie banged deh hehe. Doakan saya ya, teman-teman.

Tuesday, 25 November 2008

Meeting canceled! (again)


I wonder how to utter my feeling on this: again and again, the meeting was canceled, because of some other executive board members couldn't make the meeting, and they gave no confirmation!

Do you know, people, that I made my day special for the meeting?

Do you know, people, that I let myself free for this half day to conduct the meeting?

Do you know, people, that I let myself spend my money for having my lunch outside out of my daily lunch-budget with my so-called bestfriend for having ontime meeting?

Why should it be canceled, and replaced to another day? Again, and again! I do hate this much!



I realize, and very notice that I am not the person in charge for the organization. I am merely ordinary member, who maybe never that important for the organization. I maybe was and even am still considered as the main board member of the organization who has not much contribution for the organization, well let's say so, though I've tried to hold an event name English Pintar. But the cancellation of the meeting *it is Pleno Meeting* for the improvement of the organization shouldn't be anymore! I was totally annoyed about this.

I have made my friend, the operator of Volare -bang Pandy-, spent his day on being the operator for the program I conduct every Tuesday, English Teletalk. The program is actually a program which I broadcast for the organization, for the fame of the organization. But considering that the pleno meeting is much more important than 'merely' having the broadcasting which people in the board may will think that I am so much egoist for making my broadcasting time as the priority, then I prefer to have the program recorded, then asked bang Pandy to handle the operation. It's been so many times I made him spend his time for my own sake of the organization!

Really, I have no other idea what to say more about this. Pending, and pending, and always pending. Seems to be there's no more commitment inside the member, but saying it is also an underestimating action for the other who didn't come. Confusing.

Wednesday, 2 April 2008

Setelah sekian lama

See, it’s really been a long time I didn’t drop my written by here, in this daily typing gadget that helps me much in finishing all administrative stuffs.

So many times to do it, actually. But unfortunately my time *not truly mine, frankly speaking ;)* has faded away for other useless thing rather than dropping by here. Sure, they are much more important just dancing my hand on this keyboard!

Then, what has happened? Sangat banyak. Terlalu banyak, bahkan. Anyway, izinkan saya catat apa yang telah terjadi setelah tanggal terakhir saya mampir di laptop ini, setelah 22 Januari 2008.

Mari mulai dari akhir januari, bulan yang penuh dengan beban dan tekanan mental luar biasa. Kesabaran saya diuji pada puncaknya. Hanya tangisan saja, sama seperti januari tahun lalu. Apakah januari adalah bulannya menangis? Entahlah, saya bingung juga. Bedanya, tahun lalu adalah tangisan bodoh yang sekarang malah bisa membuat saya tertawa. Januari tahun ini, tangisan yang keluar adalah tangis antara bodoh dan beban menjadi bodoh. Haha, sama saja ya? Well, not really, actually.

Tangisan saya akhir januari lalu bersifat lebih kepada kepentingan rakyat. Iya, rakyat yang kecil, tentunya. Saya belum cukup capable untuk memimpin sebuah komunitas besar. Tapi saya peduli pada komunitas kecil ini karena komunitas inilah yang bisa menjadi sumber peruntuh bagian atas. Layaknya sebuah bangunan, ketika sebuah bata goyah dari tempatnya, maka tinggal menunggu bata lainnya berhamburan.

Saya menangis, mencampuradukkan emosional sisa-sisa jahil mengenai rasa ingin memiliki manusia dengan kesedihan mendalam bahwa sekumpulan manusia sedang tidak bersatu padu menjalankan visi mulia. Benci, muak, bosan, bercampur jadi satu saat itu. Alhamdulillah, rekayasa Allah sungguh begitu indah karena begitu banyak pula sahabat sefikroh yang membangkitkan kembali semangat yang luntur sejenak. Tangisan itu lantas menguap di awal februari.

Februari, bulan yang katanya adalah bulan kasih sayang. Kasihan sekali. Kasih sayang kok pake peringatan. Persetanlah dengan bulan kasih sayang, bulan liburan, atau bulan perdamaian. Bodoh sekali orang-orang yang merancang peringatan semacam itu untuk suatu bulan. Tapi sepertinya akan lebih bodoh lagi ya kalau saya malah ikut membicarakan peringatan di sebuah bulan. Ya sudahlah, mari kita masuki awal februari yang indah. Seminggu pertama adalah hari-hari penuh tantangan. Perjuangan para sahabat dalam rangka menyukseskan kegiatan yang saya ketuai, bernama English Pintar sungguh luar biasa. Keringat, tetes air mata, raut wajah lelah, senyum manis ramah, dengan seringai tampak marah menghiasi perjuangan mereka. Perjuangan yang akhirnya membuahkan hasil luar biasa: ENGLISH PINTAR 2008, 9-17 Februari 2008.

