dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Monday, 4 June 2012

The Executive

Iseng-iseng ikutan quiz what's your personality type di blogthings.com, menjawab 40 pertanyaan di situ, and my result is:




The Executive

You are a natural leader - with confidence and strength that inspires others.
Driven to succeed, you are always looking for ways to gain, power, knowledge, and expertise.
Sometimes you aren't the most considerate person, especially to those who are a bit slow.
You are not easily intimidated - and you have a commanding, awe-inspiring presence.

In love, you hold high standards... for yourself, for your relationship, and for your significant other.
While it's easy for you to impress others, it's hard for you to find someone who impresses you.

At work, you are organized and good at delegating. You understand how to achieve goals.
You would make a great CEO, entrepreneur, or consultant.

How you see yourself: Rational, calm, and objective

When other people don't get you, they see you as: Inflexible, controlling, and overbearing


Kalo diterjemahkan pake google translation, hasilnya seperti ini:


Eksekutif 

Anda adalah seorang pemimpin alami - dengan keyakinan dan kekuatan yang menginspirasi orang lain. Didorong untuk berhasil, Anda selalu mencari cara untuk mendapatkan, kekuatan, pengetahuan, dan keahlian. Kadang-kadang Anda bukan orang yang paling perhatian, terutama bagi mereka yang agak lambat. Anda tidak mudah diintimidasi - dan Anda memiliki, memerintah menakjubkan kehadiran. 

Dalam cinta, Anda memegang standar yang tinggi ... untuk diri sendiri, untuk hubungan Anda, dan untuk Anda penting lainnya. Meskipun mudah bagi Anda untuk mengesankan orang lain, sulit bagi Anda untuk menemukan seseorang yang mengesankan Anda. 

Di tempat kerja, Anda terorganisir dan pandai mendelegasikan. Anda memahami bagaimana untuk mencapai tujuan. Anda akan membuat seorang CEO besar, pengusaha, atau konsultan. 

Bagaimana Anda melihat diri Anda: Rasional, tenang, dan obyektif 

Ketika orang lain tidak mendapatkan Anda *maksudnya mungkin tidak memahami Anda*, mereka melihat Anda sebagai: Keinginan Teguh, pengendalian, dan sombong

Sombong? ;p

What about you? Ikut cobain yukkk di blogthings.com ;)

Saturday, 2 June 2012

Doa Ibu Saat Marah

Hari sabtu postingannya yang ringan-ringan saja yah. Kisah ini saya dapat dari broadcast messenger salah seorang saudari. Cekidot.

Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji. Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata:

"Idzhab ja'alakallahu imaaman lilharamain," yang artinya:

Pergi kamu...! Biar kamu jadi imam di Haramain...!"

Dan Subhanallah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram...!! Tahukah kalian, siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu...??

Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.

****

Pic: here

Ini adalah teladan bagi para ibu, calon ibu, ataupun orang tua... hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya. Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun.

"Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu. Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian..." (HR. Abu Dawud)

Wallahualam Bishawwab.

Friday, 1 June 2012

Tetaplah Di Sini



Mereka pernah berkata padaku:

"Jika jalan yang kau tempuh ini berat, penuh onak dan duri, berlikuliku, banyak kerikil tajam, engkau tidak sedang tersesat..."

Ianya memang berat. Berpeluh keringat. Berurai air mata. Terseok-seok. Tersengal nafas. Bahkan kau bisa pingsan jika tak kuat azammu untuk lanjutkan jalan.

Tapi jelas kau punya pilihan:

1. Menjadi penonton

2. Menjadi suporter

3. Menjadi peserta, kemudian menang bersama peserta lainnya.

Tiga pilihan saja. Jangan masukkan opsi lainnya:
Menjadi Pengganggu dan Penghambat.

Bagi kami, itu bukan opsi. Itu bagian dari terjalnya jalan yang kami lalui.

Bilamana kau pilih menjadi penonton,
Perjalanan ini senantiasa berlanjut. Bahkan dengan atau tanpa engkau saksikan.

Bilamana kau pilih menjadi suporter,
Sama saja. Kami jalan terus, dengan atau tanpa dukunganmu. Namun jelas kami bahagia jika engkau turut mendukung :)

Bilamana kau pilih menjadi peserta,
Mari, kita berfastabiqul khoirot, berlomba untuk menang bersamasama. Merasakan indahnya sebuah perjalanan bernama:

"D A K W A H"

Karena dakwah adalah cinta.

Ketika engkau mencintai, bukankah kau ingin dia atau mereka yang kau cinta menjadi baik, lebih baik, bahkan paling baik?