dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 4 June 2009

Berjalan bersama


Kapan terakhir kali menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, kawan? Seberapa sering kita menyengaja untuk jalan kaki berkilokilo meter, kalau tidak ada certain occasion yang mengharuskan kita untuk jalan kaki? Yeah, such as jalan santai yang buanyak doorprize, ikutan aksi palestine, motor keabisan bensin ato putus rante, and else.

Sepekan, paling tidak berjalan kaki sebanyak 2 sampai 3 jam. For having a good quality of Qawiyyul Jasmi, perlu juga menyengaja untuk berjalan kaki keun? Yeah, tentu saja juga supaya tidak memanjakan diri dengan 'kudabesi' yang Allah titipi. Waduh, kenapa belakangan ini saya senang sekali menyindir diri sendiri? Apa karena ini bulan Juni? Yeah, di Juni ini aku berjanji kepada hati untuk tak lagi merasa sedih *widiiiw, seakanakan bulanbulan lalu tu saya sedih, gitu ya? hoho*. Nope, not at all. Menyindir diri sendiri itu, tak kenal waktu. Bukan menyindir, sebetulnya. Tapi, menyadari kesalahan sendiri, termasuk kealpaan saya yang jarang jalan kaki, bahkan sekedar ke depan gang aja. Hikz.

Baiklah. Mari membahas tentang jalankaki, kawan.



Melalui google.com, saya menemukan beberapa manfaat jalan kaki. Dan salah satu site yang dihubungkan dari hasil pencarian saya dengan kata kunci: manfaat jalan kaki, saya mendapatkan informasi di sini. Silahkeun dibaca sendiri ya, d.e.l.a.p.a.n manfaat jalan kaki di situ.

Anyway, mengutip salah satu manfaatnya: bahwa jalan kaki bisa membuat bahagia!! What a very great impact, uh!? Tapi, mari baca dengan seksama kutipan artikelnya berikut ini:

Membuat bahagia

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Texas menyimpulkan bahwa berjalan kaki selama 30 menit dalam sehari bisa mengurangi depresi dan stres.

Bahkan studi Universitas Temple menyebutkan berjalan kaki 90 menit selama lima kali dalam seminggu bisa membuat Anda merasa lebih bahagia, karena tubuh manusia memproduksi endorphin, yaitu semacam hormon yang membuat orang menjadi bahagia.

Nah, nah. Ternyata, yang bikin bahagia itu, not directly jalankakinya kita, kawan. Melainkan, sebuah hormon bernama endorphin, yang tentu saja sudah dengan sangat cantik dan luarbiasa diciptakan oleh Allah SWT sejak kita lahir. Artinya, bahkan sejak pertama kali ruh ini berucap janji setia padaNya, potensi untuk bahagia itu sudah ada, dan tinggal digali saja. Toh saya juga sudah pernah bahas tentang ini di postingan sebelumnya kan ya ^_^. Semangat itu bukan dariku, ia ada dalam dirimu. Kamu tinggal explore aja gimana caranya biar hormon endorphinnya bekerja maksimal ;)

Yeah, bahwasanya kesehatan, kebahagiaan, kecantikanhati, semua adalah anugerah dari Allah SWT. Bahkan kesedihan pun, sedih yang disertai airmata yang menguatkan jiwa, jika saya boleh beropini *yaiy, boleh dong din, silahkeun aja toh blog sendiri heheh*, mereka juga anugerah. Tentu saja, kawan. Seperti yang pernah ditulis oleh seorang dokterhewan, bang Nur'aini Suharsono, ketika ia sedang dalam perjalanan, tulisnya:

Masih banyak celah yang menjadi anugrah...
tak selamanya yang dikhawatirkan terjadi, toh Allah masih memberikan banyak keindahan dan eleganisasi....

Semua berangsur sembuh dan mulai bangkit dari kealpaan diri,
bukankah setiap kita setiap hari harus dewasa dan menjadi mawas diri ?

Bilapun ada yang tertinggal dan belum berubah, mungkin saja itu batu besar,
karena memang butuh waktu utk memecahkannya, namun paling tidak,
sampah dan lumpur yang tidak menjadi kerak hati tetap bisa di bersihkan....

