dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Tuesday, 3 April 2012

My Metamorprocess


Ah, my best friends…

I know how much you love me in this earth. I know how sorry you were seeing me falling down in my metamorprocess, then reflecting your feeling of worry by telling me directly right in front of my face, but in your very own sentences which I understand but can’t comprehend. Why didn’t I comprehend, and had no intention to? Ha!! What for, friends? No use! Since it’s you who started to light the flame up to me.

Then now, when you have already played your part, turned me into different me, again you show your very PERFECT AFFECTION, though, again and again, the way is totally not in line with what I expect.

I am always giving my standing applause for this! Thanks, friends. But things to know, it’s just too late to tell, coz my heart is hurt of a lie, eventhough it was a white lie. Just for your information, friends. I don’t care what the color of your lie is! Even if it were pink, I still don’t care!

Well, my friends. I know you do really know me well. I know you know with what kind of woman you are having problem with. Now let me question on you: Is it an obligation for me to tell you the detail about my way to change much better? Don’t you wanna see me happy in my trace, walking slowly but sure again, to reach what we wanna own together? Yes, I realize we are friends. I do realize you always love me for the good and the bad things of mine.


But, I am so much sorry, friends. I do really apologize to remark this. If you start coming too deeply into my privacy that much, then you think you are trying to save me, and the right line *you think so* from that so-called taboo thing *ah, it’s in your mind* while you have no idea on how much I need my way to stay, means you actually don’t really know me, and don’t really love me.


One thing for sure and I know you know this: I’d rather be hated for who I am than be loved for who I am not!


So, if you have no power yet to see me this way in very wonderful metamorprocess, I beg you to go to library, then try to look for some literatures about how to love your best friend *only if you think I am, of course* in perfect way. Because you know me friends, I am not perfect. Olrait. Anyway, I love you, really. So much, friends. And sure, in my perfect way.


Still don’t understand those all, friends? Ah well, then. One more other thing. Saya sampaikan, barangkali kalian perlu saya kabari langsung di sini, bahwa saya sedang implementasikan sebuah pesan singkat yang dikirim pada tanggal 13 Februari 2008 dari seorang kakak yang saya sayangi. Pesan kakak saat itu adalah agar saya belajar dari 2 Umar, yaitu Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Azis, bertahap melakukan perubahan.


Nah, mengenai tahapannya, kawan, saya mohon kalian tsiqoh pada saya ya. Karena kalian pun sudah setuju kan, bahwa tahap setiap orang berbeda, dengan cara berbeda pula.


Once again, I love you, friends...


Ini tulisan saya pada tanggal 15 April 2009 yang tersimpan dalam folder draft. Egois dan emosional banget yah kesannya hihihi :p. Tulisan ini sempat saya terbitkan, sempat dikomentari, kemudian saya simpan sebagai draft. Sekarang, saya terbitkan lagi :D

Yaaah, inilah yang saya sebut sebagai: the way I was, am, and will :)

Everybody's changing, rite?

Monday, 2 April 2012

Periksa Mata

Klinik Mata dan Gigi

Sudah sekitar 10 tahun saya berkacamata. Woww, lumayan lama juga yaa. Pertama kali tau mata saya minus itu ketika saya duduk di kelas 1 SMU. Bangku saya waktu itu nomor 3 dari depan. Tulisan di papan tulis tak nampak, saya pun pindah ke bangku depan. Masih tak kelihatan juga. Oh nooo.

Akhirnya saya pun pergi ke Optik untuk periksa mata sekaligus beli kacamata. Hasilnya, mata saya minus 100. Sejak hari itulah, tahun 2002 tanggalnya saya tak ingat, saya mulai menjadi perempuan berkacamata.

Sampai dengan hari ini, saya baru 4 kali ganti kacamata. Yang pertama karena minusnya nambah, kemudian yang kedua gara-gara kacamata saya patah ketika main voli di MAN 2. "Udah tau pakai kacamate, begaye nak maen voli din din", ujar Pak Dulhadi waktu itu. Biariinnnn :p

Kali ketiga saya mengganti kacamata karena minus mata saya bertambah lagi. Yah wajar sih minusnya terus menerus bertambah. Bukan karena saya malas makan sayur, melainkan karena saya harus membaca sebelum tidur. Membaca sambil tiduran itu kan bikin mata jadi rusak ya. Eaaa udah tau masih dilanggar ._.

Akibat kebiasaan buruk tersebutlah saya merasa perlu untuk periksa mata. Apakah silinder dan minus mata saya bertambah? Atau mungkin berkurang? Mari kita periksa di Klinik Mata dan Gigi Jl. Padi Pontianak.

Letakkan dagu pada tempatnya

Ada gambar pemandangannya loooh..

