dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Tuesday, 30 September 2008

Cuti ngeblog, Mudik

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Assalamu'alaykum wr wb

Dengan ini, saya mengucapkan selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1429 H. Semoga amal ibadah selama Ramadhan kali ini dirahmati Allah SWT. Mudah-mudahan diberikan kesempatan untuk berjumpa kembali dengan Ramadhan tahun depan agar bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita masing-masing.



Di sini juga izinkan saya mengucapkan mohon maaf lahir bathin untuk semua khilaf kata yang terketik sengaja atau tak sengaja di halaman blog, halaman friendster, halaman multiply, dan semua halaman-halaman lain yang barangkali menyakiti perasaan teman-teman sekalian.

Saya akan cuti dari dunia maya sekitar 4 hari ke depan, dalam rangka mudik lebaran.

Sampai jumpa teman-teman, Insya Allah.

Wassalamu'alaykum wr wb

Sunday, 28 September 2008

thekupu and 10 facts bout her

Gara-gara ga sengaja baca blog nih orang, trus ngeliad nama saya sebagai salah satu orang yang dilemparin PR beginian *dih, padahal dah mo lebaran, ngapain lagi dikasi PR, kayak anak sekolahan aja diPRin hikz*. Sebenernya, niy PR agak-agak mirip sama PR saya yang satu ini. Bedanya, yang kemaren itu cuman 8, sedangkan yang sekarang diminta nulisin 10. Hmmm, let me review, apakah yang 8 kemarin itu masih terfaktakan dalam diri saya?

Beberapa iya rupanya. Mari copas beberapa hohoh. Tapi, beberapa itu juga saya tambahin loh. Here they are...



1. Seneng sama kupu-kupu
Yea, walopun blog ini ber-url wedonotgoblog.blogspot.com, dan sepertinya tidak mencerminkan kekupuan, tapi kesukaan saya terhadap kupu-kupu memang tidak ada hubungannya sama url blog saya ini *ehehe, makin ga nyambung deh*. Alasan sukanya saya sama kupu-kupu bisa di baca di sini.

2. Belum bisa -pandai- memasak
Iya, saya belum bisa masak. Paparannya tentang pendapat saya tentang masak memasak, semuanya ada di sini.

3. Sensitif, gampang nangis
Iya, coba aja kasi saya bacaan yang menyentuh kalbu seperti tulisan-tulisan yang ada di dudung.net misalnya, hmmm cepet deh melelehnya *hikz*. Sedikit menambahkan niy. Ga sekedar baca aja. Waktu saya ngetik juga yah, tadi siank, ngetikin khutbah Idul Fitri buat Bapak, weleh... meleleh leleh dah hikz hikz. Ngeliat bapak-bapak yang gerobak baksonya jatoh aja saya bisa nangis. Kasian, cengeng amat nih perempuan T_T

4. Penyiar Radio Volare
Saya siaran sejak kelas 2 SMA, dan bergabung dengan Radio Volare sejak lulus SMP. Seperti janji saya di postingan sebelumnya itu, sekarang saya akan sedikit ulas gimana ceritanya saya bisa jadi penyiar di Radio Volare. Orang-orang pada ngirain, masuknya saya sebagai karyawati di Radio Volare melibatkan 'tangan' Bapak saya. Padahal, sama sekali TIDAK. Kisahnya berawal dari kesenengan saya dengerin Volare dari pagi dini hari sampai tengah malem. Setaon penuh, ga pindah-pindah. Sampai-sampai saya hafal semua program Volare waktu itu, jadwal siaran penyiar-penyiarnya, koleksi lagu-lagu barunya, bahkan sampe detil detil acaranya saya hafal.

Lalu, muncul ide baru pada sebuah program bernama Volare Hotline Service, dimana pendengar bisa telpon ke studio dan pura-pura jadi penyiar. 1 kali ikut, ga menang. 2 kali ikut, menang. 3 kali ikut, menang lagi. 4 kali ikut, menang lagi. Ga boleh ikut lagi. Saya lantas direkrut untuk magang di Radio Volare, sebagai scriptwriter. 2 bulan magang, disuruh ngelamar sama Ibu Program Director. Awalnya, orang tua saya ga bolehin saya kerja, secara waktu itu beneran baru tamat SMP. Masuk SMA aja belon. Jadi, masih dalam rangka liburan jelang masuk SMA, begitu. Tapi, akhirnya saya dibolehin juga, dan melamarlah saya. Namanya juga orang disuruh ngelamar, masa ditolak, kan lucu hehe.

Singkat cerita, bekerjalah saya di sana suka-suka. 1,5 tahun sebagai scriptwriter, dan tepat tanggal 11 Maret 2004, saya on air pertama kali di Volare. Waktu itu saya kelas 2 SMA. Yeah, ngelamarnya pake ijazah SMP, iyes hehe. Alhamdulillah, sampe sekarang masih tercatat sebagai salah satu penyiar Radio Volare, walopun siarannya akhir-akhir ini sering bolong-bolong dan mulai sering telat. *rasabersalahmode: on*

5. Sedang belajar (dan masih ingin) jadi akhwat.
Niat sejak 2 tahun lalu yang seringkali terhalang oleh kilau dunia. Insya Allah, 2008 harus jadi lebih baik. Teman-teman, dan juga pak iman, doakan saya yaa... Saya ingin menjadi wanita baik yang mendapatkan pria baik juga :)

Skarang masih kepengen, walopun cukup sering bolak balik metamorphoself gak karuan. Yeah, seperti di postingan saya yang di bawah ini, saya tetap cinta Tarbiyah.

