dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map

Tuesday, 31 July 2012

Menguasai Bahasa Inggris untuk Dakwah


Ada perkataan yang sangat menarik sekali bagi para penuntut ilmu dari seorang ‘alim Robbani, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin –semoga Allah senantiasa merahmati beliau-.[1] Perkataan ini akan menepis anggapan sebagian orang yang terlalu antipati jika ada yang ingin menguasai bahasa Inggris karena disangka ini adalah bahasa orang kafir. Padahal Syaikh Ibnu ‘Utsaimin sendiri punya angan-angan agar bisa menguasai bahasa Inggris. Karena bahasa Inggris bukan hanya menjadi bahasa non muslim saat ini, bahkan bahasa ini sudah tersebar di berbagai negeri termasuk negeri kaum muslimin. Dan satu sisi begitu manfaat, terutama bagi dakwah pada mereka yang non muslim.

Coba perhatikan perkataan beliau berikut ini.

وإن كنا نرى كما هو واقع أن اللغة العربية أفضل اللغات وأشرفها؛ لأنها لغة القرآن الكريم ولغة سيد المرسلين عليه الصلاة والسلام، لكن هذه لغة عالمية مشهورة يتكلم بها المسلم والكافر، ثم هي مقررة عليك حتى وإن كانت لغة الكفار، فإنك ربما تحتاجها في يوم من الأيام، أنا أتمنى أني أعرف هذه اللغة؛ لأني وجدت فيها مصلحة كبيرة، يأتي رجل ليسلم بين يديك فلا تستطيع أن تتفاهم معه

“Kami berpandangan--sebagaimana realitas yang ada--bahwa bahasa Arab tetap adalah bahasa yang paling mulia. Karena bahasa Arab adalah bahasa Al Qur’an Al Karim dan juga menjadi bahasa para Rasul ‘alaihish sholaatu was salaam. Akan tetapi bahasa Inggris adalah bahasa dunia yang begitu masyhur. Bahasa ini digunakan oleh muslim dan kafir (sehingga sekarang tidak bisa lagi disebut bahasa khas orang kafir, pen). Di samping itu, bahasa Inggris itu menjadi bahasa yang wajib Anda pelajari (diberbagai jenjang pendidikan, pen). Andai bahasa Inggris adalah bahasa khas orang kafir, boleh jadi pada suatu waktu Anda membutuhkannya. Aku sendiri berangan-angan, andai saja aku bisa menguasai bahasa Inggris.  Sungguh, aku melihat terdapat manfaat yang amat besar bagi dakwah jika saja bahasa Inggris bisa kukuasai. Karena jika kita tidak menguasai bahasa tersebut, bagaimana kita bisa berdakwah jika ada yang masuk Islam di hadapan kita.”[2]

Pelajaran yang patut direnungkan. Jadi sebenarnya mempelajari bahasa Inggris dilihat dari pemanfaatannya. Jika menguasai bahasa Inggris supaya bisa sekedar melancong ke luar negeri, tentu saja niatan yang keliru. Namun jika tujuannya adalah untuk dakwah, ini sungguh sangat mulia.

Ya Allah, mudahkanlah kami dalam dakwah untuk memperjuangkan agama-Mu dan meninggikan kalimat-Mu yang mulia “laa ilaha illallah” dengan ikhlas selalu mengharapkan wajah-Mu.

Disalin dari: Blog Krishnaufal



*tambahan catatan dari saya:

Dakwah itu intinya mengajak pada kebaikan sesuai dengan syari'at Islam. Jangan antipati sama kata dakwah dengan langsung membayangkan bahwa dakwah itu harus berada di mimbar, pakai gamis panjang, punya jama'ah yang banyak, hafal AlQur'an 30 juz, hafal hadits, dan lain sebagainya. Okesip yah. Mari kita berdakwah sama-sama ^^

Monday, 30 July 2012

Meraup Pahala di Dunia Maya




Internet kini bukanlah barang baru bagi masyarakat di Indonesia. Dari kota besar hingga pelosok desa, ia sudah menjadi ‘santapan’ sehari-hari sebagian besar orang. Hasil riset memperlihatkan bahwa pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia terus meningkat. Jika di tahun 2010 lalu rata-rata penetrasi pengguna Internet di kota urban Indonesia masih 30-35 persen, di tahun 2011 ini ditemukan oleh MarkPlus Insight bahwa angkanya sudah di kisaran 40-45 persen.

