dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Friday, 3 July 2009

Percayalah, Keju itu enak...


Sudah lama sebetulnya saya ingin membuat postingan ini. Tapi apa daya, keburu ketutup sama ide lain yang kayaknya minta nomor urut lebih duluan untuk ditampilkan di harihari kemaren. Sehinggalah, tulisan yang sebetulnya sama sekali jauh dari visi misi blog ini baru bisa saya luncurkan hari ini. Sebuah tulisan *yang sebetulnya berasal dari eksperimen pribadi, dan sedikit paraphrase dari tulisan orang* tentang bagaimana mengolah keju agar tidak membosankan (baca: eneg) dimakan.

Selamat menikmati...

Eh, apanya yang mau dinikmati? Cuman gambar ituh hehe :v Yah baiklah, kawan. Sebelum keju benarbenar terasa faedahnya, Lebih baik saya jelaskan dulu kenapa saya sampai merelakan tulisan tentang pengolahan keju agar menjadi lebih menyenangkan untuk dimakan.

Tapi.. emangnya perlu ya? Kalo ngerasa perlu diceritain, kirim e-mail aja deh ya ke saya di thekupu@yahoo.com ;)

Okeh, langsung aja kalo gitu. Kita mulai dari variasi keju pertama, agar proses pemakanannya *istilah pemakanan saya dapet dari Sapari, temen waktu KKN* tidak menimbulkan hawa eneg di lidah. Saya kasi nama Piju, yak benar sekali: Pisang Keju :~

Caranya gampang banget. Siapkan 2 buah pisang, pisang apa aja dah boleh. Tapi saya menyarankan, sebaiknya pake pisang yang udah masak dari pohonnya. Soalnya, kalo masih mentah, biasanya agak keras dan ada getahnya. :D Nah, abis itu, pisangnya dikupas. Masukin ke mangkok, ato piring yang flat juga boleh. Sesuai selera aja lah. Tapi, kalo semisalnya temanteman suka pisangnya dipanasin dulu *maksutnya dibakar di teflon, begitu* yeah silahkeun. Udah selesai dibakar, trus ya udah masukin ke piring. Jangan lupa olesin mentega di atasnya. Abis itu, taburkan keju di atasnya. Kalo mo naburin caklet di atasnya juga boleh. Baik itu caklet kental manis, caklet bubuk, maupun caklet batangan.

Kunci penting untuk langkah pertama: jangan malas memarut keju! Kalo ga punya parutan keju, pake parutan kelapa aja biar kejunya lebih terasa. :O Anyway, enak keun? Kalo ga enak, ayo sini biar saya aja yang bikinin. Dijamin wueanak dan tidak eneg.

Okeh. Demikian variasi keju pertama. Saya belum bisa memastikan apakah bakalan ada versi kedua atau tidak. Tergantung kejunya. Kalo memang sampe hari ini masih juga belon habis, artinya akan ada versi variasi keju yang kedua. Nah, sekarang baru saya boleh mengucapkan: Selamat Menikmati.

Oh iya, ketinggalan. Menu ini, enak banget dimakan kalo lagi hujan deras. Untuk buka puasa juga enak.

Thursday, 2 July 2009

Purapura kenal

Belakangan ini, cerita saya memang lebih banyak saya curahkan melalui tulisan. Baik tulisan yang saya tampilkan secara implisit di blog saya tercinta ini, maupun sekedar iseng menulis di lappy HP yang kini sedang rawat inap di tempat yang Insya Allah aman, sejahtera, bersih, peduli, dan profesional. Jikalaupun sekarang ini saya ungkapkan kisah saya melalui lisan yang Allah ciptakan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya, maka percayalah kawan, apa yang terungkap itu belum tentu betulbetul muncul dari relung hati sedalam sekian kilometer dari seorang Dinie.

Pernah diungkapkan oleh mbah mbelgedez melalui facebook *dan itu adalah hasil rikwesan saya* bahwasanya blog saya ini stagnan, ceritanya fokus ke saya melulu aja. Hehe :p. Sama sekali tak saya buat penyangkalan statement tersebut. Soalnya, memang awal mula blogging ya untuk aktualisasi diri, kawan. Saya, barangkali, menambah daftar responden yang tak tersurvey oleh Mas Enda Nasution sebagai seorang blogger yang menulis untuk aktualisasi diri, untuk mengutarakan rasa lewat tulisan. Makanya, di blog saya, ada label bertuliskan: muara.hatikupu. Artinya, itulah isi hati saya, kawan. Itulah yang sedang saya rasakan, dan itulah waktunya saya 'mengeluarkan' diri saya. Paham?

Kalau tidak paham, silahkan sisihkan waktu sekian menit, sekian jam, dan sekian hari barangkali, untuk membaca sejenak tulisan saya. Tapi emangnya, apa pentingnya sih mengenal saya? Emangnya saya siapa? Yeah, saya emang bukan siapasiapa bagi yang tidak terlalu ingin kenal betul dengan saya. Tapi paling tidak, saya hanya ingin menekankan dan menyarankan, daripada berpurapura sudah kenal betul saya siapa berdasarkan sejarah yang Allah hadiahi dalam hidup temanteman, lebih baik 'explore' betulbetul tentang saya lewat fasilitas yang makin hari semakin canggih ini. Emangnya, sebuah blog berwarna pink yang dihiasi kupukupu ini cukup gitu menjelaskan seorang dhz?

