dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Tuesday, 7 July 2009

the second shelter

Well, some of you maybe think you don't really need to know much more about me, what recently I feel, what I plan to do, and other what, where, who, why and any stuff of things flow from thekupu's mind and heart. All about me which is really more than reflection of muara.hatikupu, actually since long time ago can be browsed in About Me of this page which I call as my second shelter!! It's sometimes stated explicitly, although I do really love to say something implicitly, anyway. *Yeah, as much as I love ambiguity, for some cases* ;)

However, I open the access for you, people. Just for you who get interested to know what's on me, to know what I share, to know everything about me, more than what I am writing here, in my primary shelter. I am not setting my self this exclusive, private, or thinking that I am celebrity of town!! :o Omaigutnes, too much to say so, you know. What I mean here is merely to share my things to people who do really want to know about me *besides my view of general things in this primary shelter, ofcourse*.

So, people. Starting from now on, just you who send your email to thekupu@yahoo.com have the access to my so-called second shelter ;) Some consideration of mine will also be implemented when you send the e-mail. Means, I firstly will see, whether or not you can keep what I write there for yourselves *don't tell it to other who do not read it, ok* :x, whether or not I feel comfort to share it then have it read by you, and other whether or not to consider later. :)

Well, then. You may say: "Don't write then if you do not want people to know or let the other know about you, Dini!!". Oh ho. That's too naive to say so, people :v. It's just a bit peculiar for such a most-sanguine-enough-choleric-and-a lil' melancholic woman like me to keep it by myself while I love sharing!! So let me share, actualize myself by writing my experience in my own shelter, then let every people who do really CARE about me to know what I am feeling. Are you one of the people? Good. Let me see your seriousness that you care to what's on me by sending the email to thekupu@yahoo.com :L

Resistensi Rendah

Saya SELALU ngotot berkeyakinan bahwa sakit (baca: demam) hanyalah sugesti belaka. Soalnya, seringkali tiap ada orang yang ga enak badan, ngeluarin statement begini: "Aduh, saya lagi ga enak badan nih. Mau demam". Nah, wajarlah jika pada akhirnya, orang tersebut betulbetul demam. Soalnya, si penyandang tubuh sudah berkeinginan untuk demam, dan seketika itu pula, otak menangkap ucapan atas keinginan tersebut, dan segera dikabulkan tak lama setelah ucapan itu dikeluarkan. Iya kan?

Makanya, saya pernah dengan tegas menyatakan kalo saya paling ngga suka demam. Yeah, kecuali yang waktu itu saya demam white caklet :p. Tapi belakangan ini, kenapa ya kok saya jadi gampang menyerah sama demam dan para pengawalnya *influenza, pilek, migren, dan sejenisnya*. Entah barangkali karena resistensi tubuh ini yang menurun, ato saya yang males makan, ato karena janganjangan saya perlu jalanjalan ke Jakarta. Konon, Jakarta itu kota yang keras. Nah, siapa tau daya tahan tubuh saya bisa ikut keras seiring dengan kekerasan kota Jakarta. :t

Tapi tenang aja. Saya demam bukan karena khawatir sama kata 'Poligami' kok, serius. Jadi ga usah terlalu mendramatisir sebab akibat kenapa saya sampe bisa demam *purapuranya saya artis* :D

Yeah, akui sajalah bahwa sebetulnya demam itu emang sugesti. Paling tidak, untuk saya sendiri. Tiap kali saya akan segera demam, trus saya bawa tiduran, memanjakan badan, dan tidak beraktivitas seperti biasanya, demamnya malah makin seneng nangkring di badan. Dan sekarang, saya terkena sugesti pikiran sendiri. Dari kemaren ngomongnya demam mulu, akhirnya kesambet demam beneran deh :(.

Gapapa deh skaliskali menyediakan ruang untuk demam. Toh sakit juga sebetulnya anugerah dari Allah SWT, ya keun? Sebuah anugerah sekaligus peringatan agar hambahambaNya ingat ketika sehat, bersemangat untuk sehat, dan smakin piawai memanfaatkan waktu sehat untuk mengerjakan halhal berguna dan bermanfaat. Mari budayakan hidup sehat, miliki daya tahan tubuh tinggi untuk memaksimalkan potensi diri!!