Hasil riset yang dirilis oleh Majalah Marketeers ini, dilakukan oleh MarkPlus Insight terhadap 2161 pengguna Internet di Indonesia memberikan gambaran jelas mengenai tren penggunaan Internet di Indonesia. Menurut MarkPlus Insight, jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2011 ini sudah mencapai 55 juta orang, meningkat dari tahun sebelumnya di angka 42 juta.

Bahkan menurut Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto sebagaimana dirilis oleh Antara, diperkirakan pada tahun 2015 nanti, pengguna internet di Indonesia dapat mencapai 100 juta orang.

Sementara menurut data yang diperoleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Aplikasi Telematika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan hampir 30 persen pengguna Internet di Tanah Air berasal dari kalangan remaja berusia 15-24 tahun.

Lalu, apa yang biasa dilakukan remaja maupun orang dewasa dalam mengakses internet? Menurut pengakuan sebagian orang, mereka banyak mengakses internet untuk membaca berita atau informasi berharga lainnya. Tapi tak dapat dipungkiri, pengguna internet tersebut juga lebih gemar lagi membuka akun facebook dan twitter mereka.

Saking banyaknya orang yang mengakses internet dalam kehidupan sehari-hari menurut Henry Subiakto, pengguna Internet wilayah Jakarta ditetapkan sebagai pengguna Internet dan Twitter terbesar di Asia.

Dunia Maya Menjerumuskan Ke Dalam Dosa
Di antara sekian banyak pengguna internet tersebut, tidak semua memiliki kesadaran untuk membentengi diri dari dampak negatif yang disajikan internet. Ya, sebab tak semua situs menampilkan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Terlebih, tidak semua pengguna internet memiliki niat yang baik ketika beraktivitas di dunia maya.

Kedengarannya memang terkesan hiperbola. Tetapi, memang benar bahwa dunia maya juga bisa membuat kita terjerumus ke dalam dosa, jika kita sampai terperangkap pada hal-hal negatif yang tersaji di internet.

Inilah sebagian diantara efek negatif internet:

1. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, tidak selalu salah. Dengan kemampuan menyampaikan informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Di internet terdapat gambar-gambar porno dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.


2. Penipuan
Meski kejahatan yang satu ini juga merajalela di dunia apapun, dunia maya juga tak luput dari serangan penipu. Cara terbaik adalah dengan tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang kita dapatkan pada penyedia informasi tersebut.


3. Perjudian
Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu lagi pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Tinggal duduk di depan komputer, bisa langsung berjudi.


4. Mengurangi Sifat Sosial Manusia
Orang yang sering berinteraksi di dunia maya cenderung lebih suka berhubungan melalui internet dari pada bertatap muka (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet, sehingga kejahatan juga ikut berkembang. Internet juga bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.


Kita tentu saja berharap tidak akan pernah menjadi korban kejahatan apapun yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab di dunia maya. Tapi yang lebih penting adalah, kesadaran diri kita untuk senantiasa waspada dan membentengi diri dari hal-hal negatif tersebut.

Dunia Maya, Ajang Meraih Pahala
Bagai dua mata pedang. Dunia maya hanyalah sebuah alat atau sarana. Kita sebagai pemakainya, harus pintar-pintar memilih yang mana yang baik untuk kita. Maka, tidak semua isi dan aktivitas dunia maya itu buruk. Buktinya, semakin hari kian banyak aktivis dakwah yang memanfaatkan internet sebagai sarana untuk memudahkan mengajak orang lain pada kebaikan. Sejumlah situs-situs Islam juga bertebaran dengan tampilan yang luar biasa bagus. Beragam informasi bisa kita dapatkan dengan membuka situs-situs Islam.

