dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 8 April 2009

Award lagi


Nah, dapat award lagi, setelah september lalu dapat award sebagai blog brilliant. Sebuah award bertuliskan: Your Blog is My Inspiration, dikasi langsung sama bang kana. Aih, benarkah blog saya menginspirasi beliau? Atau, hanya karna ga ada orang laen aja yang pantes dikasi award, makanya awardnya dikasi ke saya *weleh weleeeh, positive thinking atuh dhz*



Well, well. Terima kasih banyakbanyak dah buat bang kana. Trus, berdasarkan rule yang ditetapkan untuk penerima award ini, kita harus cari downline *nepukjidat, keinget MLM ihihihi* untuk meneruskan ke blogger berikutnya, yang mana blognya menginspirasi. Hmmm, artinya saya harus jalanjalan sebentar niy, nyari blog sapa ajaaa ya yang dah ngasi saya inspirasi...

*thekupu kembali selepas jalanjalan*

Uwm, tadi awalnya mau ngasi award ini ke mbah mbel. Blog jelek dan sesat, begitu kata pemilik blog penganut mazhab bocor alus itu. Anyway, walopun dianya sendiri berkata bahwasanya blog dia jelek dan sesat, tapi komennya buanyak dah, dan tentunya menginspirasi. Cuman, saya agakagak ragu juga mau ngasi niy award ke dia. Soalnya, dia orang penting, orang sibuk, dan orang edan hehe.. Tapiiii.. ya dah deh. Saya kasi awardnya ke mbah mbelgedez, yang pertama. Okeh, selamat mbel! Dapet award!

Trus, blog berikutnya yang juga menginspirasi saya adalah blognya mba Mitra. Bahkan, beberapa tulisan mba Mitra, ada yang saya copy looooh. Untuk referensi ^_^. Dah lama juga ga sapasapa mba Mitra. Kalo gitu, selamat buat mba Mitra. Terimalah award dari saya.

*ehm, brapa orang gitu ya yang dikasi award ini? nyontoh bang kana dah, 4 orang, artinya 2 blog lagi*

Olrait, berikutnya yang menginspirasi saya adalah kumpulan tulisan di blog Pak Syamsul. Yeah, walopun saya ragu, apakah beliau akan membuat postingan tentang award ini ato ngga di blognya, tapi gapapa deh, kasih aja. Toh di sini saya ga mau memaksa yang dapet award untuk melanjutkan award ini *bukan MLMers hehe*. So, congrats buat pak Syamsul ^_^.

Trakhir, saya persembahkan award ini, untuk sebuah blog spesial, sangat spesial, yaitu...... blog saya sendiri hehe. Pada belon berkunjung kan kemari? Ya udah, ga usah aja. Isinya juga narsis semua kok hihihi.

Oke dah. Congratulation untuk semua yang dapet award.

Monday, 6 April 2009

I love you...


Malam ini sangat menyenangkan. Kelas yang penuh gairah, penuh semangat. Mereka membuat saya berapi-api, walaupun tampang mereka tadi terlihat lelah sekali. Tapi sungguh, kelelahan yang terpancar dari wajah mereka, berusaha mereka lepaskan pelanpelan tepat saat saya masuk kelas dan berkata: "Well, today might be our last meeting, here".

Mengajar... pernah menjadi suatu hal yang ingin saya lepaskan dari kehidupan saya, yang masih berjalan kurang dari seperempat abad ini. Lucu sekali kalo mereview postingan saya waktu itu. Sampaisampai berkata: 'bye bye being lecturer' hehe. Even today, I get my since-3rd-grade-of-juniorhighschool ambition ^_^, being an English Lecturer *though I myself recently still count as student-who-will-leave-college soon!*. Betul sekali statement ini, "kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari... karena itu berusahalah mempersiapkan hari esok yang lebih baik" ya, kawan...



Kali ini, mereka yang saya maksut memang berbeda dengan mereka yang ada di sini. Waktu itu, mereka yang ada di situ adalah, siswasiswi saya berasal dari tempat mengajar yang berbeda. Tempat mengajar pertama, yang memberi banyak pelajaran berharga. Nah, mereka yang malam ini adalah, mereka yang berasal dari tempat mengajar berikutnya, lembaga kedua, berjudul SIS alias Solusi Interaktif SSC yang lokasinya di belakang Masjid Al-Jihad Pontianak *sekalian promosikan tempat ngajar, bole kan hehe*.




2 kelas ngajar malem ini, weleh... Duaduanya menyenangkan, dan selalu saja begitu. Mereka ini, baikbaik, bandel juga, tapi yang paling bikin saya senang adalah, mereka selalu mendengarkan setiap kalimat yang saya keluarkan. Mengajar udah bukan kayak ngajar, tapi lebih seperti ngobrol santai, malah kayak saya lagi ngemsi. Yang lebih spesial lagi, malam ini saya berdiri di depan kelas udah kayak orang lagi kampanye!

