dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Monday, 5 October 2009

Got Award

I just can't really remember well whether or not it's the third I have award from friends. I just can say that previously, I get award a year ago. Then the second award has already written here. An award called: Inspirational Blog Award.

Then just this afternoon, my friend in blogsphere told me that I have an award for re-posting an info about Earthquake in Padang. It is such an amazing thing for me to have this award!! But anyway, although actually I am supposed to distribute this award to some other bloggers, I don't think I will do it. Will it be ok, zoran?



I will just put the logo as I attach below:



Well yeah. Thanks so much for the award. It's my hope that this award will be able to increase the page rank of my blog ;)

Saturday, 3 October 2009

Belum terlambat untuk taubat

Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun..

Saya yakin, seluruh hati pasti menangis sedih melihat banyaknya korban yang berjatuhan akibat gempa di Sumatera Barat. Namun, sudahkah hati kita menangisi dosadosa yang kita lakukan? Mengutip status seorang akhi, "Ketika sebuah desa terkena musibah, khalifah Umar bin Khathab bertanya kepada penduduk desa. Beliau tidak bertanya berapa korban ataupun kerugian, namun yang ditanyakannya adalah "DOSA APA YANG KALIAN PERBUAT SEHINGGA ALLAH MENURUNKAN BENCANA PADA KALIAN".

Ebiet G. Ade berlirik: Tuhan pasti telah memperhitungkan.. amal dan dosa yang kita perbuat.



Yeah, itu benar, kawankawan.. Saya mendapatkan tulisan ini dari sini dan belum tau siapa penulis pertamanya. Namun begitu, tak ada salahnya ya kalo kita coba jadikan tulisan ini sebagai renungan, salah satu motivasi untuk kita bermuhasabah...


Pukul 17.16 waktu setempat, hari Kamis, 30 September 2009, Sumatera Barat diguncang dengan kekuatan 7,6 skala ricter (SR). Data terakhir menyebutkan, gempa di Padang sudah lebih dari 500 orang tewas yang sudah berhasil ditemukan dari reruntuhan. Diprediksi jumlah Korban tewas akan terus bertambah.

Betulkah gempa di Pariaman, Padang, Sumatera Barat itu sudah tertulis dalam al-Qur’an?? Menelisik waktu, tanggal serta bulan kejadian Gempa Padang, Sumatera Barat dengan mengkorelasikan ayat-ayat al-Quran. Dan hasilnya, Astagfirullah, aku berlindung dari azab dan murka-Mu, dalam dua ayat dari dua angka (waktu dan tangal-bulan) kejadaian gempa itu, Allah benar-benar membuktikan janji-Nya yang tertulis dalam al-Qur’an.

Pertama, dilihat dari waktu kejadian, yakni pukul 17.16 waktu setempat dikorelasikan dengan surat ke 17 (Al-Isra) ayat 16, dikutip dari al-Quran dan Terjemahnya, Departemen Agama, terjemahannya adalah:

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnyalah berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami). Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. (Surat 17 (Al-Isra) ayat 16).

Kedua, dilihat dari tanggal dan bulan kejadaian, atau Tanggal 30 Bulan ke 9 (September) terjadinya gempa dikorelasikan dengan surat ke 30 (Ar-Rum) ayat 9. Dikutip dari sumber yang sama, terjemah ayat tersebut adalah:

“Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri,” (surat 30:9)

Dan pada ayat selanjutnya atau ayat 10 surat yang sama , Allah berfirman: “Kemudian akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu mengolok-oloknya,” (Surat 30:10).

Tidak bermaksud menjustifikasi, namun sekedar mengingatkan kembali, dalam lima tahun terakhir ini ada lima rentetan gempa bumi skala besar dengan menwaskan puluhan hingga ribuan orang. 26 Desember 2004, Gempa yang disertai badai Tsunami di Aceh dengan 133.029 korban tewas. 28 Maret 2005 Gempa Nias dan P Simeulue jumlah korban tewas 900 orang. Disusul dengan gempa di Selatan Yogyakarta pada 27 Mei 2006, 3.000 orang meninggal dunia.

Dua peristiwa gempa besar terjadi pada tahun September 2009, yakni di Tasikmalaya dengan korban tewas 85 orang. Dan terakhir Gempa mengguncang di Pariaman, Padang, Sumatera Barat, pukul 17.16 atau beberapa jam saja sebelum anggota DPR/MPR dilantik yang banyak menghabiskan dana belasan milyaran rupiah….

“Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali (dalam setahun) atau dua kali (dalam setahun), namun mereka juga (tidak mau) bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran” [QS Attaubah (9): 126]

Astaghfirullahal'adziim.. Astaghfirullahal'adziim.. Astaghfirullahal'adziim..

Mari beristighfar sebanyakbanyaknya.. Belum terlambat untuk bertaubat.

Saturday, 12 September 2009

Lailatul Qadar 22 Ramadhan

Bagaimana, temanteman? Belok kanan ato belok kiri? Semoga selalu dalam naungan kebaikan. Tetap menjadi yang teristimewa, di bulan yang sangat istimewa.

Banyak yang istimewa bulan ini. 22 Ramadhan termasuk di dalamnya. Jelang malam ke 23, sudahkah kita dapatkan yang sebelumnya? Jika tertinggal, semoga tak tertinggal pahala yang Allah janjikan pada:

Malam ke-23:
Allah akan membuat sebuah kota untuk Anda di dalam surga.