6. Fluktuatif.
Iya. Saya gampang banged turun naik, di masalah perasaan. Cepet berubah, seperti kupu-kupu aja. Matinya cepet, tapi idupnya lumayan lama. Kurang lebih kayak gitu lah saya. Mencari pengaitnya itu, kadang-kadang agak cukup makan waktu *hmmm, agak sedikit implisit gak ya bagian ini?*

7. Pengen nikah.
Haha. Emangnya siapa coba yang gak kepengen nikah? Cuman, ya itu dia. Ga mungkin sih kayaknya dalam waktu dekat ini. Saya masih merasa belum cukup baik menjadi wanita yang pantas ngedapetin pria baik-baik.

8. Suka warna pink.
Kata sahabat saya, saya mulai suka 'genit' sama warna pink sejak saya SMA. Cuman, masih kata Itsna, waktu SMA itu tidak terlalu terefleksi sama barang-barang atau pakaian. Sekarang ini aja, gara-gara sering dibeliin barang berwarna pink, akhirnya kamar saya, mau ga mau dan saya mau, saya rikwes cat pink hoho. Alasan lain knapa saya suka pink adalah karena kalo ultah, saya ga perlu bikin orang lain pusing cariin kado apa buat saya. Kan ada banyak toh barang warna pink di toko macam stroberi dan naughty gitu nyehehehe.

9. Love traveling, recently.
Sejak pulang jalan-jalan ke Jogja seminggu lalu, saya kayaknya jadi seneng jalan-jalan. Sebenernya, seneng jalan-jalan ini dah tertanam sejak masih dari kandungan *caelah, gimana cerita*. Yeah, saya dah suka jalan-jalan dari kecil. Hingga beranjak dewasa sekarang *masa iya dah dewasa?* sepertinya saya makin suka jalan-jalan. Saya pengen ke Bali, pengen ke Canada, pengen ke Malaysia, pengen ke Surabaya, pengen ke semua kota dan negara yang bisa dijalan-jalanin. Tapiiii, duitnya manaa? Nanti deh, tunggu dapet suami yang punya biro travel hehe ide gila yang ga usah ditanggepin mah ini.

10. Punya friendster 3, MP 1, wordpress 1, blogspot 1, tagged 1, facebook 1.


Yeah, sekian aja kayaknya. Makasih ya Pak Bujangan Janggotan yang dah murah hati ngasi saya PR. Dapet nilai brapa nih pak?

Keluar dari Tarbiyah


Bismillahirrahmanirrahiim.

Semoga pada ga salah paham sama judul postingan kali ini. Artikel ini saya dapetin dari salah satu grup friendster yang saya ikuti, diposting oleh salah seorang anggota di grup itu. Lupa juga friendsternya siapa yak itu. Insya Allah, artikel ini menginspirasi.

"Akh, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da'wah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh."Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya. "lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu ? " sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. " Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan prilaku beberapa ikhwah yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang Ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, Ana mendingan sendiri saja." Jawab mad'u itu.



Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal. " Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah sangat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?". Tanya sang murobbi dengan kiasan bermakna dalam. Sang mad'u terdiam dan berfikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat. " Apakah antum memilih untuk terjun kelaut dan berenang sampai tujuan?". Sang murobi mencoba memberi opsi. "Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasa kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba . tapi itu hanya sesaat.

Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan?. Bagaimana bila ikan hiu datang. Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimanan antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan dihamparkan dihadapan sang mad'u. Tak ayal, sang mad'u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murobbi yang dihormati justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.

"Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah? " Bagaimana bila ternyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak dijalan, atau mencoba memperbaikinya? . Tanya sang murobbi lagi.

Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkattangannya:"Cukup akhi, cukup. Ana sadar.. maafkan Ana…. ana akan tetap Istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapatkan medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan… " .

Biarlah yang lain dengan urusan pribadinya masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan menjadi pelebur dosa-dosa ana". Sang mad'u berazzam dihadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya.

Sang murobbi tersenyum "Akhi, jama'ah ini adalah jamaah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki . Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah." "Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka."

"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu , maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?" sambungnya panjang lebar. "Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da'i. kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah.

"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil.tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!" "Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada isyu atau gosip tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya. " Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraaan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad'u bergegas mengambil wudhu untuk berqiyamu lail. Malam itu. Sang mad'u sibuk membangunkan mad'u yang lain dari asyik tidurnya. Malam itu sang mad'u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama'ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya. Demikian yang kami harapkan dari antum sekalian…

Untuk semua teman yang membaca halaman blog saya, mulai dari postingan pertama saya tahun lalu, sampai dengan postingan hari ini dan mungkin hari berikutnya, yang fluktuasi motif tulisannya sefluktuatif emosi saya, saya hanya ingin bilang bahwa saya akan selalu mencintai Tarbiyah, bagaimanapun kondisi saya, seberubah apapun saya, sehabat apapun metamorphoself saya. Saya sangat mencintai Tarbiyah dan berkeinginan kuat untuk benar-benar bisa aplikasikan rasa cinta saya lewat refleksi sikap yang sedang saya cari penguatan kaitnya dalam diri saya.