Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan kemaren.
Baeklah. Sesuai janji saya, duka-duka yang telah saya tuliskan kemarin, akan saya konversi menjadi suka, ditambah dengan suka-suka lainnya :D
- Belum banyak tempat yang bisa saya jadikan opsi untuk refreshing dan jalan-jalan di kala penat seharian di rumah.
Alhamdulillaah saya dikaruniai suami yang cukup kreatif membunuh rasa bosan. Dimanjakan suami setiap hari sudah sangat membantu meruntuhkan tembok kebosanan *halah ;p
- Living cost yang relatif mahal.
Poin ini malah membuat saya dan suami semakin merasakan melimpahnya rezeki dari Allah Rabbi Izzati. Walaupun suami saya bukanlah pengusaha besar, dan saya juga bukan wanita karir yang sebulannya punya penghasilan banyak, Alhamdulillah setiap hari selalu saja ada rezeki tak terduga. Benarlah janji Allah dalam AlQur'an surah An Nur ayat 32 :)
- Diperlukan waktu sekitar 7 jam untuk mencapai Kota Pontianak, dengan kondisi jalan yang 'amat sangat mulus'.
Tidak semua orang sanggup melewati 'indahnya' jalanan sepanjang Sekadau-Sanggau. Beberapa orang keluarga dan kerabat nyaris selalu mengeluh teler tiap kali menempuh perjalanan Pontianak - Sekadau. Saya dan suami telah teruji dan terbukti sanggup berkalikali bolak balik Sekadau - Pontianak - Sekadau dalam setahun belakangan. Itu artinya, Allah karuniakan fisik yang kuat untuk saya :D
- Menu kulinernya belum komplit.
Akibat tak ada yang jual menu-menu tersebut di atas, saya jadi terpaksa mencari tau resepnya, dan dengan nekat bereksperimen membuat sendiri. And the taste was not bad *winkwink*. Sampai disarankan buka lapak kuliner segala. Sayanya aja yang ga betah hahaha.
- Berdebu teramat sangat.
Debu-debu dan jejeran truck tersebut menghasilkan sebuah tindakan berupa: "Malas keluar rumah" sehingga saya menjadi agak sedikit lebih putih alami tanpa cream pemutih Syahrini. Xixixi. Yaah, paling tidak lebih putih daripada suami saya deh :p
- Agak ribut. Ini karena setiap hari selalu ada bunyi nyaring house music pengiring senam aerobic dari pintu ruko tetangga.
Bagian yang 1 ini cukup meresahkan telinga saya karena saya tidak terbiasa dengan house music. Anyway, paling tidak ada 1 yang bisa membuat saya bersyukur: Bahwa saya masih diberikan pendengaran oleh Allah.
- Susah mencari pulsa untuk 2 nomor operator yang saya pakai sejak di Pontianak: Axis dan XL.
Urusan pulsa-pulsaan adalah salah 1 faktor yang membuat saya amat sangat bersyukur punya bapak yang oke dokeh dan pengertian seperti bapak saya hehehe. Ah, ngerti sendiri laah kamsudnya yes ;p
Kesukaan lainnya dari berdomisili di Kabupaten Sekadau adalah:
- Tinggal berdua dengan suami. Yang paling utama, tidak LDR dan bisa bertemu sepanjang waktu *kecuali ketika salah satu dari kami sedang ada agenda dakwah di luar Sekadau*.
- Bebas macet 24 jam.
- Angka kriminal rendah. Yaah, at least, tidak sekejam kriminal di ibu kota yang nyaris setiap hari adaaaa aja beritanya.
- Kemana-mana cepat dan dekat, karena Sekadau kan kecil hahaha.
- Kanan kiri depan belakang terdiri dari: Kanan: Travel SAF *travel langganan tiap mau ke Pontianak*. Kiri: RM Ivan yang menyediakan makanan Lamongan *jadi kalo sedang blank mau makan apa, tinggal pesan ke sebelah*. Depan: Hotel dan Swalayan Mitra Pelangi. Sangat membantu jika adik saya menginap di sini, ga perlu pinjemin motor buat dia jajan hehe. Belakang: Jalan tembus menuju Pasar Sekadau.
- Dan berbagai kesukaan lain yang bisa bikin postingan ini jadi lebih panjang kalo saya tuliskan semua :p
Nah teman-teman, dari cerita suka-suka *ya suka-suka, bukan lagi suka-duka :D* ini, kita sepakat ya harus bertindak bagaimana? Karena, as this pink pic stated:
Begitulah. Di manapun dan bagaimanapun, kita-lah yang pilih, mau seperti apa kita menyikapi hidup yang telah Allah anugerahkan pada kita :)






Andri Januardi