"Jangan munafik lah, gaji segitu mana cukup untuk menutupi kebutuhan hidup jaman sekarang"
"Saya gak mau munafik ya. Kalo memang saya perlu sex toys itu, ya saya pake"
Itu contoh penggunaan kata 'munafik' yang baru-baru ini saya dengar. Dari kalimat itu, munafik tentulah dimaknai sebagai: lain di mulut lain di sikap. Ya toh?
Yup, memang salah 1 ciri-ciri munafik adalah bila bicara ia dusta. Which means, kalo ada seseorang ngomong tapi tidak sesuai dengan perilakunya, cukuplah itu disebut dusta. Tapi, ciri-ciri munafik bukan 1 itu saja.
Ciri-Ciri Orang Munafik
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, maka Allah membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa`: 142)
Dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
“Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika berseteru dia berbuat kefajiran”. (HR. Al-Bukhari no. 89 dan Muslim no. 58)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
Naaah, begitu tuh ciri-ciri munafik berdasarkan dalil. Jadi, menurut saya, tidak oke sekali kalo menggunakan MUNAFIK sebagai justifikasi untuk melakukan sebuah kesalahan.
Misal, mentang-mentang gaji untuk sebuah profesi nominalnya kecil dan tidak cukup untuk biayai hidup, bukan berarti lantas KORUPSI itu boleh dan menjadikan pelakunya tidak munafik. Ya toh?
Atau, supaya tidak munafik, dengan alasan untuk menghindari zina lalu menggunakan sex toys sebagai pemuas kebutuhan seksual, lah dalaaah, menghindari dosa dengan membuat kesalahan baru deh tuh. Kan sudah diajarkan dalam Islam, untuk menekan hawa nafsu, kalo belum mampu menikah, ya berpuasa-lah kamu. Gitu..
Maka dari itu, berhati-hatilah bilamana kita menggunakan kata MUNAFIK. Apalagi saat akan menuduh seseorang munafik. Sudah tepat sasaran-kah tuduhan itu?
Misal, mentang-mentang gaji untuk sebuah profesi nominalnya kecil dan tidak cukup untuk biayai hidup, bukan berarti lantas KORUPSI itu boleh dan menjadikan pelakunya tidak munafik. Ya toh?
Atau, supaya tidak munafik, dengan alasan untuk menghindari zina lalu menggunakan sex toys sebagai pemuas kebutuhan seksual, lah dalaaah, menghindari dosa dengan membuat kesalahan baru deh tuh. Kan sudah diajarkan dalam Islam, untuk menekan hawa nafsu, kalo belum mampu menikah, ya berpuasa-lah kamu. Gitu..
Maka dari itu, berhati-hatilah bilamana kita menggunakan kata MUNAFIK. Apalagi saat akan menuduh seseorang munafik. Sudah tepat sasaran-kah tuduhan itu?

