dhz tweets fb dhz dhz on pinterest dhz g+ dhz socmed dhz blogs dhz is ... Home Home Image Map
Showing posts sorted by relevance for query Dini Haiti Zulfany. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Dini Haiti Zulfany. Sort by date Show all posts

Tuesday, 7 October 2008

Nama

Di kolom Welcoming blog saya, saya menyatakan bahwa: in my own point of view, Haiti represents the word "Hayati" of which the meaning is: My Life. As a whole, interpreting my name is this way: Dini, means my Religion, ISLAM. Haiti, means my life, yeah here it is my life. Zulfany, means my position, in this world and hereafter... So, defining it completely, Dini Haiti Zulfany would be My Religion, My Life, My Position. I myself really love to say that the philosophy of my name finally will be "My Bright Religion". How come? Please see the meanings once more. Yeah, that way. Islam is the religion in my life which can bring me to the better *even the BEST* position in this world, moreover in hereafter. Do you agree?

Nah, sementara itu, blogthings menyatakan berbeda. Arti nama saya, secara alfabetik, bukan itu katanya. Katanya sih, nama lengkap saya, Dini Haiti Zulfany, artinya itu begini:






What Dini Haiti Zulfany Means



D is for Devilish



I is for Intelligent



N is for Neat



I is for Intense



H is for Hip



A is for Animated



I is for Intense



T is for Tame



I is for Intelligent



Z is for Zingy



U is for Unique



L is for Liberal



F is for Fresh



A is for Adventurous



N is for Neat



Y is for Yummy



Monday, 17 September 2007

Master of Ceremony

Barusan saya selesai sedikit beres-beres kamar. Ada banyak ketidakteraturan terjadi dalam kamar saya. Sudah seperti ladang kucing saja. Anaknya Eko 5 ekor sehat semua, alhamdulillah. Biasanya, kalau Potato melahirkan, mesti ada yang meninggal satu atau dua ekor. Kali ini, Eko yang notabene anaknya Potato, merasakan masa kehamilan dan ngidam aneh *suka snack manis waktu dia hamil*, kemudian melahirkan, waah anaknya lucu dan sehat semua. Sayang, mereka belum punya nama. Tolong dong, bantu kasi nama. Jangan lupa, masing-masing nama harus berfilosofi.

Nah, tulisan saya yang mengantarkan kita pada kisah kucing kan yang ini ya tadi? Kenapa saya jadi lancar banget ngobrolin kucing-kucing? Ya ampuuun. Padahal bukan itu yang ingin saya tulis. Tapi ga papa deh. Sekalian juga minta referensi nama untuk anak-anaknya Eko.

Yang ingin saya bagi sebenarnya adalah tentang beres-beres kamar itu tadi. Waktu saya bongkar kotak handphone saya, di dalamnya ternyata sempat saya taruh beberapa name tag dan kartu panitia sejak jaman saya SMA. Sebagian besar tertulis:


Nama : Dini Haiti Zulfany
Jabatan : Seksi Acara

Atau

DINI HAITI ZULFANY
MC

Hanya satu name tag saja jabatan saya tertulis sebagai Sekretaris I. Sisanya seksi acara, dan bisa ditebak, sayalah ’pemegang panggung’nya. Hmmm, menyenangkan sekali memegang kendali acara yang berlangsung. Acara belum mulai kalau MC-nya belum datang. Acara jadi agak sedikit garing kalau MC-nya kurang bisa menghidupkan suasana. Acara jadi berantakan kalau MC-nya ga bisa ngatur jalannya acara. Heuleuuuh, entah sudah berapa puluh tahun *ini hiperbola loh* saya tidak membawakan satu acara di gedung-gedung besar atau acara-acara penting baik resmi dan tak resmi yang dihadiri banyak orang.

Tapi, saya senang mengingat masa-masa dulu saya menjadi Pembawa Acara berbagai jenis event, mulai dari Farewell Party sekolah tanpa dibayar sampai Acara Wisudaan di gedung besar dengan bayaran di luar dugaan. Sekarang sudah tidak pernah lagi jadi MC. Selain belum ada tawaran, juga karena saya terlalu (sok) sibuk dengan beragam tempat kerja yang bikin saya pusing. Apa saya masih bisa ngemsi yaaa sekarang? Rasanya sih masih. Tapi belum dicoba lagi. Maka rasanya pula, saya masih perlu berlatih lagi.

Sudah dini hari 12:52 AM. Selamat dini hari.

Saturday, 11 February 2012

Coincidence

Coincidence?


“Dan di sisi-Nya lah kunci-kunci keghaiban, tidak ada yang mengetahuinya selain Dia semata. Dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan lautan. Tiada sehelai daun pun gugur, melainkan Dia mengetahuinya; dan tidak pula sebutir biji di kegelapan bumi, dan sesuatu yang basah dan kering, melainkan (telah tertulis) di Kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh).” (Al An’aam: 59).


“Demikianlah, Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Jika Dia telah menetapkan suatu perkara, cukuplah Dia mengatakan, ‘Jadilah,’ maka jadilah (perkara itu).” (Ali Imran: 47).


“Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah menetapkan takdir atas segala sesuatu.” (At Thalaaq: 3).


Ayat-ayat di atas adalah beberapa firman Allah dalam Al-Qur'an yang menyatakan bahwasanya di kehidupan dunia yang fana ini, kata 'kebetulan' atau 'coincidence' hanya berlaku untuk para manusia saja. Bagi Allah, tak ada satu pun yang kebetulan. Begitu pula dengan nama lengkap saya dan suami.


