dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 19 March 2008

Saya yang baru

DINI HAITI ZULFANY

Adalah nama lengkap saya. Dini artinya ‘Agamaku’. Haiti saya artikan sebagai ’Hidupku’ karena saya anggap berasal dari kata ’hayati’. Memang banyak teman-teman yang heran saat tau nama tengah saya ’Haiti’. Seperti nama negara miskin di belahan Eropa sana. Lalu, Zulfany berarti ’Kedudukanku’. Kalau dirangkai, maka menjadi ”Agamaku Hidupku Kedudukanku”. Bapak saya lantas memaknainya sebagai ”Agamaku yang Cemerlang”. Subhanallah. Itu adalah sebuah harapan mulia dari kedua orang tua saya agar anaknya bisa mengaplikasikan makna nama tersebut dengan cara menjadi muslimah yang membanggakan bagi keluarga, bangsa, dan tentu saja agama Islam tercinta. Insya Allah.


Saya senang sekali angka 22. Bukan saja karena angka tersebut ban
yak sekali muncul dalam memori indah di kehidupan saya, tapi lebih karena pada tanggal itulah saya terlahir ke dunia. Terlahir pada hari Rabu, 22 Juli 1987 seorang anak perempuan yang langsung diadzankan oleh Bapak. Betapa bahagianya saya sekarang karena lahir dalam keluarga yang menganut agama yang benar, agama yang diridhai Allah SWT. Meskipun hingga usia 20, belum juga saya kaffah menjalani agama ini, namun telah sejak lama saya bertekad untuk terus memahami Islam dengan baik. Orang tua saya pun sangat ingin saya menjadi anak perempuan baik-baik. Baik dari segi akhlak, agama, tingkah laku, semuanya.

Namun, sepertinya harapan itu belum juga terwujud hingga saat ini. Saya masih penuh cela. Yeah, namanya juga usaha. Saat ini saya sedang dalam proses ’perbaikan diri’. Sempurna, tentu saja tidak mungkin bisa. Anyway, usaha orang tua saya luar biasa juga. Sejak SD, saya disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Teladan (MINT) Bawamai. Meskipun sebelumnya saya tidak dijadikan siswa Taman Kanak-Kanak Islam, tapi tidak membuat orang tua saya lantas ’latah’ memilihkan sekolah tingkat lanjutan yang tidak berlatar belakang Islam. Ya, sebenarnya saya tidak dipilihkan. Saya pilih sendiri untuk melanjutkan SMP ke Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pontianak, untuk kemudian sekolah lagi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak. Wah, Madrasah semua ya dari SD... Seharusnya saya sudah jadi hafidzah Al Quran nih sekarang. Tapi apa daya. Sampai sekarang belum hafidzah atau ustadzah juga. Masih Dini yang biasa.


Jelang kelulusan, saya sudah tidak sabar untuk menjadi mahasiswi FKIP. Keinginan untuk memilih UNTAN FKIP Inggris sudah muncul sejak saya kelas 3 SMP. Sesuai dengan cita-cita saya sejak kelas 3 SMP hingga sekarang, yaitu menjadi Dosen Bahasa Inggris, maka mendaftarlah saya di UNTAN, memilih jurusan yang saya inginkan. Subhanallah. Betapa rekayasa Allah begitu indah. Semuanya dilancarkanNya. Lewat kampus ini pulalah Allah tunjukkan dan bukakan jalan untuk saya agar mengenal TARBIYAH. Lewat FKIP pula saya diperkenalkan dengan ikhwah yang luar biasa hanif. Mereka semua mencintai Allah. Pakaiannya sopan-sopan. Ibadahnya membuat saya semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas ibadah saya pula. Allah sungguh Maha Besar.


Oiya, sebelum masuk di kampus ini, setelah tamat SMP saya diminta untuk magang di Radio Volare. Makanya, setiap kali bertemu teman lama, pertanyaannya selalu sama: “Dini, masih siaran di Volare?”.
Jawaban yang sama pula selalu saya berikan: “Alhamdulillah, masih hobi siaran hehe”. Pertama bergabung di Volare ketika saya lulus MTsN 1 Pontianak, tahun 2001. Sampai sekarang, 2008 Alhamdulillah, masih tercatat sebagai salah satu penyiar. Sejak saya hijrah ke tarbiyah dan berusaha menanamkan niat untuk istiqamah di jalan dakwah, saya berjanji pada diri saya sendiri agar sembari siaran, saya bisa juga berdakwah dengan style yang sesuai ‘format Volare’. Toh dakwah tidak harus di Radio Mujahidin saja kan? J

Hingga jari jemari ini mengetik, Alhamdulillah saya masih tercatat sebagai Tentor Bahasa Inggris di SIS (Solusi Interaktif SSC). Amanah lainnya, sejak Agustus 2006, dipercaya pula oleh MAN 2 tercinta untuk mengajar Bahasa Inggris sebagai di bimbingan belajar MAN 2 untuk kelas XI. Di MAN 2 pula, saya sebagai alumni merasa beruntung bisa menjadi salah satu pihak yang terlibat untuk ekstrakurikuler. Lebih dari setahun menjadi English Study Club’s Instructor untuk MAN 2, membuat saya semakin mencintai sekolah itu. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu kuliah dengan sekedar kupu-kupu alias kuliah pulang kuliah pulang, maka saya pun menjadi salah satu pengurus English Student Association, tepatnya di divisi English Learning Center (ELC) yang menangani program-program yang berhubungan dengan akademik. Target saya ke depan, ESA harus menjadi sebuah lembaga ammah yang pengurusnya adalah kader-kader dakwah sehingga tidak susah lagi mencari SDM di ESA yang ikhwah, terutama yang ikhwan. Semoga Allah meridhoi.