Dakwah yang dilakukan di dunia maya ini tampil dalam beragam bahasa, tergantung latar belakang pengelolanya. Ada yang menggunakan bahasa Inggris, Arab, dan bahasa lain di dunia. Yang menggunakan bahasa Indonesia juga tidak kalah banyak.

Nah, kita sendiri juga bisa melakukan banyak hal untuk dakwah Islam melalui dunia maya. Bagi yang gemar dengan dunia tulis menulis, jangan segan untuk berbagi ilmu dengan menuliskannya kembali baik dalam bentuk artikel maupun berita. Setelah menjadi tulisan, bisa kita kirimkan ke media-media Islam untuk dimuat. Kalaupun tidak dengan cara itu, kita juga bisa menampilkan hasil karya kita di blog yang kita buat sendiri. Senang sekali bukan, jika pemikiran kita yang bersumber dari pengetahuan tentang ajaran Islam dibaca oleh banyak orang. Apalagi jika setelah membaca tulisan kita, orang jadi tergerak untuk beramal sholeh.

Selain itu tadi, kita juga bisa memanfaatkan akun jejaring sosial yang kita miliki untuk berdakwah. Diantaranya adalah facebook. Ketika kita meng’update status, tak ada salahnya status itu berupa ringkasan materi yang bersumber dari buku-buku Islam yang kita baca. Juga tidak ada salahnya kita tulis status kita dengan hadits-hadits Rasulullah SAW maupun terjemahan ayat-ayat Al Qur’an. Dan jika kita mengetahui informasi mengenai suatu kegiatan ke’Islaman atau aktivitas ke’umat’an, kita jangan malas untuk membantu menyebarkan melaui akun facebook kita. Jadi, tidak melulu wall kita berisi curahan hati, atau bahkan umpatan dan cacian.

Jika itu masih dirasa kurang. Ajang chatting jangan sekedar kita gunakan untuk membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi jika sampai ghibah. Namun, gunakanlah juga chatting kita dengan teman-teman sebagai sarana untuk berdakwah. Melalui chatting yang interaktif dan spontan, kita bisa memanfaatkannya untuk mempengaruhi pikiran orang agar tunduk pada ajaran Islam.

Kalaupun tidak dengan cara-cara tersebut di atas, minimal, kita dapat berbuat baik untuk diri kita sendiri di dunia maya. Caranya? Buka situs-situs yang positif dan bermanfaat. Baca artikel-artikel yang berbobot. Mudah-mudahan dengan demikian, ilmu kita dapat bertambah dan akan menambah tabungan amal sholeh kita.

Jadi, kita tak perlu lagi khawatir dengan efek negatif internet. Sebab, sekali lagi internet hanyalah alat. Baik buruk akibat yang ditimbulkan dari internet adalah tergantung diri kita sendiri. So’ jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita untuk hal-hal yang tidak berguna di dunia maya. Sebab, kita pun ternyata bisa meraup berjuta pahala di sana. Wallahu’alam.

Sumber: Suara Islam

Ingin mendayagunakan dunia maya untuk bantu sesama? Mari kita bantu saudara-saudara kita yang sedang dibantai di Myanmar dengan memanfaatkan e-mail yang kita punya. Detailnya bisa baca di halaman wordpress saya. Terima kasih :)

Sunday, 29 July 2012

Pebisnis Sukses versi AlQur'an



Allah SWT berfirman:

Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.  (QS. Al Mulk 15).


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. ....(QS. An Nisa 29).



Bertekad Menjadi Wirausahawan
Dalam tafsir Al Baghawy tentang QS. Al Mulk 15 di atas diterangkan bahwa Allah SWT telah menciptakan apa saja yang ada di bumi sebagai rizki bagi manusia, dan bumi dimudahkan dan ditundukkan untuk manusia, sehingga manusia disuruh berjalan  di pelosok buminya untuk memakan rizki-Nya. Ini selaras dengan firman Allah SWT:

Dan Apakah mereka tidak melihat bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka Yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; Maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka Mengapakah mereka tidak bersyukur? (QS, Yasin 71-73).  