Nama lengkap saya, sesuai dengan yang tertera di akta kelahiran, kartu keluarga, KTP, maupun buku nikah adalah Dini Haiti Zulfany. Saya ingat ketika SD, waktu buku tulis saya masih dituliskan sama bapak, bapak menulis Zulfani *pake i, bukan y*, dan saya protesss. Begitu juga kalo ada mahasiswa/i yang keliru tuliskan nama lengkap saya di kartu kehadiran, mesti saya betulkan. Well, some people may say apalah arti sebuah nama. Tapi tidak bagi saya. Nama adalah doa, bermakna, sebuah identitas, sebuah pemberian berharga dari orang tua. Maka, ketika suatu hari saya tumbuh dewasa, dijumpakan dengan seorang pria bernama Abang Priana Ashri *sesuai akta kelahiran, kartu keluarga, KTP maupun buku nikah*, terjadilah apa yang Allah kehendaki. Menikahlah kami berdua, hehe.


Di awal pernikahan, saya sama sekali ngga ngeh bahwasanya ada kemiripan dalam nama kami. Di pertengahan tahun pernikahan kesamaan ini saya temukan: Dini Haiti Zulfany & Abang Priana Ashri. Hitunglah, pada kedua nama ini terdapat 3 kata, dengan 7 suku kata, yang terdiri dari 16 huruf: 7 huruf vokal dan 9 huruf konsonan. Iya kan? 'Kebetulan' macam apaaa ini. 


Tapi bukan berarti kalo nama temanteman dan pasangan masing-masing tidak sama unsurnya lantas bukan jodoh donk ya. Kalo sudah sah ijab qabulnya, itulah dia jodohnya. Pasti ada kesamaan lain yang Allah jumpakan di unsur lain yang jauh lebih spesial daripada sekedar nama. Nama, hanya salah satu dari sekian banyak unsur yang kita sandang saja :)


Wallahualam bisshowwab.

Sunday, 15 February 2009

Dinie HZ

Nyontek postingan Puspa, hehe akhirnya saya mampir juga ke rujukan yang dikasi. Setelah mencari tau tentang diri saya di beberapa situs dan saya jabarkan sebagian di halaman ini, kali ini saya tertarik juga untuk tau, kayak gimana siy seorang Dinie HZ a.k.a Dini Haiti Zulfany menurut situs ini.

Well, thing that I love much is: paulsadowski menyatakan, my number is: 8. Horay, nomer delapan euy. Idup nomer 8! Jabarannya, bisa dibaca deh, ini:



You entered: Dini Haiti Zulfany

There are 16 letters in your name.
Those 16 letters total to 89
There are 7 vowels and 9 consonants in your name.

Your number is: 8

The characteristics of #8 are: Practical endeavors, status oriented, power-seeking, high-material goals.

The expression or destiny for #8:
Your Expression is represented by the number 8. The 8 Expression is well-equipped in a managerial sense. You have outstanding organizational and administrative capabilities. You have the potential for considerable achievement in business or other powerful positions. You can expect to receive the financial and material rewards. You have the skill and abilities to establish or operate a business with great efficiency. You have good judgment when it comes to money and commercial matters, and you understand how to build and accumulate material wealth. Much of your success (or lack of it) may come due to your ability (or inability) to judge character. With the number 8 Expression, you exercise sound judgment in most of your affairs; you are realistic and practical in your approach to business matters.

The positive 8 Expression produces individuals that are very ambitious and goal-oriented. If the 8 energy is not in excess in your makeup, you will no doubt express these traits to some extent. No one has any more energy that a person with the 8 Expression who has a plan laid and is starting to work. No one has any more self-confidence, either. If you are expressing the positive qualities of 8, you are an outstanding manager because you can plan, initiate, and complete projects; you are very dependable and determined.

As it always happens, there can be too much of a good thing. If you have too much of the 8 energy in your makeup, you may express some of the negative attitudes. A negative 8 can be very rigid and stubborn. Ambition sometimes has a way of becoming over-ambition, and you may express an unreasonable impatience with the lack of progress. If your negative side is showing, you may be too exacting, both of yourself and of others. Sometimes this can even becomes a case of intolerance.

The number 8 is very materialistic and also very desirous of status and power. Neither of these drives are inherently negative unless they are taken to an extreme. You must avoid the tendency to strain after money, material matters, status, or power, to the detriment of the other important factors in your life.

Your Soul Urge number is: 5

A Soul Urge number of 5 means:
The 5 soul urge or motivation would like to follow a life of freedom, excitement, adventure and unexpected happening. The idea of travel and freedom to roam intrigues you. You are very much the adventurer at heart. Not particularly concerned about your future or about getting ahead, you can seem superficial and unmotivated.

In a positive sense, the energies of the number 5 make you very adaptable and versatile. You have a natural resourcefulness and enthusiasm that may mark you as a progressive with a good mind and active imagination. You seem to have a natural inclination to be a pace-setter. You are attracted to the unusual and the fast paced.

You may be overly restless and impatient at times. You may dislike the routine work that you are engaged in, and tend to jump from activity to activity, without ever finishing anything. You may have difficulty with responsibility. You don't want to be tied down to a relationship, and it may be hard to commit to one person.

Your Inner Dream number is: 3

An Inner Dream number of 3 means:
You dream of artistic expression; writing, painting, music. You would seek to more freely express your inner feeling and obtain more enjoyment from life. You also dream of being more popular, likable, and appreciated.

Sunday, 20 October 2013

Proposal Pembangunan TKIT Salsabil dan SDIT Ar Rayyan

“Sesungguhnya orang-orang yang membaca kitab Allah, mendirikan shalat, menafkahkan sebagian dari yang telah Kami rezekikan kepada mereka, baik secara sembunyi atau terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (Fathir : 29)



Kepada Yang kami hormati,

Para Dermawan yang dimuliakan Allah Subhanallahu wa ta’ala

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanallahu wa ta’ala atas semua limpahan rahmat dan hidayah-Nya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat, dan kita semua. Amin.

