Bukan, ini bukan bagian dari lirik lagunya Yuni Shara. Ini judul tulisan tentang tanya-tanyaan.
Pernahkah teman-teman bertanyatanya, kenapa sih orang bertanya?
Menurut saya, motivasi bertanya itu paling tidak ada 3 macam:
1. Mau tau banget.
2. Mau tau aja.
3. Cuman ngetes.
Contoh nomor 1 misalnya saat lagi di dalam kelas, lagi pelajaran fisika. Eh ga usah fisika deh. Kalau pelajaran fisika biasanya saya malah bingung mau nanya apa saking susahnya :p
Pelajaran Bahasa Inggris aja. Misalnya, guru lagi menyampaikan materi tentang Conditional Sentence. Ada 1 hal yang mengganjal di pikiran seorang siswa dengan contoh kalimat yang diberikan guru:
If I had had the book, you would have borrowed it.
Kenapa kata 'had' nya sampai 2 kali? Muncullah pertanyaan tersebut.
Bagi siswa yang memang ingin benar-benar menguasai materi Conditional Sentence, pertanyaan semacam ini muncul karena dia penasaran dan mau tau banget jawabannya. Karena, bisa jadi nanti di ujian akan muncul soal seperti itu. Atau, mungkin saja ketika nanti akan menggunakannya untuk percakapan sehari-hari, dianya udah ga bingung lagi kenapa 'had' bisa bersanding dengan 'had'.
Begitu.
Contoh nomor 2 misalnya situasi di sebuah kolom komentar blog *halah*. Contoh terfreshnya adalah pertanyaan yang diajukan sama Kak Diar di postingan saya yang kemarin. Atau contoh lain, saat kita bertemu dengan kenalan di tempat umum, trus muncul pertanyaan: "Abis dari mana? Mau kemana?", itu adalah jenis pertanyaan mautauaja, yang kalo ga dijawab juga ya udah sih, cuman pengen tau aja.
*Ps. Kak Diar, btw postingan ini ditulis bukan karena pertanyaan Kak Diar kemaren loh kakak cantiik, topik ini udah berbulan lamanya tersimpan dalam rencana list postingan hehehehe ^^v <-- yang ini contoh: ngasihtauaja :p*
Contoh nomor 3 misalnya ketika kita barusan dibohongin. Kita tau nih ceritanya perihal yang sebenarnya. Dalam rangka 'ngetes' kejujuran orang tersebut *siapa tau setelah ditanya lagi dianya jadi jujur, gitu*, maka kita mengajukan sebuah pertanyaan.
Atau contoh lain, saat sedang mengikuti mata kuliah Agama Islam, misalnya. Ketika dosen selesai menjelaskan dan ngasi kesempatan untuk bertanya, berhubung tak ada seorang pun yang menggunakan kesempatan itu, maka seorang mahasiswa iseng pengen ngetes dosennya dengan pertanyaan: "Pak, apakah berjilbab itu wajib?", padahal dia sudah tau jawabannya jelas dan ada dalam kitab suci AlQur'an.
Jadi intinya, bertanya dengan motivasi cuman ngetes adalah situasi saat kita sudah punya jawabannya. Begitu.
Tentang tanya-tanyaan, 3 poin itu sih versi saya. Kalo versi AlQur'an dan Sunnah, langsung meluncur ke halaman wordpress saya aja :D *kemudian promo :p*
Baeklah. So far, any question? *winkwink*


