dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 25 January 2017

Jurnal Miss Dini


Setiap tahun ajaran selalu punya cerita. Tahun ajaran 2016/2017 ini merupakan semester ketiga saya mengajar mata kuliah Bahasa Inggris di Universitas Tanjungpura Pontianak. Cerita di semester ini tidak jauh berbeda dari cerita semester-semester sebelumnya. Masih berputar di tema tentang attitude mahasiswa, effort mahasiswa, juga tentunya tipe kecerdasan mahasiswa yang berbeda-beda. Dari 3 semester belakangan, untuk mata kuliah Bahasa Inggris, saya menyimpulkan ada beberapa type mahasiswa: mahasiswa kece, mahasiswa oke, dan mahasiswa oke deh.

Mahasiswa kece, biasanya di kelas cukup aktif, sudah punya basic skill yang baik, either berbekal dari belajar Bahasa Inggris yang serius sejak SD hingga SMA, atau lewat kelas tambahan di lembaga kursus. Mahasiswa kece, ngumpulin tugas selalu on time. Kalo disuruh presentasi di depan kelas, selalu siap sedia. Mahasiswa kece merasa rugi kalo harus absen. Jika terpaksa absen, itu pun karena harus mewakili kampus atau mewakili bangsa ini dalam ajang lomba.

Mahasiswa oke, tak kalah keren dari mahasiswa kece. Mahasiswa oke, punya keunikan yang menarik. Walaupun skill Bahasa Inggris biasa-biasa saja, tapi punya effort yang bikin dosen jadi ga tega ngasih nilai D, apalagi E. Meskipun dirasa berat, tapi tugas tetep beres, nyaris tak pernah absen pada pertemuan di kelas, dan tidak sungkan bertanya ke teman kalau-kalau ada tugas saat kebetulan absen.

Mahasiswa oke deh, hampir sama keren dengan mahasiswa kece dan oke. Dikasih tugas, yaa oke deh. Bisa dikerjakan, bisa juga ditinggalkan begitu saja hiks. Ada yang karena sejak dikenalkan Bahasa Inggris di bangku sekolah sudah alergi sehingga tak bersahabat dengan Bahasa Inggris, ada juga yang abaikan tugas karena sibuk maen game di smartphone masing-masing atau sibuk nyari duit buat bayar semesteran. Walhasil, bila tiba masanya menginput nilai, terkadang dosen *yang seperti saya* harus agak sedikit tega terutama kalau mahasiswanya sama sekali tidak menampakkan itikad untuk menolong diri mereka sendiri sepanjang semester.

Hasil tidak pernah mengkhianati usaha, ya kan?

Seperti yang selalu saya ulang-ulang di status media sosial saya sejak tahun duaribu belum pakai belasan, sejatinya semua siswa/mahasiswa itu cerdas. Kita semua unik. Yang membedakan hanyalah jenis kecerdasan masing-masing, serta MAU dan TIDAK MAU mengembangkan kecerdasan kita. That's it. Sekali lagi, hasil tak pernah mengkhianati usaha. We always get what we deserve. So, just enjoy your score ;)

Tuesday, 2 February 2016

Bukan Pelit Nilai


Dear adek2 mahasiswa kesayangan miss dini angkatan 2015/2016. Congrats untuk yg dapat nilai A, B, maupun C. Again, nilai is just a matter of numbers and letters. Nilai bukanlah ukuran kecerdasan. But please note this: hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Kalau merasa hasil tidak sesuai dengan usaha yang sepertinya sudah maksimal, it means you need to change your perspective a lil bit. Bagi kami (saya dan rekan2 guru lainnya), memberikan nilai 80, 90, A+, B- dst adalah hal mudah. Tinggal ubah data di excel, ganti 60 menjadi 90, voila! Muncullah angka A di siakad dan transkrip kalian kelak. Pertanyaannya, apa kita layak dengan nilai itu? Apa kita yakin nilai A di transkrip/siakad tersebut bisa kita pertanggungjawabkan?