Friday, 9 April 2010

Finally, It's Officially

Before you read it guys, I want to confirm that it is not a preface of my thesis hehe..

I'd like to express my happiness here, that yesterday I had my S1 degree already ^_^. So, since yesterda, April 8th, 2010 at about 11am, I have been officially named Dini Haiti Zulfany, S.Pd after being about a year some people in the instituition gave me "Free S.Pd" after my complete name.

So, it was not a fake, uh? Surely not. Coz I did not do any kind of deceiving by telling that I had been an S.Pd. Is it clear for you? Good if you know that already :)



Well,well. It's such a great moment to know that the thesis that I wrote with tears and hope, with crying and laughing, with various kinds of favor from everybody loves me, is valued with an A. Pak Albert Rufinus, Bu Endang Susilawati, Bu Regina, and Pak Clarry Sada. They are the board in the final exam. The great lecturers who have been succesfully supervising me until the 'D' day yesterday. To have them as supervisors and examiners is really a bliss. I have got so many knowledge from them. Thanks thanks thanks. Hehe, once is never enough.

Along the journey of my thesis, I also have got so many experiences, new lesson of life, teaching me the meaning of friendship, true love, patience, gratefulness, a lotta learning inside!

How I and my bestfriend, Linda Budiarsih, supported *and we keep supporting* each other to finish our thesis. The way we are together, sharing all of the difficulties, laughing, eating, spaghetting, everything! I still remember when we two went into the office of English Study Program chairperson to propose our title, and a week later ours were accepteb by Bu Sumarni. How happy we were at that time. Then after quite long process to have our research design, we enrolled our name together for the seminar. The seminar has already been well done. No matter the score we had, but the core is always how we contribute for our field. For field is really not enough. For me, devoting for dakwah is everything.

Now what I do really hope is: all of my friends in ESA, especially 2005 fellows, and the most special is for the member of Gaby Corporation, will have great moment to finish the thesis soon. I myself actually not the first student of 2005 who got the degree. But at least, I am happy enough to be the seventh student having it, and the first student with an A ehehehehehehe *it's not snobbing, really, just a bit showing off wekekeke :p* kidding guys. Yea yea, once again, whatever the score, whether it's A, B, or even C, the core is still HOW the bachelor contribute what they have got along their study.

So, people. Here I am, officially Dini Haiti Zulfany, S.Pd ^_^

A bunch of thanks for everyone whom I don't mention the name here. It doesn't mean I don't remember all of your goodness, OK :)

Monday, 23 July 2007

Masih ULTAH dan INDAH


Keindahan Juli tidak selesai sampai di sini. Hari ini, ada begitu banyak greeting menyenangkan yang membuat saya semakin menyadari bahwa keberadaan saya di dunia ini ternyata diakui.

”Today 2 person asked me about you. I gave them your details and contact. They’ll be finding you soon. Their names are HAPPINESS and SUCCESS. Happy Birthday moga semua keinginannya tercapai + tambah ingat dengan diatas, tambah baek, be yourself and also have friends like me to share your life. Don’t forget thanksful to God. Met ultah”

“Happy B’day miss. Semoga panjang umur, murah rezeki, tambah cantik, terus tercapai semua yang diinginkan. Pokoknya jadi lebih baik deh, amieen”

“Yaaah… 20 ya din? Tue dah. Tak disangke-sangke bise gak kite ni bekepala 2. Baek-baek jak ye din, harus better than before, tingkatkan ibadah dan taqwa”

”Seuntai kata terucap, meski tanpa suara, jabat tangan dan hadiah. Met ultah ya, moga tambah dewasa, sgala terwujud dan yang paling penting tambah mendekatkan diri kepada Allah. Usia bertambah satu berarti kesempatan hidup di dunia berkurang 1”

”Happy b’day ya dini... semoga panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, cepat dapat jodoh.. amien. Pokoknya tambah semuanya”

”Pagi twenty, duh met ultah ya din. Semoga makin tambah umur, dini tambah rejeki. Tetep dewasa dan selalu dalam lindunganNya. Terus moga-moga semua keinginanmu tercapai dan impianmu menjadi kenyataan”

“In this wondeful time, all the joy’ll gather, all the pray’ll be spoken. Hopefully you could be a better person and surely be an older person. ‘Appy B’day to my fren”

“Selamat ulang tahun ya. Semoga diberikan umur yang panjang dan sehat selalu. Sekali lagi, Happy Birthday ya Mbak Dini”

“Happy B’day ya kak Dini.. Moga panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, tambah dewasa, tambah cantik, tambah pintar, tambah rajin ibadahnya, dll, amieen…”

“Ooooi… happy b’day to you my narsis fren, udin marudin. Wish you all the best. Moga-moga smakin bijak dalam memaknai hidup, diumurmu yang smakin berkurang ini. Amien. Luv u”

“Met ultah dini yang udah kepala dua. Semoga diberi lapang dada dan kesabaran yang tinggi. Amin…”

“Happy Birthday untuk dini, semoga makin banyak pendengarnya, makin berbakti kepada orang tua…….”

