- Asep Haryono
- Ardianus Ichsan
- Bella Yunita
- Dewi Utami
- Dian Prawira
- Diar Adhihafsari
- Dini Wahyuningsih
- Dwi Sasta Kanaya
- Eel Pecidasase
- Fika Ayu Rizqia
- Izhan Fakhruzie
- Khatulistiwa English Community
- Lisa Listiana
- Puspa Hanandhita
- Rissa Fitria Syafutri
- Rohani Syawaliah
- Tri Retno Hartiningsih
- Vitha Chivtany Yolandari
- Wak Tucik
- Yushivadheti Norman
Tuesday, 3 January 2012
sahabatkupu
Mampir juga ke blog sahabat-sahabat saya yaa..
Monday, 2 January 2012
Find me in...
As a butterfly lover, I am also trying to be a Social Butterfly. And as a Social Butterfly wanna be, I have some accounts in this so-called cyber world. You can find me in these some social media. Just make a click on the pic :D
1. Yahoo Messenger
The Social Media
1. Yahoo Messenger
2. Twitter
3. Facebook
Dini Haiti Zulfany

Create your badge
4. Multiply

5. Pinterest
6. Google+

7. Plurk
8. SalingSapa
9. Foursquare
10. About.me

The Blogs
1. Wordpress
2. Posterous
3. Tumblr
4. Dagdigdug

5. Blogdetik

6. Blog.com
Nahaaaa, those they are :D
Di sebagian blog, ada yang isinya sama saja hehehe ^.^v, tapi ada juga yang beda looh. Sebetulnya saya pengen membuat tiap blog punya tema yang berbeda. Tapi apa daya, masih belum sempat *cuman alasan sih ini sebenarnya :p*.
At least, kalau sewaktu-waktu saya berkesempatan untuk rajin banget memisahkan kategori tulisan dengan tema berbeda di tiap blog yang saya punya, saya sudah menyiapkan diri dengan memiliki akun-akun tersebut :D
So, there I am, with this primary blog I care more ^^
Monday, 17 October 2011
Senang Saling Mengingatkan
![]() | |
| Senang Saling Mengingatkan |
Berinteraksi di dunia maya itu sungguh membuat perasaan campur aduk. Kadang kala senyum sendiri baca timeline beberapa teman, tak jarang pula merasa cukup kesal. Yap, karena list following saya terdiri dari beragam macam manusia yang latar belakang, usia dan isi kepalanya beda-beda: aktivis dakwah, penulis, penyiar radio, PNS, guru, siswa/i dan mahasiswa/i, beragam deh pokoknya. Dengan variasi manusia tersebut, tentu saja isi timeline jadi sangat berwarna.
Selayaknya manusia biasa, di balik warnawarni timeline saya pun kadangkala terselip khilaf dari para pekicau. Hanya saja yang membuat saya 'manas tak belawan' alias kesal gregetan dan tak kuasa mau berkata apa adalah kesalahan yang muncul tapi di sengaja. Nah! Ini tak cuma terjadi di dunia twitter saja toh? Yoih. Dalam hidup seharihari pun yang seperti ini terjadi juga. Bahkan barangkali pernah kita *ya, kita: saya dan temanteman* lakukan. Seseorang yang mukallaf (sudah bisa membedakan mana yang benar dan yang salah) memilih untuk berbuat/ucapkan yang salah. Sedih ya :(
Contoh kecil deh. Sudah tau kalo shalat 5 waktu itu wajib hukumnya, fardhu 'ain. Masih pula sengaja tak dikerjakan. Atau contoh yang lebih sederhana lagi. Sudah tau 'Alhamdulillah' itu seharusnya ya 'Alhamdulillah', eeh malah sengaja ditulis salah-salah. Yang lebih menyakitkan lagi, sudah tau Rabbnya adalah Allah bukan owwoh, tapi kenapa sering sekali salahnya itu diulang-ulang? Apa dipikirnya lucu mempermainkan nama Rabb yang memberikan nafas untuknya setiap waktu? Tak khawatirkah Allah murka?
Firman Allah:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka
lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah
bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah
dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”
Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah 9: 65-66)
Na'udzubillah, tsumma na'udzubillahimindzaliik. Jangan sampai kita jadi bagian dari kaum yang bersenda gurau dengan Allah, dengan ayat-ayatNya dan RasulNya. Hal ini barangkali terkesan sepele untuk beberapa orang. Tapi perhatikanlah konsekuensi dari apa yang dianggap senda gurau dan olok-olok itu: 'kamu telah kafir sesudah beriman', Astaghfirullahal'adziim.
Hal lain yang menyedihkan adalah, kesalahan yang disengaja ini dilakukan dengan riang gembira, menyesal sedikitpun tidak sesudah ditegur. Maka saya pun bertanyatanya tadi malam: Masih perlukah kita koreksi yang demikian ini? Saya berusaha untuk berpegang pada firman Allah Q.S Al Ashr ayat 1-3 yang dulu bersama temanteman sekelas saya baca setiap akan pulang sekolah. Watawwa shaubil haq, watawwa shaubis shabr. Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang
beriman, beramal saleh, dan mereka yang saling mengingatkan tentang
kebenaran dan saling mengingatkan tentang kesabaran.
Juga dalam QS.Ali Imran:20, Asy-Syura:48, An-Nahl:82, Al-Anfal:38, An-Nahl:125, Al-Ma'idah:92, At-Taghabun:12. Semuanya tentang kewajiban menyampaikan yang lurus, yang haq:
QS.Ali Imron:20 "....KEWAJIBAN kamu hanyalah menyampaikan"
QS.Asy-Syura:48 "...KEWAJIBANMU tidak lain hanyalah menyampaikan"
QS.An-Nahl:82 "... KEWAJIBAN yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan "
QS.Al-Anfal:38 "KATAKANLAH PADA ORANG-ORANG KAFIR ITU…"
QS.An-Nahl:125 "...SERULAH pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah & pelajaran baik"
QS.AlMaidah:92 "...KEWAJIBAN Rasul Kami, hanyalah mnyampaikan dengan terang"
QS.AtTaghabun:12 "...KEWAJIBAN Rasul Kami hnylah mnyampaikan dengan terang"
Namun sepertinya tak semua manusia MAU menerima firman Allah itu. Ketika diingatkan malah marahmarah, 'Ngapain lo ngatur-ngatur idup gue, atur aja sana idup lo, dasar sok alim lo'. Saya jadi ilfil kalo digituin. Huhuhu, emang agak kurang tangguh sih ya. Tapinya kalo sudah sekali, dua kali, tiga kali dikasi tau masih begitu juga, maka saya istirahat dulu lah ngasi taunya. Kasi giliran orang lain untuk mengingatkan. Toh saya sudah lakukan yang sebaiknya saya lakukan. Sisanya, urusan yang bersangkutan dengan Rabbnya. Jika Allah berkenan lembutkan hatinya untuk ambil hidayah yang sudah tersedia, yah pasti nyangkut. Kalo tidak, eh bukan tidak, mungkin belum. Mungkin tersentuhnya dengan cara lain.
Memang tak seorang manusiapun sempurna. Tapi bukan berarti kalimat truistik itu jadi alasan kita untuk enggan memperbaiki diri kan ya :) *ah ini sebetulnya ditujukan untuk saya sendiri juga, note to myself :D* Well. Kalau sudah dalam kondisi seperti itu. Saya pasrah sajalah. As people said, life is truly a choice. You decide what to do, and face the risk of what you have done :)
Anyway, melalui tulisan ini saya juga pengen ngasi tau kalo saya senang sekali kalo diingatkan. Sekali lagi, DIINGATKAN ya, bukan DISINDIR hehehe. Kan lebih enak kalo kita saling mengingatkan ya daripada saling sindir, sama-sama senang. Oh, dan jangan lupa *ngingetin lagi deh hehe* QS Asy Syams 8-10: Allah mengilhamkan suka kebaikan dan ketakwaan. Beruntung bagi yang mensucikannya. Merugi bagi yang mengotorinya. Wallahualam.
Subscribe to:
Posts (Atom)