Dosen saya di kampus, Bapak Ikhsanuddin menganggap saya layak untuk bergabung dengan UPT Bahasa Universitas Muhammadiyah atau dikenal dengan nama MU-CeLL. Subhanallah, teman-teman di MU-CeLL pun ternyata ikhwah juga. Allah percayakan posisi Manager of Administration and Finance di sana. Mudah-mudahan tidak membuat saya lupa dengan kewajiban-kewajiban saya, dan semoga Allah jauhkan saya dari sifat sombong dan tinggi hati.

Maka, dengan amanah-amanah tersebut, terangkailah aktivitas saya seakan tanpa jeda. Aktivitas utama saya di bidang akademik tetaplah kuliah, menjadi mahasiswa Prodi Bahasa Inggris semester 6. Kuliah, mengajar, siaran, ikut syuro’, dan tak lupa liqo’. Kurang lebih itulah aktivitas harian saya. Dalam masing-masing aktivitas tersebut, saya dititipi amanah dakwah oleh Allah. Sebuah amanah paling penting yang akan dipertanggungjawabkan semua umat di akhirat kelak. Wallahualam.

Friday, 14 March 2008

Tag yang membingungkan

Sumpah, agak sedikit bingung pas Iman tau-tau mampir ke blog saya, trus langsung ngasi tau ada 'tag' di blognya dia. Duh, apalagi ini, man?

Tag, saya taunya tag itu ada name tag. Sisanya, apalagi ya?

Akhirnya, mau ga mau saya googling, cari tau apaaaa yak itu 'tag'? Hehe, maklum masih gap teknologi, masih belom familiar sama istilah-istilah gituan. Saya temukanlah bahwa tag itu didefinisikan sebagai: "a (relevant) keyword or term associated with or assigned to a piece of information (a picture, a geographic map, a blog entry, a video clip etc.), thus describing the item and enabling keyword-based classification and search of information."

Tags are usually chosen informally and personally by item author/creator or by its consumer/viewers/community. Tags are typically used for resources such as computer files, web pages, digital images, and internet bookmarks (both in social bookmarking services, and in the current generation of web browsers - see Flock). For this reason, "tagging" has become associated with the Web 2.0 buzz.


Saya punya keterbatasan waktu yang lumayan untuk bisa memahami sungguh-sungguh apa itu tag. Akhirnya, saya hanya ikut-ikutan bikin daftar link, seperti yang dilakukan Iman. Well, maybe anybody know what actually tag means? Explain me in Indonesian, will you?

Oke deh, anggap aja tag dari Iman sudah saya kerjakan yah hehe. Here they are...

Volare
Program Kursus 8 minggu ke Amrik
Iklan Pontianak
Blog baru lembaga baru
Inspirasi buat Wanita

Duh, apalagi ya? Nanti deh kalo lagi mood saya tambahin. Hmmm, kayaknya saya belom pernah ngasi PR kan ya? Ehehee, gantian aaah. Mo ngelemparin tugas membingungkan ini ke Mba Dayank dan Abiyasa. Selamat ngerjain ;)

Wednesday, 12 March 2008

Justice in Campus

Justice is defined as fairness: fairness or reasonableness, especially in the way people are treated or decisions are made. Well, some people often say that they are not treated fair. It happens in every part of life, even in Education word. Today edition, we are ready going to talk about justice in campus; the place where maybe we can find so many not fair treatments both from lecturers to student and from student to lecturers.

Let’s start from the daily activity in campus. Based on the schedule, a class should start at 7.30 and end at 09.00, for example. Well, as you know that most of Indonesian people are not accustomed to be discipline. Hmmm, sometimes it is tolerated. That students are not allowed to come late, that is really no wonder, right! But why are lecturers no problem for coming late? Is it fair? Some people say that it’s just normal when lecturers come late for the class. No problem because maybe lecturers have another agenda to do outside and make them come late. Well, what do you think, students? And also lecturers?

Now we go to the middle of semester. In this period, some of lecturers have the students to do some assignments, and collect it in the middle of semester –and some in the end of semester or in the day of final examination--. At the time of submitting the assignments, some ‘wicked’ students couldn’t handle their assignments well so that they have to beg to the lecturer to tolerate them of their lateness. Some firm lecturers will say no about that and they don’t want to know whatever happens, students must be on time submitting the assignment! Then, the problem is where we can find some lecturers give a very sweet pardonable for the ‘wicked’ students about their lateness in submitting the assignment –I don’t say that the lecturers are not FIRM!--. Is it fair for the other students who submit their assignment ON TIME?

Oke, now we go to the last semester, the time when the lecturer ‘judges’ the mark, the score for the students, whether they get A, B, C, D, or E or even NO MARK for what they have learnt for one semester. As students, do you think that you are treated fair about the score? Do you know how they score yours? Or do you think students don’t have to know about this?

What’s in your mind about justice? How justice should be? If you are college students, do you think that you have been treated fair/just? When you were a college student, were you treated fair? If yes, how they treat you? And if not, in what part do you think you’re treated unfair? How do you make yourself to be comfort when you are in unfair situation? What would you do?


Other things that usually are not fair in campus are:

- Sharing scholarship (for smart poor, smart rich, not smart poor, or not smart rich?)

- Lecturers’ present (students pay for being taught and got knowledge, how about the lecturers who often absent? Is it fair?

- else