“Py birthday ya ukhti, moga tambah berkah hidupnya dan disayang Allah, orang tua, teman-teman and of course all friends at night private class…”

“Happy birthday to you2 eh jadi 4 kali (hehe pasti langsung nyanyi tu…) panjang umur, murah rezeki, dapat jodoh yang baek dunia akhirat. Amieen…”

“Happy Birthday udin… Moga banyak cowok… tapi satu suami.Moga jadi anak soleha.Moga makin pintar. Moga makin cantik. I love u my best friend, kamek sayang me ko din, miss you. Met ultah ye din, we are best friend forever. Met ulang taun, moga panjang umur. Muah”

“Happy Birthday ya dhini. Smoga seiringnya waktu yang bergulir membuat hidup kita semakin bermakna. Semoga dini panjang umur, murah rezeki”

“Met reply year! Eh salah, pakai bahasa indo jakla. Selamat ulang tahun dini haiti zulfadhli eh salah lagi, zulfany. Tetaplah menjadi dini yang ceria, cerdas, cakep, ceke cenyum, and hidup selalu terancam (terancam sukses). Tingkatkan kwalitas iman, sehingga produk tingkah laku yang dihasilkan dapat diterima di produsen kehidupan yang menanti di hari penimbangan dosa yang udah kita lakukan”

“Tetapla menjadi sahabat yang selalu ada di saat semuanya tidak ada karena kamu akan dapatkan semua orang ada di saat kamu sendiri. Tetaplah menjadi sahabat yang selalu ceria di saat semuanya sedih karena kamu akan dapatkan semua orang menghibur di saat kamu sedih, dan yang terakhir, tetapla menjadi sahabatku sahabat yang tidak bisa ku ungkapkan dengan kata apapun arti kehadiran dalam hidupku. Yang jelas, you have painted my live. Sorry coz I can’t be in your samping di saat-saat yang paling bahagiamu. I can’t be special when you are my special, and I can’t be the pertama when you are my first. I can’t make you happy when you can do it for me. Happy birthday my cute luthu baik imut manis dkk friend”

“Usia adalah satu hal yang paling penting peranannya dalam menjalin untaian-untaian cerita hidup sehingga menjadi bait-bait sejarah hidup yang terindah. Ia juga menjadi alat penyatu puing-puing cerita hidup menjadi bangunan kehidupan yang terjalin dengan kebersamaan yang mesra, cinta yang indah, serta kasih sayang yang penuh rindu. Karena usia juga, kita dapat bertemu dari dua makhluk yang tidak saling mengenal menjadi sahabat yang dapat merasakan kekurangan serta kerinduan pada saat berpisah. Namun usia juga merupakan sebuah misteri yang didalamnya tersimpan jutaan rahasia masa depan yang tak seorangpun bisa mengetahuinya. Namun dibalik semua itu, usia juga bisa menjadi satu hal yang dapat menjadikan kita orang yang paling hina, nista, serta tersiksa di neraka jika kita tidak menempatkan fungsi usia itu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pencipta usia itu sendiri. Jadikanlah usia itu alat untuk kebahagiaan abadi nan syahdu penuh rindu dengan terus meningkatkan taqwa dan ibadah kepada Allah SWT dan berdoa agar apa yang kita inginkan tercapai sehingga dengan usia yang panjang itu membuat kita semua tertawa sebagai hasil dari senyum yang selalu ditebar dan menyebar syahdu di ruang rindu. Tetaplah menjadi sahabat yang selalu ada disaat sama”

Note: itu sms terpanjang yang pernah saya terima dalam hidup saya.

“Happy Birthday ya. Moga panjang umur, sehat selalu, dan murah jodohnya”

“…….Happy Birthday Udin….!!! Happy Birthday Udin…!!! Happiiii Birtdaaaaay tu diNNiiieee…!!!happy Birthday to you… met milat ye mudah-mudahan umurnya tambah berkah dan makin SHOLEHAH… Amiiiin!!!”

“Met ultah, moga panjang umur, cepat dapat cowo, banyak rejeki, bisa jamin aku nonton. Amien. Semoga di tahun ini banyak pelajaran yang berarti dan bermanfaat”

“Troubles, as light as air::Luv, as deep as the ocean::Friends, as solid as diamonds:: Success, as bright as gold::These are my wishes for you, today and everyday. Happy Birthday”

“Dini Haiti Sweety Baby… Kata kalender hari ini umur you bertambah 1 tahun ya… kalo gitu met ultah ya… wah udah kepala 2 nich. Kira-kira udah nyiapin plan belom buat kedepannya… kalo udah, aku Cuma bisa doakan mudah-mudahan semuanya bisa terlaksana dengan sukses dan lancer, sukses juga buat karir, rejekidan jodoh ya, AMINN…!”

“Happy Birthday panjang umor hehe sukses for your life. I hope kamu tambah dewasa menghadapi hidup yang semakin banyak tantangan. Ceileee… lilinnye udah bebek”

“Dini met ultah ya… Semoga dapat pacar lagi dan langgeng…”

“Happy B’day sist for your 20th. Tetap sehat, selalu sukses, tambah dewasa. Abang tak ada yang mo diberikan neh slaen doa. Tetap sabar dalam jalani hidup”

”Met ultah ye din! Semoga panjang umur, murah rezeki, makin tambah cantik, makin tambah alim, makin berkarir, dan jadi ibu guru yang baik hati!”

”Met ultah sayang... panjang umur, banyak rejeki, berbakti ma ortu, dan dirahmati Allah SWT”

”Always win. If life is a journey, i wish you’ll always walk on roses... may your birthday bring peace, joy, happiness, prosperity, good health to you and your family. Luph you”

“Met ulang taon ye, semoga selalu dalam ridho, hidayah Allah, dan semoga akan mendapatkan yang terbaik. Amien”

Nah, itu ucapan yang sempat terekam dalam memori handphone. Mereka semua sungguh special. As I realize, God must have given them such great memory because they remember my special day, today! Being their friend, I get peace. They remember my birthday is a bliss. So, for you friends who remember my birthday and giving your time and credit to greet me sincerely from heart, I do THANK YOU SO MUCH.

