dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Sunday, 17 June 2012

Forgive, then you get peace



Akhirnya, ketonton juga film yang sudah berbulan-bulan lalu diputar di bioskop dan direview banyak orang: Kungfu Panda 2.

Berhubung saya yakin teman-teman sudah pada nonton film ini, maka di postingan ini saya ga akan berpanjang lebar menceritakan jalan kisah film animasi tentang panda yang di masa kecilnya imut dan menggemaskan ini hehehe.

Seperti film pertamanya, di film kedua ini juga ada pelajaran hidup yang baik untuk kita terapkan. Kalau di seri yang pertama saya dan jutaan penonton lainnya terkesan dengan kutipan: 
"Yesterday is History, Tomorrow is Mistery, and Today is a gift that's why it's called present", 
di seri kedua film ini saya *dan mungkin penonton lainnya* terkesan dengan keputusan Po untuk memaafkan luka mendalam yang telah ditorehkan oleh Shen dengan cara membunuh kedua orang tua Po.

In my point of view, Po adalah tipikal makhluk yang memilih untuk menghidupkan masa sekarang yang ia miliki. He tended to forgive the 'scar' made in his past, and decided to let all the things which had been through so he could get the inner peace that was so helpful in grasping the glory in the war. Begitu :D

Sebaliknya, Shen yang merasa dibenci oleh orang tuanya, senantiasa menyimpan pikiran negatif yang ia ciptakan sendiri dan membiarkan pikiran keliru tersebut berputarputar di kepalanya sampai dianya malah pusing sendiri. Sungguh malang nasibmu Shen the peacock.

Maka, seperti kalimat yang tertulis di gambar di atas, bahwa orang-orang memang kadangkala bersikap tak logis dan egois, namun maafkan sajalah mereka. Orang-orang bisa saja menyakiti kita, tapi tak elok jika kita simpan dendam dan bertindak yang sama. Jika sudah begitu, apa bedanya kita dengan orang-orang itu toh?

So, let's just forgive them, as Po did. Forgive, then we get peace. Maafkan sajalah, karena nantinya, perihal maaf memaafkan ini bukan sekedar antara kita dan mereka, tapi menjadi lebih berharga lagi, yaitu antara kita dan Rabb, Allah Azza wa Jalla :)

Demikianlah pelajaran yang saya ambil setelah menonton film Kungu Panda barusan :D

*kasian ya baru nonton heheh*

Saturday, 16 June 2012

Independent


Recently, I just feel that I am not independent as I used to be. Independent in some cases which I wish I would be. In some cases I wish I don't need any hand to help.

As an example: I used to go wherever I go by myself, since I lived in a city which I quiet know where to go and how to be there. And vice versa, from the first time I moved to this small town after marriage, of course the habit change. I don't know about this town, so I have no dare to go alone to a certain street. But Alhamdulillaah, Allah bless me with a super extra great husband whom I adore, who will always be ready to accompany and pick me around :D

Then now it was not my main case any longer, coz my husband almost always grant my request as long as he's able to do it for me.

Still stand still, one or two or more cases exist and are responsible for the feeling I own now: Feeling kinda dependent :(

Do you know how bad it is to feel dependent? To do things which we are actually able to do, but we must wait for other person *or people* to accomplish them for us. It's really bittersweet. Bitter bitter but sweet *halah :p

That's why, in my era of being a great student, when I got some tasks from my teacher or lecturer, I myself prefer individual work to group work. Doesn't mean I couldn't work in a team. But more like I am kind of woman who has less trust to some people in doing things which I thought I could do myself *winkwink*

Well yeah. The point is: if I can be much more satisfied and 'allayed' of the works I do, then why I should I depend others to do that? :D

The only answer of mine is: Because I have enough respect to share. That's it :)

Friday, 15 June 2012

Ganti Template

Dadah babay template lama yang loadingnya lumayan lama.



Dan selamat datang template baru hadiah dari dek Fahmi Setiawan yang baik hati.


Proses pemberian template ini berlangsung cukup dramatis *halah*. Berawal dari Fahmi yang bilang sama saya bahwasanya dia mau ngasih hadiah kecil buat saya yang katanya udah dianggap seperti mamahnya di dunia maya ._.

Tua bangeeet saya kayaknya sampe dianggap mamah miiiii... ;p

Dan ternyata temanteman, Fahmi menghadiahi saya dengan sebuah template cantik yang saya rikwes diedit sanasini. Sudahlah dikasih, cerewet pula minta edit sana sini hahahaha.

Orang pertama yang ngeh dengan perubahan template blog ini sebelum saya menulis dan mempublish tulisan ini adalah Kang Asep Haryono. Kang Asep langsung sms semenit setelah blog ini ganti template. Ajiib benerrr. Saya curgia Kang Asep pasang cctv nih di blog saya hahaha. Piss kaang, just kidding ^^v

Sedangkan orang kedua yang ngeh dengan perubahan template blog ini adalah Mbak NF, dengan menuliskan komen di postingan kemaren: "awww pinkyyy... sakit mata nih -,-" hehehehe.

Sampai dengan tulisan ini dirilis *berasa wartawan*, saya masih rikwes2 Fahmi buat utak atik template blog ini supaya nyaman di mata, nyaman pula dihati. Cihuyyy.

Baiklah. Semoga dengan perubahan template ini, teman-teman jadi makin rajin silaturahim ke blog saya, dan sayanya juga jadi makin semangat 'memberi makan' blog ini dengan 'makanan' bernutrisi, lezat, dan sehat ^^.