Siapa sih yang mau berendam lama-lama dalam stagnansi dan kebodohan...
tak ada enaknya membasahi jiwa dengan kekerdilan...
Mungkin akan lebih cerah bila berupaya tumbuh, mekar dan dihinggapi kupu-kupu serta dipayungi matahari pagi...

Yach...sejak kita disebut manusia, sejak itu pula kita menjadi cantik dan anggun di depan kebodohan....Pasti !

Cantik dan anggun di depan kebodohan. Ah, bagus sekali... Dihinggapi kupukupu serta dipayungi matahari pagi. Yeah, matahari yang senantiasa tersenyum, kawan. Senyuman yang hangat, yang hanya bisa dilihat oleh sepasang mata yang berfungsi ganda: melihat untuk kemudian menyampaikan langsung ke dalam hati. Sangat terasa hangat. Itulah sebuah pertanda baik. Itulah pertanda bahwa rekayasa Allah yang paling indah sudah diterima dalam ruang hati paling dalam, tanpa perlu di acc dengan tinta hitam di atas kertas putih.

Dan jika, berjalan kaki adalah sebuah aktivitas pergerakan salah satu bagian tubuh yang memberikan beragam manfaat, maka pastilah 'berjalan' menuju sebuah muara yang indah dan elegan, menjadi sesuatu yang bahkan jauh lebih menyehatkan dan membahagiakan daripada berjalan kaki 10.000 langkah per hari.

Anyway, yuk mari biasakan jalan kaki. Paling tidak, kalo semisalnya masjid ga terlalu jauh dari rumah, bolehlah kunci kudabesi dibiarkan gantungdiri :p *maksabanget.com supaya rimanya sama ihihihi* ato, kalo mau fotocopy dokumen yang tempat fotocopynya deket buat pergi, yeah sudah pilih aja jalan kaki. Hikz, nyindir diri sendiri lagi.

Tuesday, 2 June 2009

track yang benar


Saya sudah pernah bilang kan, kawan. Bahwasanya, dalam tubuh kita ini, antivirusnya ada banyak betul. Potensi untuk diserang virus dan menolak virus itu juga sungguh, Subhanallah, luar biasa! Dan belakangan, sepertinya status facebook saya, yang terkesan memancing prasangka orangorang bahwa saya akan segera menikah, menjadi salah satu virus yang menyentil urat nadi dan detak jantung saya. Ya bagaimana tidak. Membuat orang berprasangka begitu, membuat saya berdebardebar, janganjangan tahun ini saya betulan akan menikah *amiiiiiin*. Prasangka, trus direalisasikan dalam bentuk tulisan, lantas saya ucapkan, dan kemudian diaminkan banyak orang, mana tau kan bakal jadi beneran?

Maka dari itu saya katakan, kawan. Satus facebook itu seperti barisan kalimat Headline Koran. Paling tidak, status facebook saya sendiri deh. Terkesan memancing. Memang betul. Kenapa muncul kesan memancing?

Yeah, barangkali karena imbas dari kebiasaan saya dulu, jaman masih aktif nulis untuk English Day on Tribune, dan tulisantulisan lain di koran. Saya diajari, kalo bikin Judul untuk apasaja, sebisamungkin buatlah yang menarik, yang membuat orang penasaran untuk cari tau. Begitu, kawan. Dan rupanya, ini terjadi pada status facebook. Rasanya sih, ga cuman status saya sendiri saja. Banyak status lain yang terkesan memancing, dan kita baru tau maksut dan tujuan dari penulisan status itu apa, jika dan hanya jika kita baca semua komentar yang masuk di status itu. Karenah, biasanya tuh ada jawaban atas keremangremangan status, begitu... Walopun takjarang juga siy, komen sama status pada akhirnya sama sekali ga nyambung hohoho.

By the way, kenapa yah kok bisa status facebook sama komentarkomentar yang ada di bawahnya bisa ga nyambung? Yuk dianalisa.