Untuk semua yang hari ini mengucapkan beragam doa dan harapan berbeda untuk saya, terima kasih. Sebagian menagih makan-makan, yang menurut saya adalah bumbu dari ucapan ulang tahun *haruskah ulang tahun diidentikkan dengan makan-makan? Pyuwh, harus sampai kapan?*. Lebih banyak yang benar-benar sekedar mengucapkan saja, ikhlas mendoakan dan mengharapkan yang terbaik pula untuk bersama. Intinya, mereka semua mengharap dan mendoakan saya untuk jadi seorang yang lebih baik, seperti harapan saya tahun ini, hanya satu: BE A BETTER WOMAN!

Well, untuk menjadi seorang yang lebih baik bukanlah sesuatu yang gampang untuk benar-benar diwujudkan. Namun, saya akan berusaha. Setidaknya, saya hari ini telah introspeksi bahwa sepanjang tahun ini, ada cukup banyak kesalahan bodoh yang dulu pernah saya biarkan berlarut-larut dan mengabaikan perhatian orang-orang yang saya sayangi. Tentu saja, tidak akan ada kebodohan semacam itu lagi *semoga, dan saya berjanji tidak akan ada* di tahun ke 20 saya melangkahkan kaki menjejak karir untuk membuatnya menjadi lebih berarti bagi orang lain –semuanya, dampak yang akan menyebar untuk kepentingan ukhrawi pula-.

Tidak banyak harapan, sekali lagi. Hanya satu: Menjadi Wanita *sudahkah saya wanita?* yang lebih baik. Semoga tahun depan saya adalah wanita berusia 21 tahun yang lebih baik daripada 20 tahun hari ini.

Thursday, 4 April 2013

Me + English

Sekedar bernostalgia, bahwa dulu ternyata saya pernah diwawancarai sama Kang Asep Haryono sang juragan panci. 

KGRE Champion, via KGRE Pontianak

Yaudah, yuk mari lihat seperti apa isi dari wawancara yang saya sendiri sudah lupa kapan, di mana, dan bagaimana bisa terjadi hihihi. Kalo dibaca lagi sih, wawancara ini terjadi ketika saya masih aktif siaran di Radio Volare, saat saya masih menjadi pengurus ESA FKIP Untan bidang English Learning Center, masih aktif mengajar di beberapa lembaga kursus dan privat, masih sok sibuuuk beraktivitas pagi kuliah siang siaran sore sampai malam mengajar *halah*, waktu masih narsis *duh x_x*, dan yang jelas, masih single :p. 

Kalo dikira-kira, sepertinya wawancara tersebut terjadi pada tahun 2007. Check this out..

Wednesday, 19 March 2008

Saya yang baru

DINI HAITI ZULFANY

Adalah nama lengkap saya. Dini artinya ‘Agamaku’. Haiti saya artikan sebagai ’Hidupku’ karena saya anggap berasal dari kata ’hayati’. Memang banyak teman-teman yang heran saat tau nama tengah saya ’Haiti’. Seperti nama negara miskin di belahan Eropa sana. Lalu, Zulfany berarti ’Kedudukanku’. Kalau dirangkai, maka menjadi ”Agamaku Hidupku Kedudukanku”. Bapak saya lantas memaknainya sebagai ”Agamaku yang Cemerlang”. Subhanallah. Itu adalah sebuah harapan mulia dari kedua orang tua saya agar anaknya bisa mengaplikasikan makna nama tersebut dengan cara menjadi muslimah yang membanggakan bagi keluarga, bangsa, dan tentu saja agama Islam tercinta. Insya Allah.


Saya senang sekali angka 22. Bukan saja karena angka tersebut ban
yak sekali muncul dalam memori indah di kehidupan saya, tapi lebih karena pada tanggal itulah saya terlahir ke dunia. Terlahir pada hari Rabu, 22 Juli 1987 seorang anak perempuan yang langsung diadzankan oleh Bapak. Betapa bahagianya saya sekarang karena lahir dalam keluarga yang menganut agama yang benar, agama yang diridhai Allah SWT. Meskipun hingga usia 20, belum juga saya kaffah menjalani agama ini, namun telah sejak lama saya bertekad untuk terus memahami Islam dengan baik. Orang tua saya pun sangat ingin saya menjadi anak perempuan baik-baik. Baik dari segi akhlak, agama, tingkah laku, semuanya.

Namun, sepertinya harapan itu belum juga terwujud hingga saat ini. Saya masih penuh cela. Yeah, namanya juga usaha. Saat ini saya sedang dalam proses ’perbaikan diri’. Sempurna, tentu saja tidak mungkin bisa. Anyway, usaha orang tua saya luar biasa juga. Sejak SD, saya disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Teladan (MINT) Bawamai. Meskipun sebelumnya saya tidak dijadikan siswa Taman Kanak-Kanak Islam, tapi tidak membuat orang tua saya lantas ’latah’ memilihkan sekolah tingkat lanjutan yang tidak berlatar belakang Islam. Ya, sebenarnya saya tidak dipilihkan. Saya pilih sendiri untuk melanjutkan SMP ke Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pontianak, untuk kemudian sekolah lagi di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak. Wah, Madrasah semua ya dari SD... Seharusnya saya sudah jadi hafidzah Al Quran nih sekarang. Tapi apa daya. Sampai sekarang belum hafidzah atau ustadzah juga. Masih Dini yang biasa.


Jelang kelulusan, saya sudah tidak sabar untuk menjadi mahasiswi FKIP. Keinginan untuk memilih UNTAN FKIP Inggris sudah muncul sejak saya kelas 3 SMP. Sesuai dengan cita-cita saya sejak kelas 3 SMP hingga sekarang, yaitu menjadi Dosen Bahasa Inggris, maka mendaftarlah saya di UNTAN, memilih jurusan yang saya inginkan. Subhanallah. Betapa rekayasa Allah begitu indah. Semuanya dilancarkanNya. Lewat kampus ini pulalah Allah tunjukkan dan bukakan jalan untuk saya agar mengenal TARBIYAH. Lewat FKIP pula saya diperkenalkan dengan ikhwah yang luar biasa hanif. Mereka semua mencintai Allah. Pakaiannya sopan-sopan. Ibadahnya membuat saya semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas ibadah saya pula. Allah sungguh Maha Besar.


