Ini minggu terakhir saya bisa ada di rumah untuk jelang malam nih. Bulan depan, sudah harus pulang malam lagi, hampir setiap malam. Lagi-lagi pekerjaan. Bingung juga bagaimana nih saya akan splitting body into different but many purposes and places.
Wednesday, 31 October 2007
Main - Main Language
Ini minggu terakhir saya bisa ada di rumah untuk jelang malam nih. Bulan depan, sudah harus pulang malam lagi, hampir setiap malam. Lagi-lagi pekerjaan. Bingung juga bagaimana nih saya akan splitting body into different but many purposes and places. Tuesday, 30 October 2007
WAIT FOR MARCH
What a hectic day! But happiness still flow slowly but sure as the time goes by. Amazing day. However, it’s not been really full day of October 30. I’m, as usual, in the middle of the nite after playing a bit with some nice task and interesting duty dealing with this lovely notebook ;)I think I’d like to go flashback, just a flash.
..karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti orang mati, nyalanya adalah nyala api. Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya..
Maka, haruskan kita tenggelam ke dalamnya? Atau hanyut saja? Lewati sungai itu, dengan bahagia. Atau, biarkan sebuah perahu jadi tempat untuk menunggu? Lagi dan lagi, menunggu yang menyenangkan. Sungguh, menyenangkan. Karena banyak tiupan angin segarkan wajah sampai ke hati.
What a nice thing to wait!
When uncountable wind slaps me gently in my waiting time, nothing to compare it to! Even ice cream names Conello can’t beat the beauty of this amazing waiting!
Just Michael Buble as the symbol of the Beauty of July, maybe, which is able to beat. However, waiting for March while listening the beauty of July, isn’t it a great idea?
Berkas Liburan Lebaran
Oh ya, saya lupa untuk berbagi sedikit liburan Idul Fitri yang lalu ke teman-teman. Ada beberapa gambar juga loh ^_^.
On the way hometown of my father and mother, listening to the music, Buble still My Everything.
Ternyata, sampai di tanah airnya bapak ibu saya, hmmm indah juga melihat sebuah ciptaan anugerah Allah yang luar, sebuah bukit batu hitam gelap yang dinamai bukit kelam, tampak dari kejauhan.
Jelang senja, makin indah aja deh bukit kelamnya.
Meskipun Sungai Kapuas yang ada tepat di depan rumah ortunya orang tua sa

ya *kakek, susah banget sih hehe* sudah tercemar merkuri, sampah-sampah, dan zat-zat lain yang sesungguhnya tak layak berada di sungai terpanjang di Indonesia itu, namun banyak juga anak kecil ’kehausan’ air sungai. Tidak mereka telan ke mulut, namun mereka basahi badan dan bersenang-senang di sana.
Rasanya, ikan-ikan dalam sungai pun tak ada pilihan lain untuk menepi dari Sungai Kapuas dengan cemarannya. Tertangkap nelayan, yaah barangkali sudah saatnya dimakan deh kan, ikan :).

Segini aja deh kayaknya. Koleksi foto-foto liburan bersampan lainnya, langsung mampir ke second account friendster saya aja.
Subscribe to:
Posts (Atom)
