dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Thursday, 31 December 2009

Terakhir di 2009


Ada beragam kejadian sepanjang 2009, yang tak tertuliskan, tak terlukiskan, tak terungkapkan, dan berkesan! Saya tabung sebagian perasaan yang belum boleh dikeluarkan di dalam hati, akan saya keluarkan dengan perlahan namun pasti, nanti.

Saya bahagia, tentu saja. Berkalikali saya nyatakan, bahwa perasaan hanyalah perkara pilihan. Dan memilih menjadi bahagia dalam kondisi yang *barangkali* bagi sebagian besar kaum sensitif bukanlah sebuah kondisi membahagiakan adalah sebuah keputusan hebat yang di akhir tahun lalu telah saya tetapkan. Dahsyat betul rasanya malam itu. Bahkan kekuatan tulisan saya itu bisa saya rasakan lagi sekarang :D


Maka, sebagaimana yang telah saya tuliskan dalam postingan blog seorang penulis freelance, 2010 *dan seterusnya* adalah renewing the growth inside myself.

New Status.

New Life.

New Better Me.

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Tetap kata-kata itu:

Semangadlah!

Tersenyumlah!

Bahagialah!

Tentu, tak satu pun yang dapat ganggu bahagiamu jika Dia sudah ada di hatimu, hati kita semua, kawan.

Tuesday, 22 December 2009

22, menua.


Duapuluhdua.
Semakin hari semakin tua.
Tak terasa, semakin menua.

Duapuluhdua.
Penuh cinta, cinta tak pernah tua.
Sedangkan jiwa belum lagi paripurna.


Duapuluhdua.
Bukan satu, namun bersatu menjadi satu.
Ada dua, tapi duapuluhdua, maka jalan berdua.

Duapuluhdua.
Kalau lelah, tak usah diam saja.
Kalau lelah bicaralah, dan laksanakan.

Sesadarnya kita, setiap hari semakin menua.
Terserah, duapuluhdua, duapuluhtiga, duapuluhempat, duapuluhlima, seterusnya.


Selesai, dan ini bukan puisi, hanya suarahati yang sedikit tertahan.

Sunday, 20 December 2009

Rileks dengan menangis

Tears must have advantages.

Itu adalah kalimat terakhir di postingan saya ketika saya menangis dengan nyaman. Bukan karena saya barusan saja menangis maka saya menuliskan kalimat itu, tapi karena memang air mata adalah representasi sederhana dari perasaan para wanita, baik wanita yang mengaku tegar maupun wanita yang benarbenar tegar. Yeah, woman...

Tears, words from the unspoken heart.

Dan benar saja, menangis memang bisa membuat tubuh menjadi lebih santai. How come?


Berita lengkapnya bisa di baca di sini.

"..dan bahawasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (An-Najm : 43)

Saya memang tak tau menangis jenis apa yang bisa membuat tubuh menjadi lebih santai. Tapi saya yakin, dengan alasan apapun kita menangis, perasaan dan hawa tubuh setelah menangis akan menjadi jauh lebih nyaman. Bahkan, sebuah tangisan penuh keinsafan memiliki kemampuan untuk memadamkan api Neraka.

Rasulullah saw bersabda : "Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debukehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka."

Airmata keinsafan. Airmata pertaubatan. Airmata benar-benar memiliki kekuatan komunikasi yang canggih.

Peristiwa tangisan, sebagian pernah saya abadikan di sini, sini, dan sini. Oh iya, dan juga tangisan untuk Palestina. Serta yang paling baru, sebuah fakta bahwa hujan cukup sering mengiringi airmata.

Rileks betul sekali setelah menangis. Bersyukurlah jika temanteman masih bisa menangis dengan tulus.

"..dan bahawasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (An-Najm : 43)