Sunday, 5 July 2009

Pintu poligami

"Senangnya dalam hati kalau beristri dua..."

Mesti udah mulai familiar ya sama syair lagu itu. Lagu nyebelin mah itu kalo di telinga saya. Agak bikin emosi saya berfluktuasi tiap kali dengerin lagunya :@

Tapi, mentangmentang begitu, siapa bilang saya tidak membenarkan poligami? Poligami, menurut landasan hidup yang tak terbantahkan, dibolehin toh? Dinyatakan dalam Q.S 4:3. Begitulah. Saya sendiri, kalo ditanyain dengan pertanyaan: "Mau ato ngga dipoligami?", jujur aja bakalan bingung ngejawabnya. Kalo bicara dari sisi gender sih, most of women will say: "Perempuan mana sih yang mau dimadu?" Well, well...

Temanteman saya di facebook memberikan tanggapan bedabeda tentang kata POLIGAMI. Ketika saya bertanya, apakah yang pertama kali terlintas dalam pikiran temanteman saat kata POLIGAMI saya ajukan, ada yang menjawab: "enak kali yaa". Tentu saja yang menjawab begitu adalah lakilaki, dan bisa saya pastikan, jawaban itu diberikan oleh lakilaki yang *sepertinya* belum betulbetul siap menikah :p

Ada juga yang sekedar menjawab: "Banyak gami". Hmm hmm. Barangkali itu adalah ekspresi tersembunyi tentang keraguraguan untuk berpoligami. Yang paling tendensius adalah jawaban: "Nafsu belaka". Jelas, ini dijawab oleh wanita yang sama sekali ga terima kalo suatu hari nanti suaminya sampe berpoligami. Setujukah anda, kawan, jika dikatakan bahwa poligami adalah nafsu belaka?

Anyway, ada juga loh yang secara blakblakan menjawab: "Setuju". Bukan setuju bahwa POLIGAMI adalah nafsu belaka, melainkan setuju sama POLIGAMI. Pertama, tanpa melihat siapa yang ngasi jawaban itu, saya sudah bisa menerka jawaban itu pastilah dari kaum pria. Kedua, tanpa bermaksud menyimpulkan sendiri, jawaban tersebut diberikan karena *barangkali* pria tersebut hobi flirting sana sini. :v Tapi ada satu jawaban truistic yang diparaphrase dari Q.S 4:3, sebuah jawaban berbunyi: "Paling sedikit 2 paling banyak 4". Bener itu. Jawaban ini memunculkan kesan kalo si pemberi jawaban sepertinya menyimpan keinginan berpoligami yang terselubung kain hitam tebal. *betapa egoisnya saya dipostingan kali ini, menghakimi para pemberi komen beginih hoho smoga ga pada jera ngomen di status saya ;)*.

Sementara itu, yang agak sedikit mengesankan adalah jawaban: "Heran" dari seorang lakilaki. Mungkin kelanjutannya adalah: "heran, gimana caranya ya bisa adil, ajarin donk" :p Dan kemudian, jawaban yang saya rasa tidak menjawab pertanyaan saya, yaitu: "Cemas dan takut kali". Oh hohoho. Sebetulnya, jawaban ini cerdas betul. Karena, di balik jawaban itu, tersimpan pertanyaan: "Ngapain nih nanyananya tentang POLIGAMI? Cemas dan takut kali ya janganjangan". Dan jawaban terakhir, diberikan oleh seorang suami yang saya yakin, setia kepada istrinya: "Jadijadi laa". Itu maksutnya, kalo diIndonesiakan, cukup ga usah diterusin hehe.

Well, well. Saya memang kurang ilmu untuk membahas poligami. Lagipula, sudah buanyak official site, blog pribadi, maupun bukubuku tentang poligami beredar di pasaran. Nah, sekarang, barulah saya kasih tau ngapain saya mengajukan pertanyaan tentang POLIGAMI di facebook. Mau tau jawabannya? Baiklah.

Sebetulnya saya hanya kepengen tau, benarkah kalau berpoligami, pintu rezeki bisa bertambah menjadi sebanyak duapuluhtujuh? :t