Ketidaknyambungan itu, menurut saya pribadi, terjadi karena beberapa faktor. Antaralainnya adalah: lexical mindset yang ada dalam kepala masingmasing. Kan beda yah, kawan. Nah, pada saat status di publish, setiap orang yang membaca barangkali punya persepsi berbeda dari pemilik facebook yang mempublish status. Maka dari itu, track otak dari kepala yang berbeda, menghasilkan komentar beda pula dari status. Pemilik facebook *yang artinya, orang yang nulis status* tentu punya frame pemikiran sendiri mengenai status yang dia buat. Dan ketika ada orang lain kasi komen oot a.k.a out of topic, boleh donk pemilik facebook menyatakeun bahwasanya: HEI, KOMEN ANDA BERADA DI TRACK YANG SALAH!!

Nah, dan melalui postingan ini, saya mau memenuhi janji saya. Mungkin ini akan jadi postingan yang bangetbangetan panjang, sehingga akan perlu waktu lebih banyak dari biasanya untuk ngebaca tulisan kali ini. Anyway, semoga saja sesudah dibaca, respon yang dihasilkan bukanlah berupa nada C A minor D minor ke G ke C lagi A minor D minor ke G ke C lagi A minor D minor ke G ke C lagi. Paham kan? Monoton dan tidak ada perubahan ;) Masa muternya ke situsitu terus. Kapan naik kelasnya? hoho *nyindirdirisendirilagi*

Well. Mau ga mau, ngomongin jodoh dan nikah lagi deh blog ini. Aha. Selamat menikmati tulisan copy-paste ya, kawan.

Hmm.. akhir-akhir ini pembicaraan tentang jodoh dan pernikahan menjadi salah satu topik yang amat menarik dibahas oleh orang-orang terutama yg masih lajang dan seusia denganku.. Tak hanya teman-teman di sekitarku namun juga temen-temen nge-blog di MP (Multiply) pun lagi seru-serunya bahas ini. Rata-rata postingan mereka all about jodoh, nikah ataupun cinta.. Sebenarnya aku tak begitu mengerti tentang konsep jodoh. Bagiku itu adalah sebuah misteri.

Hanya Allah-lah yang Maha Tahu masa depan seperti apa yang akan kita jalani selanjutnya dan dengan siapa nanti kita akan bersanding mengarungi bahtera hidup. Well, aku tak pernah bisa membayangkan siapa dan bagaimana rupa pangeranku kelak (ehm..!!) dan memang tak perlu dibayangkan bukan… Psssst…. kalau dibayangkan bisa-bisa zina hati!!! Hati-hatilah, syaitan amatlah lihai memasuki hati para manusia lajang dan membangun istana cinta di dalamnya. Membangun harapan-harapan semu dan membuat kita akan selalu berharap ’seseorang’ untuk menjadi jodoh kita. Lalu bila kita sudah terlanjur menaruh harapan terlalu tinggi pada seseorang tersebut, apa benar akan ikhlas bila dia ternyata bukan seseorang yang dipilihkan-Nya untuk kita???

Seorang teman dekat (sebut saja N) pernah menangis di hadapanku. Dia berkata andai ternyata orang yang dicintainya itu bukan jodohnya, dia tak tahu harus bagaimana. Dia belum bisa ikhlas. Dia selama ini sudah sering membayangkan bagaimana seandainya bila S yang juga adalah temanku, menjadi suaminya. Aku agak kaget juga,

”Haaah… kamu bisa membayangkan jika dia udah jadi suamimu?”


”Yah, bisa… bahkan bila aku melahirkan anaknya pun aku bisa membayangkannya”
Oooow…. heeee…hee..hee aku agak meringis.

”Emang kamu nggak pernah bayangin lagi berduaan sama seseorang?? Atau berandai-andai seseorang menjadi suamimu? Bermimpi kamu melayaninya…”, tanyanya padaku.
Weeeitss… Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat. Nggak pernah!!! Naudzubillah.. itu zina hati… apalagi aku cewek, aku nggak pernah mimpi yang gitu-gitu.

”Aduh, sahabatku.. syetan udah berhasil menjelma sesuai dengan apa yang kamu pikirkan . Banyak-banyak berdoa dan minta perlindungan sama Allah yah… Kalau puasa saja nggak kuat menahan hasrat tersebut berarti sudah kewajibannya lho kamu nikah… ”, pesanku.