Juga firman-Nya:

Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan. (QS. Luqman 20).

Ayat-ayat di atas semua memberikan inspirasi bahwa Allah SWT telah memberikan kepada kita semua rizki sepenuh bumi, kecuali sedikit yang Allah haramkan. Sehingga terserah kita bagaimana berfikir dan berkreasi menggunakan nikmat kecerdasan akal kita untuk menguasainya, mengelolanya, dan memanfaatkannya sebagai sarana hidup kita dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.


Dan Allah SWT memberikan batasan bahwa kepemilikan dan penguasaan atas rizki yang Dia ciptakan adalah dengan hokum syara’ yang menjadi izinnya. Oleh karena itu, manusia dilarang mengambil harta secara zalim seperti mencuri, korupsi, merampas, merampok, dll. Jalan menguasai harta yang diizinkan Allah SWT secara umum adalah bekerja dan berusaha, serta berbisnis atau berdagang. Berbisnis atau berdagang yakni melakukan pertukaran barang kepemilikan dengan saling ridlo. Inilah yang dimaksud dalam QS. An Nisa 29. 

Dengan bekal prinsip-prinsip dasar tentang kekayaan, rizki dan kepemilikan ini setiap muslim secara mendasar siap terjun sebagai wirausahawan yang dijanjikan kekayaan oleh Allah di dunia dan kedudukan yang tinggi di akhirat.  Nabi Muhammad saw. bersabda:

Pedagang/pebisnis yang jujur bersama para Nabi, shiddiqin, dan syuhada. (Al Mustadrak ala Shahihain Juz 2/7).

Menjadi Kaya untuk Memberdayakan Sesama

Pedagang/pebisnis/wirausahawan yang jujur yang telah mengoptimalkan segala kreativitasnya untuk melakukan aktivitas usaha/bisnis, apalagi dia yang sudah berjalan di seluruh pelosok bumi, akan dikarunia kekayaan yang besar. Namun kekayaannya adalah untuk bisa memberdayakan para karyawannya, bukan memperdayainya.  Sebab taqdir Allah tidak semua manusia dibuat kaya dan tidak semua dibuat miskin. Allah SWT berfirman:

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan (QS. Az Zukhruf 32)

Menjadi Wirausahawan yang Tidak Lupa Diri sebagai Hamba Allah

Allah Swt berfirman:
Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sholat, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (QS. An Nuur 37)

Bagaimana cara agar kita tidak lupa diri bahwa kita adalah hamba Allah? Jawabannya adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Untuk itu tiga hal pokok yang perlu senantiasa dilakukan,  yakni senantiasa membaca ayat-ayat Al Quran, menegakkan sholat lima waktu, dan memberikan sebagian rizki Allah yang diperoleh dengan membayar zakat maupun shodaqoh, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Allah SWT menyebut orang-orang yang melakukan tiga hal pokok itu sebagai orang-orang yang bisnisnya tidak akan rugi.  Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (QS. Faathir 29).

Oleh karena itu, wirausahawan yang sukses dunia akhirat adalah wirausahawan atau pebisnis yang betul-betul mengoptimalkan segala kekayaan dan potensi yang Allah berikan kepadanya untuk sebesar-besarnya perolehan di hari akhirat kelak. Dia adalah orang yang selalu berorientasi kepada akhirat dengan memanfaatkan segala kekayaan dunia yang dimilikinya.  Allah SWT berfirman:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al Qashash 77)

Wirausahawan yang sukses dunia akhirat adalah orang yang sangat kreatif untuk mengadakan produk-produk dan amal-amal baru yang bermanfaat dunia akhirat yang senantiasa menyertai doanya kepada Allah SWT:


Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka" (QS. Al Baqarah 201).

Semoga kita termasuk orang seperti itu,  Aamiin ya Mujibas Saailin. 


Sumber: Suara Islam