dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Tuesday, 2 October 2012

Cuek dan Dicuekkin

Sebagai makhluk sosial, saya yakin paling tidak 1 kali dalam seumur hidup kita pernah mengalami masa CUEK dan DICUEKKIN. Ya kan? Atau kalau belum pernah mengalami keduanya, minimal pernah lah ya merasakan salah satunya.

Saya pernah mengalami 2-2nya :D


Dicuekkin, apalagi oleh orang yang paling ingin kita dapatkan perhatiannya, itu rasanya sesek sampai ke ubun-ubun. Mau marah, orang dianya aja cuek. Saya ga marah aja dia cuek, tak peduali. Apalagi kalau saya marah. Aiiih. Mau ikut cuek, lah kan saya yang perlukan dia.

Berkali-kali dicuekkin sampai akhirnya saya memaksimalkan fungsi otak saya supaya kinerjanya seimbang dengan fungsi hati, fungsi perasaan yang selama ini mendominasi. Maka saya pun mengurangi kuota keperluan saya. I still can live without you, uh? Awal mula sih beratnya bukan main. Nyaris tiap menit ngecek handphone untuk lihat adakah SMS atau telepon dari dia? Gemes pengen menghubungi duluan, tapi saya tau kelak hasilnya akan membuat saya sedih.

Karena, saat kita tau posisi kita yang mencari-cari perhatian sama orang yang sudah tak peduli lagi dengan kita, artinya kita tak perlu berpura-pura sedih kalau kemudian malah dicuekin. That's the consequence of trying to attract someone who's indifferent, no?

Sejak saat itu, saya pun memegang prinsip: 
IF ONE DOESN'T ____ ME THAT MUCH, WHY SHOULD I?
Blank column-nya bisa diisi dengan beragam kata kerja. Bisa 'need' atau 'love'. *halah :p*

Pun saya pernah berada dalam posisi cuek, tak peduli (lagi) pada orang lain. Ketika kita cuek dan tak peduli *btw, apa bedanya antara cuek dan tak peduli?*, pasti ada alasan atau pemicunya. 

Saya teringat saat masih kecil, di usia yang sering sekali dimarahin habis-habisan sama orang tua dan beberapa orang guru. Kata ibu saya, kalau orang tua masih marahin anaknya, itu artinya orang tua masih peduli. Kalimat yang sama dari salah seorang guru saya: kalau guru masih negur kamu di kelas, masih mau marah sama kamu, artinya masih peduli. 

Jadi, jangan gundah gulana kalau dimarahi orang tua atau guru, karena itu pertanda mereka masih peduli. Toh cara orang mengekspresikan kepedulian kan berbeda-beda. Gundahlah ketika tingkah polah kita yang keliru malah dibiarkan. Begitulah. Selalu ada penyebab di balik ketidakpedulian. Bisa karena sudah bosan, bisa karena sudah risau, bisa karena macam-macam.

Anyway, bagi setiap orang yang pernah mengalami fase BENAR-BENAR TAK PEDULI DAN BENAR-BENAR CUEK, pasti tau betul bahwasanya CUEK itu tidaklah sesesek dan sesakit DICUEKKIN. 

The only thing worse than being hated, is being ignored. Agree?

Monday, 1 October 2012

Saatnya Membayar Hutang

Welcome October!

Rasanya cukup sudah hampir 2 bulan lamanya saya terbang di awang-awang bernama "MALAS NGEBLOG". Sekarang saatnya membayar hutang hohoho.



Hutang saya buanyak sekali ini.

1. Reply Comment teman-teman di blog saya.

Perlahan-lahan hutang ini saya bayar di sela-sela posting berita Warta 3 ke web Radio Volare. Makanya kadangkala ada komen yang sudah sebulan lamanya, baru saya balas sebulan kemudian. Atau, ada 1 tulisan yang komennya ada 10, yang saya balas baru 5. Hihihi. Kerja kok ya nanggung *ketok pala sendiri*

2. Blogwalking ke blognya teman-teman

Balas komen di blog sendiri aja leletnya kebangetan, apalagi blogwalking dan komen-komen ke blog tetangga. Pyufh.. Maka dari itu, setelah tunai hutang yang pertama, akan segera saya bayar yang kedua.

3. Menutrisi lagi blog-blog saya, terutama blog ini, dengan tulisan yang layak dibaca.

Tulisan kayak begini sebenarnya sih menurut saya tidak layak dibaca. Ini nulis hanya untuk deklarasi saja kalau saya akan segera kembali *membayar hutang, sekaligus melanjutkan 'perjuangan'* . Yooow, ganbatte kudasai!!

Nah, berhubung sudah saya tuliskan dan saya terbitkan sehingga tulisan ini bisa dibaca teman-teman, dengan demikian saya akan punya semacam 'kontrak' yang harus saya penuhi, minimal dengan diri saya sendiri. Jadi, kalau lagi males, ingat tulisan ini lagi, dan ingat hutang-hutang yang belum lunas. 

Cemunguuuudhz..


Wednesday, 12 September 2012

Side Effect

Assalamu'alaikum... Haiii semuanyaaa ~



Hihihi. Iya iya, udah lama tidak ngeblog ya sayanya ^^v

Alasan dari tidak munculnya saya di blog, sangat klasik sebenarnya. Jangan diketawain ya. No willingness. Alias, malas hehehehe.

Well, this is actually one of the snowball effects of doing alldaylong DVD Marathon. 

Leyeh-leyehan, penasaran, dilanjutkan, keasikan, kebablasan, jadinya malah ga nongol-nongol di blog ini sampai dengan hari kemaren. Sampai-sampai pak Zach muncul di kolom komentar postingan sebelumnya, nanyain adakah saya sibuk dan sehat senantiasa. Awww, meant a lot to me. Hehehe. Thank you so much pak Zach :D

Ouch, banyak sekali PR saya ya teman-teman: blogwalking, reply comments, posting, rebuild the blogger-friend-networking, daaan lain-lain. 

Tema untuk posting ada banyak sekali. Cuman ya itu, willingnessnya gak muncul-muncul. *ketokin kepala sendiri, tuk tuk tuk*

Yah sudahlah. Hal semacam ini bukan baru pertama kali terjadi kok. Nanti juga kalo mentok juga balik ngeblog beneran lagi. See you around then :)