”Dia itu baik..”, katanya lagi.. ”Dia rajin beribadah, alim, pasti dia bisa jadi imam yang baik buat keluarga dan bisa membimbingku… Tapi NIKAH??? Bapakku belum membolehkanku untuk menikah. Katanya percuma dong aku kuliah kalo pada akhirnya belum jadi sukses malah larinya ke dapur. S juga mana mau menikah dalam waktu dekat. Wong mas-masnya aja belum nikah.. Pasti masih lamaaa… ”


“Jangan mempersepsikan nikah seperti itu… Berilah penjelasan secara baik-baik mengenai apa sebenarnya hakikat menikah itu sendiri. Kita tetep bisa jadi orang sukses kok walopun kita jadi istrinya orang atau kembali ke dapur. Kalau suami mengijinkan kan juga tetep bisa kerja. Asal tak membiarkan urusan rumah tangga terbengkalai. Tau tanggung jawab dan kewajiban-lah..”.

Aku pun melemparkan pertanyaan padanya,
”Atas dasar apa kamu menyukainya? akhlak dan agamanya khan??”

”Yah, aku mencintainya karena Allah”
”Hmmm… Temanku sayang, tahukah kamu.. Jika kamu mencintainya dengan tulus karena Allah itu artinya dia bisa membawa pengaruh yang baik buat kamu. Semakin mendekatkanmu pada Allah. Dan satu hal yang harus kamu ingat… Kamu ikhlas dengan segala ketetapan Allah. Jika memang dia yang dipilihkan Allah buatmu, bersyukurlah berarti dia jodohmu. Tapi bila bukan… Kamu kudu ikhlas. Berarti ada orang lain yang menurut Allah lebih pantas untuk mendampinginya. Insya Allah Dia telah mempersiapkan pangeranmu. Entah itu S ataupun bukan, hanya Allah yang tahu.. dan juga apakah kita akan dipertemukannya di dunia ini ataukah di akhirat kelak. Yakin deh, jodoh kita tak akan tertukar. Dan kamu juga jangan terlalu memperturutkan nafsu atau keinginanmu. Syetan itu pandai banget lho mengambil ’kelengahan’ kita untuk menjerumuskan ke hal-hal yang dilarang sama Allah.”, terangku (kok jadi bijak mode-on giniii ya.. ).

”Belajarlah ilmu ikhlas, Wahai Sahabatku..”, pesanku sambil menghapus air matanya.


Diapun terdiam, mungkin saja dalam benaknya dia sedang mencerna kata-kataku, setelah itu ia berpelukan denganku sambil terisak.. lalu tidur. Kok mellow kayak di film-film gini ya, hehe.. Aku yang kebetulan menginap di kamarnya kemudian diam merenung.. belum bisa memejamkan mata. Kuliat jam dinding, hoh, jam sepuluh malam. ---Ya, Allah jagalah pula hatiku untuk selalu mengingat-Mu…!! Biarkan hanya Cinta untuk-Mu lah yang jadi The Number One in My Heart..--- Lalu kuambil Al-Quran terjemahan milikku dan mentaddaburi makna yang terkandung dalam beberapa surat yang kubaca. Setelah itu aku pun beranjak tidur.

***********************

Jodoh… Hmm.. lagi-lagi jodoh.. Aku pernah membaca buku Mars & Venus on a Date–nya John Gray. Aku menemukan kata-kata yang menyatakan bahwa ketika sepasang pria-wanita merupakan jodoh, maka jiwa mereka akan saling mengenali. Akan muncul getaran dalam jiwa mereka.. Walau sebenarnya kita akan merasakan seringnya terjadi getaran saat kita sedang jatuh cinta pada seseorang. Namun getaran pada jodoh itu beda… Belum tentu orang yang berpacaran adalah jodoh. Dan bertemunya jodoh itu tidak bisa disangka-sangka atau direncanakan. Kalau memang sudah ditakdirkan pada suatu saat yang tepat (telah diatur oleh Tuhan) kita dipertemukan dengan jodoh kita, mungkin kita tak akan menduganya bahwa saat itulah kita bertemu dengannya. Orang-orang yang menikah dengan bahagia seringkali mengatakan bahwa mereka menemukan jodoh mereka ketika mereka tidak sungguh-sungguh mencarinya.