Aih aih... Ini garagara ujian nasional yang tinggal 14 hari lagi untuk yang SMA *ya, saya ngajarnya yang kelas 3 SMA, karena ga sanggup ngajar anak SMP hoho*. Nah, pas di depan kelas donk saya bilang gini: "Well, dah ga sabar kan nungguin ujian ya? Empatbelashari jelang ujian! 3 hari lagi pemilu!", kata saya. Dan dengan spontannya, seorang siswa menyambung, "Jangan lupa Pojok Kanan ataS kan, miss?". Wah, saya dipancing! Untung saja ga terpancing... Saya senyum aja, trus membalas, "Well, well. Kita lanjutin latian soalnya, sebentar lagi hampir jam d.e.l.a.p.a.n", yeah, tentu saja dengan DELAPAN yang saya mainkan nadanya sedemikian rupa, sehingga siswasiswi saya senyumsenyum juga hehe *btw, hari ini 2 siswi dan 1 mahasiswi saya bertanyatanya pada saya, apa yang terjadi pada saya kenapa hari ini banyak senyum sendiri :p*

Betapa... saya mencintai mereka, mencintai siswasiswi saya, terutama mereka yang malam ini, sebuah malam terakhir menikmati kebersamaan di dalam kelas, yang entah kapan lagi bisa ngerasain perasaan seperti yang saya rasakan malam ini. Besok lusa, sepertinya bisa ^_^

Friday, 3 April 2009

Tak berhenti berharap


"Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Akhwat Sholihah bak mutiara di dasar laut, tak selalu putih terkadang terbungkus lumut. Di dalam cangkangnya dia senang berada, menjaga diri dan tak mudah digoda. Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya. Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya."

Saya nyimpen kalimat yang juga hasil copy-an itu, pada tanggal 20 Maret 2009. Saya waktu itu hanya menggarisbawahi kata: terkadang terbungkus lumut...

Susunan kalimat yang dalam sekali maknanya...



Anyway, walopun maknanya begitu dalam, saya rupanya masih belum berani mengajukan analisa makna terhadap kalimat itu. Klise, sebenarnya.

Nah, walopun saya ga berani melakukan penganalisaan *apaan sih? analisis, din! ga pake pe-an!* terhadap kalimat itu, paling tidak ada 3 kata yang saya garis bawahi: terkadang terbungkus lumut. Saya memaknainya sebagai: kesalahan manusia, yang disengaja dan tak disengaja.

Yeah sure. Lumut. Mengotori cangkang. Dosa. Mengotori jiwa manusia. Tapi saya sangat meyakini, bahwa kesalahan (baca: dosa) itulah yang merupakan pertanda bahwa manusia, disebut manusia. Soalnya, kalo ga ada dosa, namanya malaikat kalo ga salah...

Okey, kawan. Bukan berarti trusannya saya melakukan pembelaan klasik dengan mengatakan bahwa manusia tak luput dari kesalahan loh ya. Kalimat itu terlalu truistic untuk diajukan sebagai argumentasi. Undeniable. Inti dari semua ini adalah SEBUAH HARAPAN. Mengapa? Well, rupanya mata saya masih ingin membuat garis bawah pada kalimat: menyelam untuk menemukannya.

Ya, menyelam. Menyelam yang dalam, sangat dalam. Menyelam hingga rasanya oksigen dalam tabung pun takkan cukup lagi untuk bekal naik ke permukaan, sampai rongga dada terasa sesak, membuat mereka yang tak punya bekal cukup gairah semakin merasa mendapatkan alasan untuk berhenti menyelam, segera naik ke atas, agar nafas bisa dihela kembali.

Saya sedang mengalami posisi itu, kayaknya. Kadangkadang muncul rasa, tidak ada motivasi lagi untuk mencari 'klik' agar bisa total di dalamnya. Seperti yang pernah saya paparkan, Saya sangat mencintai Tarbiyah dan berkeinginan kuat untuk benar-benar bisa aplikasikan rasa cinta saya lewat refleksi sikap yang sedang saya cari penguatan kaitnya dalam diri saya. Iya, kawan. Penguatan kait. Karena 'kakak' pernah berkata, sebuah kalimat yang saya maknai seperti ini: "Jangan tunggu ikhlas itu muncul, karena kau akan sulit bergerak. Carilah motivasinya, agar bisa sampai pada Motivasi yang sesungguhnya, yang sejati"

Maka dari itu, kakak... dan kawan... Saya tidak berhenti berharap, sampai harapan itu melenyapkan dirinya dari hadapan saya. Karena rupanya cermin itu pun tak sanggup menghindari fakta, saya adalah perempuan lemah yang SELALU butuh motivasi, untuk benarbenar mencapai MOTIVASI yang sesungguhnya.

Untuk kakak, smsnya tidak salah kak. Itu dari hati. Semoga digetarkan.

Terima kasih, kawan... Terima kasih untuk menjadi motivasi bagi saya, meskipun *entahlah* kau menyadarinya atau tidak...