Malam ke-24:
Allah akan mengabulkan 24 permohonan Anda selagi Anda masih hidup di dunia.

Malam ke-25:
Anda akan bebas dari siksa kubur.

Malam ke-26:
Allah akan derajat amal kebaikan Anda sebagaimana derajat amal kebaikan Anda selama 40 tahun.

Malam ke-27:
Anda akan secepat kilat bila melewati Siratalmustakim nanti.

Malam ke-28:
Anda akan dinaikkan 1.000 kali oleh Allah di dalam surga kelak.

Malam ke-29:
Allah akan memberi pahala kepada Anda seperti Anda menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima Allah.

Malam ke-30:
Allah menyuruh kepada Anda untuk memakan semua buah di surga, minum air kausar, mandi air salsabila (air surga), karena Allah Tuhan Anda, dan Anda hamba Allah yang setia.

Ada Lailatul Qadar pula di 10 hari terakhir. Dan 22 Ramadhan termasuk di dalamnya. Sungguh istimewa. Mari berdoa menjadi salah satu hamba Allah yang dikaruniai berkah Lailatul Qadar. Bersiaplah untuk gembira, temanteman. Ada beberapa tanda untuk mengetahui Lailatul Qadar:

1. Abi Ibnu Ka'ab telah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda mengenai lailatul qadar yang artinya: Sesungguhnya matahari yang keluar pada hari itu tidak begitu bercahaya (suram). - Hadis riwayat imam Muslim dalam kitab puasa -

2. Telah diriwayatkan dari Nabi S.A.W bahwa baginda telah bersabda yang artinya : Sesungguhnya tanda-tanda lailatul qadar, bahwa malamnya bersih suci seolah-olah padanya bulan yang bersinar, tenang sunyi, tidak sejuk padanya dan tidak panas, tiada ruang bagi bintang untuk timbul sehingga subuh, dan sesungguhnya tanda-tandanya matahari pada paginya terbit sama tiada baginya cahaya seperti bulan malam purnama tidak membenarkan untuk syaitan keluar bersamanya pada hari itu. - Hadis riwayat imam Ahmad dengan isnad jayyid dari Ibadah bin As-Somit -

3. Dalam Mu'jam At-Tobarani Al-Kabir dari Waailah bin Al-Asqa' dari Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya: Malam lailatul qadar bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak ada angin, tidak bersinar bintang dan daripada alamat siangnya terbit matahari dan tiada cahaya padanya(suram).

4. Riwayat Al-Barraz dalam musnadnya dari Ibn Abbas bahwa Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul Qadar bersih tidak panas dan tidak pula sejuk.

Qadhi 'Iyad telah mengatakan ada dua pendapat mengenai matahari yang terbit tanpa cahaya iaitu:

1) Ia merupakan tanda penciptaan Allah SWT.
2) Menunjukkan bahawa kerana terlalu banyak para malaikat yang berzikir kepada Allah pada malamnya dan mereka turun ke bumi yang menyebabkan sayap-sayap dan tubuh mereka yang halus menutupi dan menghalangi matahari dan cahayanya.

Kemuliaan malam tersebut dan seruan-seruan dari hadist-hadist yang menyuruh umat Islam mencari malam tersebut mungkin akan menimbulkan sedikit pertanyaan. Apakah malam itu khusus bagi mereka yang alim saja atau bisa berlaku bagi masyakat umum. Yusuf Qaradawi mengatakan bahwa malam itu datang untuk semua orang yang benar-benar menginginkannya. Kata Qaradhawi:

"Maka Malam al-Qadar ialah malam umum untuk semua yang menuntutnya. Yang menginginkan kebaikan dan ganjarannya, dan apa yang disisi Allah di dalamnya, itu lah malam ibadah dan malam ta'at, dan bersolat, bertilawah, berdo'a, bersedekah, menjalinkan perhubungan, beramal sholeh, dan melakukan kebaikan-kebaikan".

"Yang harus dilakukan oleh orang Islam pada malam ialah; Bersholat Isya' secara berjamaah, sholat subuh berjamaah dan pada malamnya mendirikan qiamullail. Di dalam hadist Sahih diriwayatkan Nabi bersabda, "Barangsiapa yang bersholat Isya' berjamaah, seolah-olah ia berqiam di separuh malam, dan barangsiapa yang bersolat subuh berjamaah, seolah-olah ia bersholat disepanjang malam tersebut. (Riwayat Ahmad, Muslim).

Sheikh Atiyah Saqr menganjurkan:

Hidupkannya dengan bersholat, membaca Al-Quran, berzikir, beristigfar dan berdo'a dari terbenam matahari sehingga terbit fajar. Dan hidupkan ramadhan dengan bersolat terawikh di dalamnya. Sebuah riwayat yang mengatakan, "Barangsiapa yang bersholat magrib dan Isya' di hari akhir yaitu di malam Al-Qadar secara berjamaah, ia telah diberi keuntungan dari Lailatul Qadar". Berkata A'isyah r.h "Ya Rasulullah di waktu Lailatul Qadar, apakah yang harus aku katakan". "Katakalah, "Ya Allah sesungguhnya kamu pengampun dan suka kepada pengampunan, maka ampunkanlah ku"

Mari, temanteman.. Kita berlomba mendapatkan Lailatul Qadar, semakin kencang lagi segera selepas 22 Ramadhan ini.