Hmm.. betulkah? Contoh: Seseorang bertemu dengan jodohnya waktu dijebloskan ke penjara. Nah.. Lho?? Ketika disitulah dia malah bertemu dengan seorang polisi wanita yang ternyata adalah jodohnya. Setelah bebas dari penjara mereka menikah. Seandainya dia tidak masuk penjara apa akankah bertemu? Menurutku semua itu adalah skenario-Nya. Manusia tak pernah tahu..
Well, aku juga pernah sekedar ngobrol-ngobrol dengan kakak iparku (istrinya sepupuku). Dia bercerita bertemu jodoh itu rasanya beda dengan pacar atau orang-orang yang pernah masuk dalam episode hidupnya.

”Bedanya apa, Mbak..??”, tanyaku.


”Tak bisa dideskripsikan…, hanya hati dan jiwa kita yang merasa.. Inikah jodohku.. Benarkah dia.. itu saat hati kita penasaran.. Pokoknya rasanya beda Dek dengan rasa yang biasanya Mbak rasakan dengan orang-orang sebelumnya.”


”Nanti deh kalo udah nikah baru tau dan menyadari hal itu..Oh, ternyata ini jodohku, gitu hehe..”, katanya lagi.

”Mbak pakai istikharah atau minta pendapat sama Allah??”


”Tentu Dek.., Mbak pun mencoba istikharah, jawabannya memang dia (masmu itu) dan muncul sekilas dalam mimpi. Jadi penasaran khan.. ^_^. Dan ternyata sama Allah begitu dimudahkan prosesnya. Orang tua juga merestui ketika dia melamar. Dan nggak mau nunggu lama-lama, kami berdua pun menyegerakan menikah.”


”Subhanallah… ” Aku dan seorang saudaraku yang mendengarkan Mbak ipar tadi pun tersenyum-senyum.
”Hayoo.. kalian sudah merasa ketemu apa belum?”, tanya Mbakku itu.

”Yaaah, ndak tau lah Mbak.. itu khan juga rahasia Allah hehehe.. ntar kalo dah nikah khan baru tau.. oalaaah,, ternyata kamu toh jodohku, hahaha…”, jawab kami sambil bercanda..

***********************


Menurutmu apakah sebenarnya definisi jodoh itu???
I think.. jodoh itu adalah orang yang dipilihkan oleh Allah buat mendampingi kita menjalani salah satu episode kehidupan yaitu pernikahan. Jodoh memang misteri. Kita tak bisa menebaknya sampai akhirnya ikatan halal yang telah di-sah-kan oleh Allah mengikat diantara keduanya. Mitsaqan Ghalidza. Janji dihadapan Allah…Jadi selama masih pacaran (tapi maaf saya tidak pacaran dan tak mau menempuh jalan itu), komitmen atau janji muluk-muluk yang belum pasti bukanlah penjamin seseorang itu adalah jodoh kita. Belum tentu. Semua punya hak untuk berusaha mendapatkan jodohnya. Dan yang Maha Pemberi Ketetapan itu adalah Allah. Jodoh kita bisa siapa saja.. Bisa jadi ternyata adalah orang yang kita kenal atau bisa juga malah nggak kenal sama sekali. Wallahu’alam..

Manusia bisa bertemu dengan jodohnya bila dia berusaha dan berdoa. Qta ingin orang yang menjadi pasangan kita adalah orang yang punya kualitas baik, maka kita pun harus memperbaiki diri kita agar juga berkualitas baik. Terutama dalam kualitas agama. Itu poin terpenting jika ingin selamat dunia-akhirat, janganlah terbutakan memilih seseoranghanya karena oleh rupa, kekayaan, kepintaran atau keturunan. Embel-embel lain dibelakangnya itu adalah bonus jika Allah memberikan rejeki seseorang dengan kriteria mendekati sempurna seperti itu kepada kita. Janganlah memilih orang berakhlak seperti Ali jika kau belum bisa setangguh Fatimah. Atau bahkan berakhlak semulia dan sesempurna Nabi Muhammad jika kita sendiri belum bisa seperti Khadijah atau Aisyah..


Aku jadi teringat perbincanganku dengan seorang teman ikhwan yang nggak seberapa ikhwan (dia sendiri yang ngaku kayak gitu, lho, he.. Aneh pisan!!), sebut saja R, beberapa hari yang lalu. Dia sebenarnya sudah memiliki kecenderungan hati pada seorang gadis. Dan kebetulan aku kenal baik dengan sang gadis.. (Lha wong sang gadis adalah sahabatku juga).

