Tidak semua perempuan seberuntung saya. Subuh hari yang sejuk di Kalimantan Barat, bersama seorang lelaki yang adorable dan lovable, melewati jalan provinsi serta sebagian jalan lintas negara dengan sepeda motor. Berdua saja.
Di beberapa bagian jalan, saya berinisiatif untuk mengendarai motor, sementara suami saya duduk di boncengan. Nice. Tidak semua perempuan seberuntung saya kan?
Ada yang tak beruntung, karena gengsi jika harus melintasi Pontianak - Sekadau dengan sepeda motor. Ada juga yang fisiknya tak mampu. Ada juga yang tak bisa kendarai sepeda motor. Dan ada juga yang tak berani. So, how lucky I was, having the chance to pass the long road!
Sati-satunya hal yang membuat saya agak kurang beruntung hari itu adalah kondisi jalan yang sangat WOW. Ya, jalan yang di foto itu. Jalanan di atas, iti adalah jalan Pontianak - Tayan yang baru saja rampung. Mulus. Wusss. Vice versa dengan jalanan di bawahnya. Jalan menuju Sekadau, tepatnya di area Kabupaten Sanggau menuju Sekadau. Awww. You can see it with your very own eyes, huh? Hancur leburrr.
Sepanjang saya melewati jalan rusak itu saya berfikir, mengapa orang-orang yang berwenang mengurusi jalanan ini sedemikian tega membiarkannya serusak itu? Apakah saya hidup di negara tanpa pemerintahan? Apa saya punya Gubernur? Apa bapak Presiden pernah, atau minimal, sekedar tau tentang kondisi jalan tersebut?
Oh. Kepada siapa saya harus mengadu tentang jalanan rusak itu. Kepada Gubernur, atau pada Presiden?