Tapi miss, teman saya yang biasa2 saja nilainya kok bisa A? UASnya kok bisa tinggi? Ada 2 kemungkinan: 1. Karena dia rajin, mengulang materi dengan sungguh2 ketika akan UAS, 2. Karena dia mencontek saat UAS. Orang rajin bisa mengalahkan orang pintar. Orang mencontek tak akan selamat di akhirat. Please do remember that. Oh, 1 kemungkinan lagi: lucky guess, alias tebak2 tapi benar.

Tapi lagi miss, saya aktif di kelas, tak pernah absen, rajin bertanya, sudah mengerjakan perbaikan dari soal di blog miss dini, tapi kenapa nilai saya C? Kemungkinan besar karena jeblok banget di UAS. FYI, ada yang nilai UASnya harus saya katrol sekian puluh poin dari nilai aslinya demi bisa minimal C, lulus, sehingga tidak perlu mengulang tahun depan. Kalau tetap ingin perbaikan supaya nilainya lebih baik, well that's your choice.

Once again, nilai is only a matter of numbers and letters, nilai hanyalah bonus. Jadilah mahasiswa yang studying-process oriented, bukan mahasiswa yang scored oriented. Berorientasi pada proses belajar dan ilmu yang didapatkan selama di kelas, jangan jadi mahasiswa yang berorientasi nilai tapi ketika ditanya "Where are you from? What do you think about education in Indonesia?" etc lantas diam melongo. Jangan gampang menuduh guru atau dosen pelit nilai, kalau sebagai mahasiswa, kita pun malas dan tidak antusias belajar, jarang hadir di perkuliahan, dan telat mengumpulkan tugas.  

Nilai yang tertera di buku rapor dan transkrip nilai yang menyertai ijazah kita kelak itu nanti hanya membantu di langkah pertama ketika akan, sebut saja, melamar kerja. Di lapangan pekerjaan, no one cares about your scores. Yang orang-orang pedulikan adalah skill, attitude, dan kinerja kita. Nilai sempurna tapi tidak punya skill, attitude nol, dan malas-malasan, then just get ready to be left behind.

Tolong bantu saya agar ringan langkah saya menuju syurga, karena tujuan utama saya pindah dari Sekadau ke Pontianak untuk kembali berkarir lewat jalan mengajar adalah agar ilmu yang Allah titipkan pada saya menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi amalan yang tak terputus ketika saya meninggal kelak.

Semoga nyampe di hati dan jangan merajok yesh sama miss dini kalo nilainya ndak sesuai dengan ekspektasi. I give you what you deserve :) Dan, kalau memilih mengulang di semester depan, belajarlah dari kekeliruan di semester kemarin. Good luck, dan semoga dapat A :D

Friday, 10 April 2015

Vacation Project: A Present to My Dad

5 years ago this month, April 8, I was officially getting my S.Pd degree after accomplishing the skripsi examination. I announced the good news to my dad as a birthday present for him. Here it is, pak. Your only daughter finally finished her study.

Today, I was crying on my way to his grave, imagining how happy he would be to know that today I’ve registered for my thesis examination, my so-called Vacation Project. Insya Allah I will do the exam next week, April 17, 2015. And the process to the exam is done in the day he was born, April 10 :’) So, this is also a present for him.

Nothing along the process of doing the project will be so smooth as I experienced today without the willingness and power of Allah The Almighty. Which maybe the power is delivered because He granted my father and my mother’s prayers. Also my husband’s. And close friends’. “Then which of the Blessings of your Lord will you both (jinns and men) deny?” (ArRahman : 13).

I feel like to copy paste the acknowledgement page of my thesis for this post but I think it also won’t be enough. Nobody can reimburse their kindness to me but Allah. So, let’s just wait, I believe Allah will give them all His blessings in various ways :)

This won’t be the end of my journey in pursuing my passion. I don’t know how, but I believe there will be the next steps I will go through. Insya Allah.