Saya bersyukur sekali bisa ikut ambil bagian *sebuah bagian terpenting bernama Project Manager* dalam kegiatan tersebut. Itulah langkah awal pertunjukan rekayasa Allah untuk menuju dakwah. Itulah sebuah tanda dari Allah bahwa perjalanan yang telah disediakanNya harus siap saya lalui. Sebuah pertanda bahwa inilah saatnya belajar mengikhlaskan diri berkontribusi untuk dakwah. Inilah giliran saya untuk memberi sedikit yang saya miliki demi jalan dakwah yang nanti akan dipertanggungjawabkan bersama-sama jutaan umat manusia di muka bumi.

Menangis, lagi-lagi itu yang terjadi jelang akhir maret ini. Sebuah tangisan yang dapat meruntuhkan beban di atas punggung, yang tiba-tiba hilang dengan kalimat penuh suntikan semangat dari para sahabat, murabbi, dan tentu saja bapak ibu saya tercinta.

Insya Allah, malam ini saya mengazamkan diri untuk siap ditempatkan di mana saja demi dakwah ini.


Berbarislah bersama ribuan orang yang berdakwah, agar kita menjadi salah satunya. Berbarislah bersama ratusan orang yang berdakwah, agar kita menjadi satu di antaranya.

Berbarislah bersama sepuluh orang yang berdakwah, agar kita termasuk di dalamnya.

Dan saat tak ada lagi barisan orang-orang berdakwah, maka yang satu itulah kita.

Jika tiada seorang pun yang berdakwah, mari sama-sama berharap kita tergolong yang syahid saat itu.

(Hasan Al Banna)

Friday, 7 March 2008

Semerah Stroberi

Hari ini, kalau mata saya tidak salah melihat, adalah hari raya Nyepi. Artinya, kalau hari raya, di kalender nasional itu tanggalnya ada cat merah. Horeee... libur mengajar.

Tapi lantas saya tersadar, 7 Maret 2008 yang semerah stroberi ini tetap harus saya warnai dengan berbagai agenda: TRK, rapat, mengajar, dan siaran. Pyuwh, bahkan di hari libur...

Rencananya, hari ini dijadwalkan untuk benar-benar menikmati libur, menikmati hari Jumat yang semerah stroberi, dengan cara refreshing, tur ke Pantai Kura-Kura dengan teman-teman panitia yang berjuang keras menyukseskan kegiatan English Pintar 2008. Namun, terpaksa dipending dengan beberapa alasan yang sulit untuk dijabarkan di sini. Jujur saja, saya sebenarnya bingung mau cari waktu lagi buat fixing agenda tur ini. Setiap hari itu penuh sama jadwal kuliah, ngajar, dan siaran. Sedangkan weekend, waktu saya sedikitpun juga sepertinya tidak boleh kosong. Bahkan, di tanggal yang semerah stroberi ini pun....

Duh, kapan ya saya bisa benar-benar menikmati satu hari tanpa mengeluarkan sepeda motor dari kandangnya? Jadi ibu rumah tangga saja ya... haha

Monday, 18 February 2008

Work, and work, and Work again!

Thanks God, I can be here again to publish this post!

Though a homework from friend still can't be conducted yet, but I try to publish this post to show my existence in blogworld! Well, it's been so much nice having so much long time leaving this wonderful world. For about few month, I need to be focus on my project as I am the Project Manager named English Pintar 2008 which did really need to be handled seriously. And Alhamdulillah, it's really wonderful to have such a great event with some friends who were also serious conducted the event.

So many feelings to share with you guyz... But still I haven't found the right time (and right mood) to share it... Don't ever to e worry coz there's no time to say no time :)

Sunday, 6 January 2008

ini hasil PRnya...

Kebaikan hati blogger yang satu ini ternyata kadang bisa bikin repot *hehehe*

Baiklah pak iman, saya relakan waktu saya untuk memaparkan 8 fakta tentang diri saya.

1. Seneng sama kupu-kupu
Yea, walopun blog ini ber-url wedonotgoblog.blogspot.com, dan sepertinya tidak mencerminkan kekupuan, tapi kesukaan saya terhadap kupu-kupu memang tidak ada hubungannya sama url blog saya ini *ehehe, makin ga nyambung deh*

2. Belum bisa -pandai- memasak
Iya, saya belum bisa masak. Paparannya tentang pendapat saya tentang masak memasak, semuanya ada di sini.

3. Mahasiswi Bahasa Inggris semester 5 dan sedang pusing mikirin event kampus
Ya, tak terelakkan mah kalo yang ini. Saya emang sedang pusing mikirin gimanaaaa ya cara nyari dana 30 juta-an buat nyelenggarain event English Pintar.