Aku hanya memperingatkannya, ”Hati-hatilah membawa hati. Jangan sampai terjerumus pada pacaran.” Aku yakin dia paham sekali dengan hal seperti itu dan tahu batasnya. Dia mengiyakan pernyataanku mengenai apabila sedang menyukai seseorang (lawan jenis), tak perlu untuk mengungkapkan langsung padanya (baca:nembak), bila memang sudah siap, langsung melamarnya saja.

”Sepakaaaaaat!!”, jawabnya.. ;) Hingga sekarang dia berteman baik dengan sang gadis (yang katanya) untuk menyelami kepribadiannya dan menjalin silaturahmi.


Aku tersenyum, ”Kamu sampai sekarang tetap berteman dengannya..?”


”Yah, semoga saja Allah tetap menghendaki agar kami tetap berteman baik seperti ini”, katanya. R bercerita padaku bahwa dia tak pernah menyatakan perasaannya tapi hanya sekedar memberikan wacana untuk menilai apakah R kira-kira nanti akan diterima ataukah tidak oleh sang gadis (bingung juga maksude piye…) ”Kapan tuh,, lama dong ya.. Jangan lama-lama..”, kataku..

”Dua tahun lagi mungkin aku akan memintanya langsung ke rumahnya. Minta restu pada kedua orangtuanya.” Kemudian dia melanjutkan lagi, ”Hmm.. tapi bila sudah keduluan orang ya berarti aku bukan jodohnya. Yang terpenting sekarang aku sedang berusaha memperbaiki diriku. Dia adalah orang yang baik, jadi akupun harus jadi orang yang baik. Bukankah Allah sudah berjanji orang yang baik akan dapat pasangan yang baik pula.” Aku meng-amin-kan.

”Kita harus berusaha dan berdoa, ketetapan akhir tetaplah di tangan Allah.”, katanya lagi.
Yup… semoga Allah memberikan yang terbaik buatmu, Sahabatku… :-) Asalkan kau tahu batasnya dan tak terlalu menaruh harapan besar yang membutakanmu. Jangan sampai mengalahkan perasaan cintamu pada Allah… Aku ingat akan planning yang pernah R susun beberapa semester dahulu sebelum lulus kuliah.

Aku dan beberapa teman yang membacanya agak takjub dengan perencanaannya itu.


Tahun depan: Skripsi, lulus kuliah alias wisuda, Amiiiin… (terkabul!)


Tahun kedua: Dapat kerja (terkabul!) danmemberi nafkah pada ibu dan menyekolahkan adik-adik.

Tahun ketiga: Memperbaiki rumah dan bila sudah siap Insya Allah menikah.

Tahun keempat: Punya Anak.

Trus ada teman yang nyeletuk, ”Wah, R.. sapa tuh calon istrinya?”

”Aku juga belum tau. Rahasia-nya Allah!”, jawabnya sambil agak tersipu-sipu…
Deuh… ^___^

Aku berpikir untuk diriku sendiri.. Kalo aku gimana ya?? Waduh,, sensitif nih urusan beginian. Nggak mau bahas ah.. Hehe.. Wallahualam…

Namun dalam lubuk hati ini sedang mempersiapkan diri dan keikhlasan untuk menerima’nya’ yang telah dipilihkan Allah untukku suatu saat nanti. Ada sebuah quote cukup menarik, tapi lupa sumbernya darimana..

Menikah itu menjanjikan pahala yang tiada putus-putus bagi yang menjadikannya
gelanggang untuk mengukuhkan iman, mencintai Tuhan dan menjadikan surga sebagai tujuan. Menikah itu penutup dari ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan lainnya bagi yang mengetahui rahasia-rahasianya. Menikahlah anda demi Tuhan dan Rasul-Nya, bukan menikah karena perasaan dan menuruti kebiasaan. Jodoh tak perlu terlalu dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun anda juga perlu membuka lorong-lorongnya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak terhalang.