Oiya, sebelum masuk di kampus ini, setelah tamat SMP saya diminta untuk magang di Radio Volare. Makanya, setiap kali bertemu teman lama, pertanyaannya selalu sama: “Dini, masih siaran di Volare?”.
Jawaban yang sama pula selalu saya berikan: “Alhamdulillah, masih hobi siaran hehe”. Pertama bergabung di Volare ketika saya lulus MTsN 1 Pontianak, tahun 2001. Sampai sekarang, 2008 Alhamdulillah, masih tercatat sebagai salah satu penyiar. Sejak saya hijrah ke tarbiyah dan berusaha menanamkan niat untuk istiqamah di jalan dakwah, saya berjanji pada diri saya sendiri agar sembari siaran, saya bisa juga berdakwah dengan style yang sesuai ‘format Volare’. Toh dakwah tidak harus di Radio Mujahidin saja kan? J

Hingga jari jemari ini mengetik, Alhamdulillah saya masih tercatat sebagai Tentor Bahasa Inggris di SIS (Solusi Interaktif SSC). Amanah lainnya, sejak Agustus 2006, dipercaya pula oleh MAN 2 tercinta untuk mengajar Bahasa Inggris sebagai di bimbingan belajar MAN 2 untuk kelas XI. Di MAN 2 pula, saya sebagai alumni merasa beruntung bisa menjadi salah satu pihak yang terlibat untuk ekstrakurikuler. Lebih dari setahun menjadi English Study Club’s Instructor untuk MAN 2, membuat saya semakin mencintai sekolah itu. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu kuliah dengan sekedar kupu-kupu alias kuliah pulang kuliah pulang, maka saya pun menjadi salah satu pengurus English Student Association, tepatnya di divisi English Learning Center (ELC) yang menangani program-program yang berhubungan dengan akademik. Target saya ke depan, ESA harus menjadi sebuah lembaga ammah yang pengurusnya adalah kader-kader dakwah sehingga tidak susah lagi mencari SDM di ESA yang ikhwah, terutama yang ikhwan. Semoga Allah meridhoi.

Dosen saya di kampus, Bapak Ikhsanuddin menganggap saya layak untuk bergabung dengan UPT Bahasa Universitas Muhammadiyah atau dikenal dengan nama MU-CeLL. Subhanallah, teman-teman di MU-CeLL pun ternyata ikhwah juga. Allah percayakan posisi Manager of Administration and Finance di sana. Mudah-mudahan tidak membuat saya lupa dengan kewajiban-kewajiban saya, dan semoga Allah jauhkan saya dari sifat sombong dan tinggi hati.

Maka, dengan amanah-amanah tersebut, terangkailah aktivitas saya seakan tanpa jeda. Aktivitas utama saya di bidang akademik tetaplah kuliah, menjadi mahasiswa Prodi Bahasa Inggris semester 6. Kuliah, mengajar, siaran, ikut syuro’, dan tak lupa liqo’. Kurang lebih itulah aktivitas harian saya. Dalam masing-masing aktivitas tersebut, saya dititipi amanah dakwah oleh Allah. Sebuah amanah paling penting yang akan dipertanggungjawabkan semua umat di akhirat kelak. Wallahualam.

Friday, 21 December 2012

Manusia Nyata di Dunia Maya

Barusan saya dikirimi inbox sama salah seorang sahabat saya, Renna Mardita. Intinya, dia mengadu karena setiap kali buka facebook, yang nongol di newsfeed adalah update dari saya melulu, dan lantas bertanya-tanya whether or not saya galau. Dan ngakak lah saya membalas pesan Renna :p

Emang sesering apa sih saya bikin update di facebook? Ya udah liat sendiri aja di halaman facebook saya yes ;)

Kalau diperhatikan dengan seksama, yang paling banyak saya share di facebook adalah: link blog, link blog, link blog, link blog, foto, dan status. 

Manusia nyata di dunia maya

Thursday, 23 February 2012

Saya dan Radio Volare

Waktu masih langsing :p

Jelang 39 tahun usia Radio Volare, saya jadi pengen nostalgila dikit aaah tentang bagaimana saya bisa bergabung di Radio terdepan di Kota Pontianak ini. Di awal-awal siaran dulu, cukup sering saya 'dituduh' bisa masuk dalam daftar jajaran penyiar Radio Volare atas bantuan Bapak saya. Tuduhan macam apaaa itu. Yang benar adalah, kedua orang tua saya mendukung keberadaan saya sebagai penyiar Radio Volare. 

Sebetulnya cerita tentang bagaimana saya bisa menjadi bagian dari Radio Volare sudah pernah saya kisahkan sekilas di tulisan ini: thekupu and 10 facts about her. Tapi itu kan cuman sekilas. Sekarang saya ceritakan lebih detail, sedetail yang saya ingat.

Tahun 2002, Radio Volare punya program yang namanya Volare Hotline Service (sempat berganti nama jadi Jukebox, kemudian sekarang berubah nama menjadi Cakrawala). Bulan Juni, dibuatlah sebuah inovasi untuk program Hotline Service. Tadinya, program ini hanya melayani kirim-kirim salam dan request lagu via telpon. Nah, bulan Juni itu, Ibu Program Director Radio Volare yang tercinta, Dewi Utami (lebih dikenal dengan panggilan Mba Temi) merancang acara Hotline Service menjadi ajang kompetisi buat pendengarnya. Kompetisi bagaimana?