4. Sensitif, gampang nangis
Iya, coba aja kasi saya bacaan yang menyentuh kalbu seperti tulisan-tulisan yang ada di dudung.net misalnya, hmmm cepet deh melelehnya *hikz*

5. Love Debate
Islam memang melarang kita untuk banyak berbantahan dan berdebat. Namun, debat yang saya senangi ini adalah debat dalam bentuk lomba-lomba gitu. Debat yang bisa mengantarkan saya untuk menjadi lebih kritis, bisa pergi lomba mewakili Universitas Tanjungpura, hingga akhirnya bertemu dengan seorang sahabat bernama Puspa yang juga blogger gila *peaceee pus*.

6. Pengen jadi dosen
Iya, sumpah pengen banget jadi dosen. Sejak kelas 3 SMP, mikirnya kalo jadi dosen itu enak. Dateng ke kampus, ngajar, atau kalo ngga ya ngasi tugas, trus balik, trus dapat gaji gede. Hahah, sekarang pikiran itu sudah musnah sama sekali. Ternyata jadi dosen ga segampang itu. Tapi saya teteup pengen jadi dosen, dosen yang bersahaja, yang dekat dengan mahasiswa/i dan bisa mengarahkan mereka menuju jalan dakwah Allah yang indah.

7. Penyiar Radio Volare
Saya siaran sejak kelas 2 SMA, dan bergabung dengan Radio Volare sejak lulus SMP. Kisahnya, nanti aja deh lain kali diceritain. Ini aja bikin postingan ini sambil siaran hehe.

8. Sedang belajar jadi akhwat.
Niat sejak 2 tahun lalu yang seringkali terhalang oleh kilau dunia. Insya Allah, 2008 harus jadi lebih baik. Teman-teman, dan juga pak iman, doakan saya yaa... Saya ingin menjadi wanita baik yang mendapatkan pria baik juga :)


Wah wah... jadi kayak curhat nih. Tapi, itulah dia 8 fakta yang saat ini sedang terjadi pada diri saya. Gimana pak guru Iman, sudah bisa dikoreksi?

Sunday, 7 October 2007

Tolong Bina, bukan Binasakan

Well, Alhamdulillah malam ini saya dan teman-teman menikmati akhir pekan menyenangkan di tepi sungai dalam keremangan indah namun silau. Hehe, silau? Maksudnyaaaa... yeah silau oleh blitz kamera digital salah seorang teman yang narsis *walaupun sebenarnya kami semua narsis sih*. Ber-7 malam ini, sepertinya lumayan menarik perhatian khalayak juga karena kami satu-satunya rombongan wanita berjilbab yang nongkrong di kafe. Apalagi, jilbab saya dan teman-teman bukan jilbab gaul, melainkan jilbab yang ditutupkan sampai ke dada.

Apakah terlihat aneh ya ketika para akhwat bercengkerama di kafe begitu? Setau saya sih, berikhtilat dalam Islam memang tidak boleh, dilarang. Namun, lokasi duduk saya dan teman-teman malam ini sepertinya tidak mengindikasikan ikhtilat apalagi khalwat. Anyway, saya yakin bahwa semuanya tergantung niat. Saya dan teman-teman tidak menjadikan kafe tadi sebagai tempat maksiat. Alhamdulillah pula, tidak ada maksiat yang bisa kami saksikan malam ini. Hmmm, barangkali peluang bagus juga ya untuk saya dan rekan-rekan Gaby, berpikir tentang berbisnis kafe, khusus akhwat yang ceria dan butuh refresing pula hehe.

Stress saya lepas. Debar saya karena menjadi ketua panitia sebuah event bernama English Pintar pelan-pelan turun seiring tawa yang muncul bersama teman-teman yang sungguh kompak ’menggila’. Menjadi ketua panita, sebuah event yang sangat ingin saya saksikan eksistensinya, sebuah tantangan untuk saya, namun juga suatu tanggung jawab yang bisa mendebarkan jantung saya. Apalagi, ditambah dengan beberapa bibir manis yang saya tak tau apa tujuannya. Ikut campur, peduli, memojokkan, atau ingin memprovokasi, entahlah. Barangkali mereka peduli, namun cara yang muncul ke permukaan memunculkan argumen seakan mereka ingin menyulut api emosi. Nah, nambah lagi kan tantangan dan cobaan saya. Masya Allah.

Terima kasih wahai bibir-bibir manis. Ucapan dari bibir tersebutlah yang akan menjadi noda dalam kepanitiaan saya dan teman-teman setia saya. Ga ada noda ya ga belajar. Terima kasih. Berkat noda dari kalian, wahai pemilik bibir manis, maka saya dan teman-teman mendapatkan kesempatan untuk belajar.

Kapan ujiannya? Jadi, kalau bisa jangan terus menerus menabur noda ya. Sekali-sekali, dukung kami dengan membeli pemutih atau detergen sehingga keberadaan bibir manis itu tidak sekedar meninggalkan noda, tapi bisa benar-benar menjadi PENASEHAT YANG MEMBINA, bukan penasehat yang MEMBINASAKAN.