Hasil dari pemeriksaannya adalah:

Mata kanan: silinder bertambah sedikit, minus tetap.
Mata kiri: Minus bertambah 0,25.
Kesimpulan: boleh tidak ganti kacamata karena nambahnya cuma sedikit.

Biaya periksanya lumayan murah looh. Yaa, paling tidak kalau dibandingkan dengan periksa mata gratis di Optik yang pastinya 'diharuskan' untuk ganti kacamata. Jadi, pertama, saya membayar biaya administrasi sebesar Rp. 3.000. Kemudian, biaya periksa dan cek kacamata Rp. 13.000. Biaya parkir *dimasukkan juga :p*, Rp. 1.000. Total semuanya: Rp. 17.000. 

Ketika bayar di loket kasir, saya seperti mengenali wajah ibu petugas kasirnya. Mirip sama mamanya teman SD saya. Demi memastikan saya memang tidak perlu ganti kacamata, ternyataaa pemirsah, ibu tersebut  bukan mamanya, melainkan bibinya teman saya, dan juga bibi dari kak Citra yang kemarin satu taxi sama saya.

Ohhh... Betapa kecilnya 'dunia'...

Sunday, 1 April 2012

Resepsi seperti Reuni

Pelaminan Resepsi

Sesuai janji saya kemarin, hari ini saya akan berbagi cerita resepsi Linda yang diadakan pekan lalu, 25 Maret 2012. 

Resepsi diadakan di Aula Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kota Pontianak, gedungnya nyaris persis di sebelah gedung Rumah Adat Melayu, tempat saya tahun lalu melangsungkan resepsi. Untuk lebih jelasnya, ini dia denah lokasi resepsinya.


Di gedung inilah, teman-teman saya yang super keren, para Gaby Members yang masih lajang amat sangat berjasa di acara resepsi Linda. Kalau saya jasanya cuman sebatas di depan pintu masuk, bertugas mengarahkan tamu ke kursi yang belum terisi. 

Berhubung pos saya dilewati oleh semua tamu, maka saya pun berjumpa dengan beberapa orang guru MAN 2. Melepas kangen di lokasi resepsi sebelum keesokan harinya saya silaturahim ke MAN 2. Saya ketemu juga dengan sahabat saya, Renna Marditha yang mirip Andhara Early, sahabat yang 'terpaksa' saya kenal karena satu kampus dengan dia wakakak *ini fiksi, aslinya saya bahagiaaa bersahabat dengan Renna ^^*. Seperti orang yang sudah 7 tahun lamanya tiada berjumpa, kami pun bergaya berdua seperti biasa muehuehue.

Renna tampak kangen berat sama saya

Resepsi yang seperti reuni. Selain Renna, saya juga bertemu beberapa teman dan senior kampus. Ada yang masih lajang, ada juga yang sudah gendong anak. Ada yang sempat foto-foto, ada juga yang tak sempat karena sudah sore, jamnya tamu undangan ruame. Nah, pekan lalu itu, saya sempat berfoto dengan Kak Dwi a.k.a Dwiraemon. Senior saya di kampus yang juga penyiar di Radio Kita FM Pontianak. Sekarang, Kak Dwi lah yang berjasa menggantikan Linda mengajar di Poltekkes Gizi Pontianak setelah saya pindah ke Sekadau. 

Jadi urutannya, setelah saya pindah ke Sekadau, saya serahkan tampuk kekuasaan pengajaran mata kuliah Bahasa Inggris ke Linda, kemudian karena jadwal mengajar Linda di MAN 2 cukup padat dan bentrok dengan mengajar di Poltekkes, berpindahlah jadwal tersebut ke Kak Dwi. Telimakaciiih Kak Dwiiii ^^

With Kak Dwi

Kedua orang tua saya juga hadir dong ya ke resepsinya Linda. Tamu paling spesial nih, jadi dari mereka isi buku tamu, ambil hidangan, menuju meja makan, makan sate, sampai dengan foto bersama pengantin, saya ikuti untuk didokumentasikan mueheuehe. Yang dipajang yang di meja makan aja aaah.

Bapak Ibu saya

Tak lupa, saya dan teman-teman yang tergabung dalam Gaby Corps pun ikutan foto sebelum rame. Sayang sekali, resepsi Linda kali ini minus Wawa yang sedang lanjutkan kuliah S2nya di Solo sehingga tak bisa lengkap bertujuh. Tetap bertujuh siih kalo dihitung sama suaminya Linda hihihi.

Gaby with the new married couple

Resepsi Linda dijadwalkan selesai sampai pukul 19.00. Sayang sekali, saya tak bisa ikut membantu acaranya sampai selesai karena kondisinya sekarang sudah berbeda, saya sudah bersuami *halah :p*.

Oh, last but not least, ini dia pengantinnya dalam foto tampak dekat.


Walaupun agak blur, tapi cantiknya tetap kelihatan kaan :)