^_^ Naaah,,, aku setuju banget ma quote tersebut!! Nggak perlu risau, sabar aja…Waktunya udah ditetapin kok sama Allah. Dan yang nggak kalah penting.. Membuka jalan bagi sang pangeran kita yang telah dikirim oleh Allah agar mudah menjemput kita.
Jodoh memang di tangan Allah, tapi masa tetap pasrah dibiarin di tangan-Nya begitu saja.. nggak berusaha diambil?? Ya kudu berusaha dunk…

Trus dengan jalan apa??? Perbaikan kualitas iman, perbaikan diri dan perbanyak teman!! Sapa tau jodoh kita nyelip satu diantaranya. Atau malah ada teman atau orang yang jadi salah satu penunjuk jalan/ perantara dimana jodoh kita berada. Betul nggak?? Tapi jangan diniatin apa-apa yang kita lakukan itu adalah dalam rangka mencari jodoh. Seperti begini nih, aku beribadah tekun ah biar dapet jodoh.. atau ah, aku banyak-banyakin berteman dengan lawan jenis biar ntar ada yang kesengsem sama aku. Waduuuuh.. kalo itu mah niatnya sudah salah atuuuh… Niatkanlah semuanya karena Allah.. jangan karena hal-hal yang bersifat keduniawian, Ok?!

So, apa pendapat anda mengenai jodoh??


Yeah, silahkeun berikan pendapat anda tentang jodoh. Senang sekali kalo banyak pendapat di blog yang pink-nya semakin berwarna ini ^_^

Monday, 1 June 2009

Berbagi bahagia (revised)


Hai, people. Sudah bulan Juni ya rupanya. Betapa senangnya hati ini. Artinya, tinggal sebulan 22 hari lagi saya ulang tahun hehe. My June, so much wonderful to remember. Betapa fluktuatifnya saya ini. Beragam kisah di Juni tercinta, tetap fluktuatif belum tersentuh sebuah 'klik' paling indah di dunia. Yeah, tahun lalu, 16 Juni 2008, rupanya sudah menjadi bagian dalam hidup saya, tanpa saya sadari waktu itu.

Dan bulan Juni, untuk kedua tahun lalu, tersinggung juga rupanya tentang nikah ya? Nah, apa saya bilang, kawan... Rencana saya untuk menikah itu sudah ada sejak lama. Hanya saja, memang sepertinya belakangan ini ditanggapi dengan sebegitu heboh dan dramatis di facebook saya. Well yeah. Sadarkan temanteman bahwasanya beberapa status facebook saya *dan kita semua, rasanya* seperti sebuah headline di media massa ternama ibukota? Selintas saja dibaca, maka habislah otak kita degerogoti beragam pikiran dan prasangka yang barangkali seharusnya diluruskan melalui konfirmasi langsung dengan pertanyaan yang betulbetul jelas.

But don't worry... Awal juni ini, saya ga akan blakblakan langsung nyinggung tentang nikah kok. Tapi saya akan menyinggung mengenai jodoh *hehe, bukannya kalo jodoh takkan kemana, melainkan ke pelaminan, din? ihihi*. Yeah, baiklah, kawan. Hanya ingin berbagi kebahagiaan saja di awal bulan ini.



Kebahagiaan pertama adalah: bulan ini saya akan segera selesai PPL. Memang sepertinya tidak ada hubungannya dengan jodoh ya *berhubung tadi di awal saya bilang, saya akan singgung tentang jodoh hoho*. Anyway, menyelesaikan proses PPL betulbetul membuat saya sedikit lebih lega saja, kawan. Tentang hubungannya sama jodoh, coba cari sendiri aja ya.

Kebahagiaan kedua adalah: dosen pembimbing untuk skripsi saya adalah 2 orang dosen luar biasa di bidangnya masing-masing, 'sefikroh' untuk urusan linguistik, dan yang paling penting, keduanya sudah cukup 'dekat' sama saya. Betapa bahagianya. Emang siy, rilis namanya sudah sejak akhir May lalu. Anyway, rona bahagianya masih berasa mpe hari ini. Semoga teruuus mpe suatu hari saya yang ngebimbing anak orang *maupun anak temen, barangkali* untuk susun sekerispi. Amien. *kalo yang ini, bisa dihubungkan dengan mudah kan untuk perkara jodoh? ;)*

