dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Wednesday, 9 September 2009

Rindu senyuman




Having this kind of feeling, I try to stand foursquare. But it didn't work, coz tears were appailing me to do. Then I prefer crying alone. I did prefer crying alone...


Then I told myself: Should I cry this way just because I miss a smile so much?

Monday, 31 August 2009

Social Butterfly


The Butterflies

I love butterfly, so much. But I believe that I am now not a full social butterfly. What is a social butterfly? Boleh deh baca artikel dari sini. Tapi, biar gampang, saya copy aja ya artikelnya di mari :D Check it out, then.

Terminologi ‘Social Butterfly’ biasanya diterapkan bagi mereka yang suka lompat dari satu pesta ke pesta lain. Namun batasan ini bisa juga digunakan untuk mereka yang suka bergaul dari satu jaringan sosial online jaringan lain untuk tetap up date informasi terkini.

Anda adalah seorang ‘Social Butterfly’ apabila:


* Memiliki ratusan teman dan kontak di beberapa jaringan sosial seperti Facebook, MySpace, Twitter, LinkedIn, Windows Live dan Friendster.
* Menghabiskan waktu lebih dari dua jam sehari untuk berpartisipasi di beberapa jaringan sosial untuk tetap berhubungan dengan teman-teman; membagi berita terkini dengan komunitas; upload foto; mencoba berbagai ragam kuis; mempersonalisasikan halaman dan hal lainnya
* Tidak bisa berhenti untuk masuk ke jaringan sosial baik melalui PC, laptop ataupun HP setiap kali kamu mempunyai waktu luang.
* Seringkali masuk ke situs jaringan sosial untuk “sekedar mengintip” di saat Anda sedang bekerja (atau pada saat Anda seharusnya bekerja!).
* Merasa terputus dari dunia luar, apabila tidak online atau belum terkoneksi ke berbagai situs jaringan sosial Anda setiap harinya.


Kenapa saya sekarang bisa dengan pede mengklaim diri bahwasanya saya bukan a full social butterfly?


Well, well. Secara definisi, memang betul saya masih suka lompat ke sana ke sini untuk tetap update informasi. Especially, ke situs jaringan sosial. As I once said that I have some lines in cyber: facebook, 3 friendsters, multiply, plurk, twitter, tagged, hi5, and myspace. Tapi, saya belum memiliki ratusan teman di tiap situs jaringan itu. Belakangan juga saya ga ngabisin waktu sampe berjamjam di depan koneksi internet untuk partisipasi di jaringan sosial, kecuali kalo pas lagi siaran yang durasinya memang lumayan lama. Kalo di rumah, udah rada males *karena rupanya nyelesain proposal penelitian jauh lebih 'mengasyikkan' daripada berjamjam taking part di social networking sites*.


Sisanya, sedikit banyak ada lah. Sebetulnya, untuk point terakhir, saya ga yang segitunya merasa terputus dari dunia luar kalo ga login ke social networking sites, especially facebook. Hanyasaja ternyata kawan, hari ini saya ga jadi ikutan ifthor bareng Volare Network karena saya baru tau ada undangan untuk menghadiri buka puasa dari rekan sestudio, yang ternyata invitationnya dikasi via facebook. Nah, berhubung beberapa hari belakangan saya ga login facebook, maka saya pun ga tau ada acara buka puasa bersama karyawan Volare Network.


Ah baiklah. Saya tetap tidak mau mengklaim diri saya sebagai a full social butterfly, secinta apapun saya pada kupukupu. Lebih baik saya mengklaim diri saya sebagai thekupu saja meskipun belum terdaftar di UNESCO sebagai hak milik Indonesia. Malaysia, tolong jangan rampok saya ya. Kalian yang ngomporin Indonesia dan Malaysia untuk perang juga dong tolong plis, jangan memprovokasi begitu. Sudah cukuplah ledakan yang banyak itu kalian buat, duhay Amerika, Inggris, Australia, dan Israel. Lebih baik kita konsentrasi saja dengan urusan dalam negeri masingmasing.


*entahlah, saya juga ga ngerti apa hubungan antara Social Butterfly dengan isu Klaim Malaysia yang berujung pada beberapa nama negara*


Haha.. tulisan ini teruntukmu, kawanku nun jauh di sana. Teruntukmu yang sangat menginspirasi dan memberikan semangat tambahan padaku tanpa kau sadari.

Tuesday, 25 August 2009

Menghemat Kalimat


“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim no. 1151)

Jadi sudah jelas ya, bahwa bau mulut orang yang berpuasa, ketika di sisi Allah, lebih harum daripada minyak kasturi. Malah, waktu ikut kuliah dhuha hari Minggu lalu di Pontianak Utara, Pak Ustadz sempat berkata, makin ga sedap aroma mulut orang yang berpuasa, makin harum di sisi Allah. Wallahualam. Anyway, bukan berarti mentangmentang di sisi Allah bau mulut kita yang berpuasa lebih harum dari minyak kasturi, trus smakin bersemangat mengumbar bau mulut dan berdalil dengan Hadits di atas donk yah. Saya lebih memilih untuk berusaha semaksimal mungkin menghemat kalimat. Urusan bau mulut jadinya ga kecium garagara ga ngomong, what so ever?

Penilaian di sisi Allah yang lebih penting, kan? Dan berhubung judul tulisan kali ini adalah menghemat kalimat, jadi rangkaian kalimat untuk tulisan kali ini, sampai di sini saja. Menghemat kalimat untuk produksi kalimatkalimat bermanfaat, tentu saja. Semoga bisa terimplementasi dengan baik di kehidupan seharihari saya, amiin.