Jadi mulai bulan Juni 2002, di Volare Hotline Service, pendengar tidak sekedar kirim-kirim salam atau request lagu, tapi juga bersiaran layaknya seorang penyiar. Prosedurnya, pendengar menelpon ke studio ketika off air, kemudian operator menyiapkan lagu yang akan diputar. Kalau sudah siap, operator memberikan aba-aba untuk mulai, dan action! Bergayalah pendengar seperti penyiar yang sedang siaran, tapi via telepon. Tiap minggunya dipilih satu orang presenter terbaik hotline service. Yang menang dapat hadiah dari Radio Volare + on air dengan penyiar Volare di acara Canda Khatulistiwa (sempat berubah nama menjadi Afternoon Tea, sekarang nama programnya Soda Gembira).

Di minggu pertama, saya coba-coba ikutan telpon. Tapi saya tidak menang. Tidak menyerah dong. Jadinya saya coba lagi di minggu kedua. Waktu itu lagi rame-ramenya Piala Dunia. Jadi saya kasi informasi tentang sepakbola. Sungguh tiada dinyana, saya menaaaang huahaha. Pas pertama kali siaran, rasanya senangn minta ampun dah. Kemudian di minggu ketiga, keempat dan minggu kelima, saya coba lagi. Dan alhamdulillah menang lagi. 

Di minggu kelima itulah, bulan Juli 2002, saya ditawari untuk magang di Volare sama Mbak Temi. Saya terima dengan senang hati dong tawaran tersebut. Sekitar 2 bulanan saya magang, dan sempat disuruh melamar jadi penyiar. Tapi waktu itu belum dikasi izin sama orang tua. Juli 2002 itu saya baru khatam SMP,  baru selesai ujian nasional, dan masih berusia 14 tahun. Masih terlalu dini untuk siaran di Radio dewasa *ambigu banget deh ini hihihi*. Akhirnya saya ditawarkan untuk melamar sebagai scriptwriter aja. Maka, mulai bulan September 2001 saya resmi menjadi scriptwriter Volare.

Sekitar 2 tahunan kerja di Volare, membuatkan naskah siaran untuk para penyiar, mendengarkan penyiar favorit bersiaran, keinginan saya untuk menjadi penyiar semakin membuncah. Pas pula saat itu salah satu stasiun Radio swasta lain buka lawongan penyiar buat anak SMU. Saya sempat punya niat untuk melamar di sana. Konsultasi sana-sini tanya-tanya teman di kelas. Ada yang setuju, ada juga yang tidak. Akhirnya saya shalat istikharah, dan hasilnya adalah saya tidak melamar ke sana. Ketetapan Allah pasti yang terbaik untuk saya. 

Hingga di suatu sore di ruang kantor Radio Volare, saya bicarakan keinginan saya untuk jadi penyiar dengan Assistant Program Director, Mba Hesty Indriyani. Mba Hesty kemudian melanjutkan obrolan kami tadi ke Ibu Manager, Hj. Ade Pratiwi. Saya pun lantas diminta untuk bikin contoh rekaman siaran. Setelah 2 kali rekaman, akhirnya tanggal 11 Maret 2004, Untuk pertama kalinya saya resmi bersiaran dengan status: PENYIAR. Senang tak terkira.

Selama menjadi bagian dari Radio Volare, saya lebih banyak merasakan suka daripada duka. Sukanya, bisa ketemu sama orang-orang ngetop, belajar dari mereka, mengambil sisi positif yang mereka punya dan foto-foto tentunya *teteup :p*. Selain itu, menjadi scriptwriter dan penyiar juga berarti memperkaya wawasan, membacakan informasi untuk Bujang Dare, bahkan juga menerapkan sedikit ilmu yang saya miliki di beberapa program acara. 

Menjadi penyiar membuat saya dikenal cukup banyak orang, walaupun hanya lewat suara. Menjadi penyiar memperluas jaringan pertemanan, sekaligus amat sangat mempermudah saya mendapatkan rezeki di lahan lain. Sebagai contoh, ketika Poltekkes Gizi Pontianak sedang membutuhkan seorang dosen untuk mata kuliah Bahasa Inggris, seorang teman langsung merekomendasikan saya *yang waktu itu masih mahasiswa semester akhir FKIP Bahasa Inggris* untuk menempati posisi tersebut. Bukan sekedar sebagai Dini Haiti Zulfany yang anak Bahasa Inggris, tapi sebagai Dini yang penyiar Volare, yang membawakan program English Teletalk. Alhamdulillah :D

Dukanya, hampir tidak ada. Lebih tepatnya, segala duka yang terjadi selama di sana tidak saya ambil hati dan tidak saya kenang. Paling-paling kebasahan keguyur hujan waktu di jalanan saat akan berangkat siaran. Salah siapa tak bawa mantel. Sebagai penyiar yang waktu itu berseragam SMU, dan juga penyiar sembari kuliah dan mengajar, belum pernah sekalipun saya sampai bolos sekolah atau bolos kuliah. Begitu pun dengan mengajar. Rasa-rasanya tidak pernah saya sengaja tidak mengajar demi siaran. Sebisa mungkin saya rikwes jadwal siaran yang tidak bentrok dengan jadwal kuliah dan jadwal mengajar saya.

Setelah menikah, saya berdomisili di Sekadau, tak bisa lagi sering-sering siaran. Sesekali kalau pulang ke Pontianak, saya 'ngerampok' jadwal siaran Neng Riedha atau Mbak Temi. Kadangkala kangen siaran juga looh. Makanya saya tidak mau mengundurkan diri dari Radio Volare. Saya ingin tetap menjadi bagian dari Radio Volare sampai saya tak pantas lagi bersiaran. Syukurlah Mbak Temi membolehkan. Masih boleh kan yaa mbak kalau nanti jadwalnya dirampok lagi ^.^v

Mau intip profil saya di web Radio Volare? Alhamdulillaah, masih dipajang looh ahaha. Monggo diklik. Silakeun mampir sekaligus mengenal Radio Volare lewat webnya. Bisa simak siarannya via streaming juga. 