Barusan saja saya 'flirting' ke blog Kak Anti. Di kolom komentar, saya membaca kalimat cantik lagi dahsyat: Menulis adalah sebuah kehidupan, ungkapan emosi tanpa suara tapi lebih tajam dari seribu soundrenalin manusia. Saya sangat sepakat dengan kalimat itu. Meskipun ketika bicara saya lebih spontan dan TERKESAN menunjukkan saya siapa, tapi saya tidak ingin menyanggah bahwa tulisan *dan juga ketikan, berarti* memiliki kekuatan luar biasa bahkan untuk menjelaskan sebuah kehidupan. Jika saya tanya pada temanteman, pernahkah jatuh cinta karena membaca sebuah karya tulis, atau bahkan sekedar tulisan?

Saya pernah. Sebuah buku elektronik yang tak dicetak dan tak dijual di pasar, berjudul "Biarkan Dakwah Bermetamorfosa" telah membuat saya jatuh cinta pada penulisnya. Bukan sekedar karena judulnya mengandung unsur kekupuan, melainkan karena bahasa yang digunakan terbaca sangat saya. Barisan kalimat dahsyat yang ditulis oleh Imam Syahid Hasan Al Banna *jujur saja, bahkan rekaman suara beliau sampai hari ini belum pernah saya dengarkan. Kasian sekali ya saya* dalam Majmu'atur Rosailnya membuat saya terlena hingga berbungabunga. Dan tentu saja, uteransi Maha Dahsyat dari Sang Pembolakbalik Hati yang hari ini bisa kita dapatkan dalam bentuk mushaf, membuat saya semakin bertekuk lutut mencintai Dien ini.

Tulisan, sangat kuat efeknya, menurut saya. Makanya berkalikali saya sampaikan, kawan: Jangan purapura kenalbetul siapa saya, sebelum baca tulisan kejujuran saya di blog thekupu. Jujur saja, ini bukan sekedar promosi blog, melainkan sekaligus sebuah ajakan agar kita sanggup mengelola diri untuk tidak buruburu berkata: "Ah ya, saya maklum dan faham kok kenapa bisa sampai begitu karena itulah Dini yang saya kenal."

Baiklah kalau begitu. Pendapat kita berbedabeda, tentu saja. Dan tak semua orang punya waktu untuk sekedar baca blog saya, bahkan barangkali untuk akses internet. Tapi rupanya, itu sama sekali tak mempengaruhi penilaian Allah terhadap diri saya yang sebenarbenarnya, karena baik melalui lisan ataupun tulisan, justru yang tak terungkap dan yang tak tertulislah yang paling jujur. Benar sekali jika jawaban temanteman adalah HATI. Dan izinkan sekali lagi saya membuat sebuah penekanan: I need One, and of course one, who can listen to what I don't say... Can you listen it? :)

Wednesday, 1 July 2009

Welcome July

Welcome, my Lovely July...

Perasaan saya campur aduk jadi satu di hari ke satu di bulan paling indah ini. Pagi, jelank siank, siank, sorean dikit, petang, menuju malam, malam ini... Rasarasanya, semua rasa berbeda. Entah bahasa macam apa yang paling representatif untuk mengungkapkan perasaan kayak gini. Laptop, thesis, jealousy, dan sebentuk kurakura via katakata... Entah sampai kapan kurakuranya betah nangkring dalam perahu... *kok jadi kurakura? bukannya ini blog thekupu? Kenapa ya.. saya juga bingung :p*

Sudah Juli ya. Artinya, semakin dekat. Berdebar keras sekali. Kalau saja arsitek tubuh ini bukan Allah Rabbi Izzati, janganjangan jantung saya sudah copot pagi tadi. Debaran senang, gelisah, resah, goyah, kokoh, membaja, merona, macemacem rasa dan dinamika.

Jujur saja, walopun remuk, tapi senang sekali, kawan. Sudah lama tak warnawarni begini. :$

Terima kasih untuk bapak saya tercinta, yang bersedia 'ngasih' saya hadiah lebih awal, walopun kali ini saya rikwes :D Sekalikali ngerikwes bapak sendiri, kan gak papa hehehe *pedahal sering betul ah ngerikwes :p*

Terima kasih banyak juga untuk beribu remah rasa yang masih terjaga. Tenang saja, hormon endorphin penghasil rasa bahagia masih seringkali aktif, dan menggelitik sisi semangat untuk keluar setiap harinya, dari sisi kanan kiri, atas bawah, depan belakang, semuanya.

Dan bulan Juli pun akan menjadi saksi perjuangan keras saya untuk meraihnya. Sekali lagi, :y mohon doanya ya, kawan.