Kebahagiaan ketiga adalah: malam *ketika postingan ini di edit, sedang petang* ini saya menemukan tulisan yang bagus. Dan inilah yang sangat berkaitan erat dengan jodoh. Hmm, jadi keinget jaman kemarinsore ketika saya berkata bahwa saya akan gila ditinggal manusia berlabel pria. Berkalikali sudah kejadian kayak gitu, masa mau jadi kedelai *ato keledai siy ya?* untuk yang kesekian kalinya? Jadi seperti kede(le-da)lai aja ogah euy, apalagi jadi kedelai *keledai* kan ya? Nah, makanya dari itu, kawan, saya senang malam ini. Segala dinamika hidup yang terjadi sepanjang 3 bulan belakangan, terbayar dengan sebuah rasa lega melalui cerita di blog tersebut, dan juga kekuatan lain dari airmata yang jatuh, selengkung senyum yang manis, dan renyah tawa tiada terkira.

Kisah lengkapnya bisa temanteman baca di postingan setelah postingan ini. Akan saya copy-kan full nanti. Dan postingan ini adalah hasil editan, setelah sebelumnya saya nge-link ke blog lain yang isinya ternyata, setelah diberitau seorang akh, adalah kisah yang sebetulnya tidak patut saya copy. Jazakallah khair. Dan juga, a bunch of pink roses, eh a bunch of thanks maksutnya *heheh* untuk seorang saudara yang sangat banyak sekali memberikan inspirasi dalam labirin otak saya yang sebelumnya hanya berwarna pink saja. Syukron, you're great. Sekarang rasanya, otak saya jadi berwarnawarni dan indah sekali loh dengan tambahan ilmu setebal itu. Smoga yang terbaik dari Allah untuk kita ya, saudaraku. Untuk kita semua juga, tentunya, temanteman ^_^.

Nah, anyway, saya teteup akan copy sebuah quotation dari blog yang tadi.
Semoga mengetuk hati.


Menikah itu menjanjikan pahala yang tiada putus-putus bagi yang menjadikannya
gelanggang untuk mengukuhkan iman, mencintai Tuhan dan menjadikan surga sebagai tujuan.

Menikah itu penutup dari ketidaksempurnaan insan kepada kesempurnaan insan lainnya bagi yang mengetahui rahasia-rahasianya.


Menikahlah anda demi Tuhan dan Rasul-Nya, bukan menikah karena perasaan dan menuruti kebiasaan.

Jodoh tak perlu terlalu dirisaukan, tiba masanya ia akan datang menjemput, namun anda juga perlu membuka lorong-lorongnya agar jemputan itu mudah sampai dan tidak terhalang.

Yeah, begitulah. Jodoh takkan pernah tertukar. Sangat truistic dan undeniable. Sudah tertulis di Lauhul Mahfudz dengan cantik dan indah betul, Lauhul Mahfudz yang sudah pasti benar, dan tak bisa diintip sama sekali. Itu rahasia Allah, dan semoga saja kita tak lagi mainmain dengan yang sudah pasti. Kalau sekarang di depan mata kita ada seorang pria tampan atau gadis cantik *baik relatif maupun absolut* berjalan mengitari kebun fatamorgana, maka barangkali esok hari pada saat yang tepat, akan ada beribu pilihan lain yang jauh lebih menakjubkan dan diridhoi Allah di setiap sudut tubuh kita, jika saja kita sungguhsungguh mengimplementasikan teori aqidah ini.

Ibaratnya, kalimat orangorang: hidup ini penuh warna, sobat. Hidup ini berwarnawarni. Yak, betul sekali. Hidup ini warnawarni, kawan. Jadi, kalau ujiannya merahjambu melulu, ga produktif donk antivirus warna laen yang udah disediakan Allah dalam dirikita. Kapan naek kelasnya kalo gituh. *aduwh, nyindir diri sendiri lagih heheh*

Baiklah. Selamat berbahagia dengan keyakinan memuncak dalam dada, kawan. Tetap semangat, dan tersenyumlah setiap hari. Your smile still reflects my happiness, coz the happiness is created from the core of your own choice, in the right line and path.

Last but not least, Selamat juga saya ucapkan untuk diri saya sendiri, yang insya Allah sudah menemukan 'klik' hati untuk terus berdiri di sini. Doakan saya agar semakin kuat, kawan.