Let's have fun with music, let's get smart with information.

Wednesday, 14 March 2012

From wedonotgoblog to dhzblog



Alkisah, seorang teman (sebut saja Juri Saragih, nama sebenarnya) bertanya pada saya: ".... Kapan lah nih wedonotgoblog jadi dotkom?". Haseeek. 

Keinginan untuk mendotkomkan blog ini sebetulnya sudah lama sekali muncul. Waktu keinginan tersebut muncul, saya masih merasa belum perlu untuk menghilangkan blogspot.com dari belakang wedonotgoblog. Yaah, soalnya waktu itu juga saya tak terlalu rajin menulis. Paling tidak, belum terlalu betah membuat tulisan seperti sekarang. Maka, ketika Juri bertanya seperti itu, muncul lagi deh keinginan beli domain.

Alhamdulillah saya dikaruniai jodoh yang betah belikan domain, mendesigkan blog, mere-editkan design kalau saya tak puas dengan hasilnya, memberi masukan warna-warna yang cocok *walaupun ujung-ujungnya teteup terserah saya*, dan semua yang seharusnya menjadi kerepotan, tapi bagi suami saya adalah sebuah kesenangan karena dilakukan untuk istri semata wayangnya tercinta *uhuk, jadi lost focus deh*.

Dengan suami yang betah saya 'repotkan' itulah lantas saya memberanikan diri untuk mendotkomkan wedonotgoblog.blogspot.com menjadi www.dhzblog.com. Why should be dhzblog? Why not wedonotgoblog? Atau kenapa tak thekupu.com saja? Alasan utamanya sebetulnya sih sederhana saja. Karena dhz adalah inisial nama asli saya: Dini Haiti Zulfany.

Saya sempat galau juga sih ketika akan menentukan url (uniform resource locator) untuk blog ini. Mau pake thekupu.com kah, atau wedonotgoblog.com kah, atau apakah? Terlintas ingin pake url thekupu, tapi suami saya kurang setuju. Selain itu, saya juga membayangkan kalau nanti ketika mengajar saya mau promo blog saya ke mahasiswa *jenis mengkhayal yang tidaktidak ya ini*, trus saya bilang thekupudotkom atau wedonotgoblogdotkom belum tentu pada ngeh kan? Sepertinya lebih ngeh kalau saya bilang: dhzblogdotkom.

But anyway apapun motif saya mengganti wedonotgoblog to dhzblog, intinya paling tidak sampai dengan setahun ke depan, blog saya udah ga pake dotblogspot lagi dah ahihi. Dan juga, sebagaimana yang menjadi harapan adik saya tercinta, Isma Resti Pratiwi, semoga blog ini bisa semakin banyak menebarkan kebaikan untuk teman-teman :)


Atas diluncurkannya www.dhzblog.com ini, saya menghaturkan banyak terima kasih kepada suami saya tercinta Abang Priana Ashri yang sejak awal bulan lalu saya grecokin dengan rikwesan-rikwesan design. Kepada kak Dini Wahyuningsih yang telah perinspirasi *sengaja typo sesuai twit aslinya* dan disemangati oleh seorang diniehz. Kepada kang Asep Haryono yang setiap hari nyaris selalu menjadi pemberi komen terdepan. Dan tentu saja kepada Juri Maruli Saragih yang bertanyatanya dan membuat saya akhirnya mendotkomkan blog ini.

Rajin-rajin mampir kemari yaa teman-teman :D

Thursday, 27 June 2013

A Longing to KEy

It's really been a looong time I didn't write here. Plus didn't see almost all of KEy members in our routine program. I do really miss KEy so much! Plus the members, yes of course ;p


Well it's even now harder for me to find time to come to KEy program, which now held twice a week. The time I have apparantly doesn't that busy as you thought guys. But the distance I make, uh huh, really far away. Just fyi, I will need 7-8 hours trip if I want to come to KEy program xD *Yes, dini, all KEy members know it, unless those who don't know yet*

Wednesday, 14 September 2011

Now, or Never

Betapa drastisnya degradasi kualitas dan kuantitas menulis saya. Aje gileee. Saya sudah aktif ngeblog sejak saya SMA dengan url belomcukupumur *yang sekarang sudah saya hapus hehe*. Tenang, itu isinya tulisan-tulisan biasa kok. Sedikit pun tidak mengandung unsur berbahaya bagi anak di bawah usia. Asal muasal url itu adalah ketika salah seorang rekan senior di Radio Volare seringkali 'menjahili' saya dengan berkata: Ah, Dini belom cukup umur buat tau. Huahaha, sounds ngeri ya :p Anyway, waktu itu usia saya memang terhitung masih belia. Baru tamat SMP. Boleh deh dibilang belom cukup umur sama rekan senior bernama Aris Munandar itu :D

Nah, itulah asal muasal url blog lama tersebut. Beberapa tahun kemudian, saya buat blog ini dengan konten yang acakadul seperti sekarang. Tidak ada tema khusus dalam blog ini sebagaimana blog beberapa rekan lain. Ada yang khusus tentang masak, resep, IT, lifestyle, ah keren sekali. Blog saya, sejak awal kemunculannya memang ditujukan sebagai tempat mencurahkan ide dan rasa, menjadi tempat menguapnya emosi-emosi seorang Dini Haiti Zulfany. Meskipun saat ini, seperti yang diawal saya paparkan, kualitas dan kuantitas menulis saya jauuuuh menurun.

Lihat saja, di tahun 2007, ada 124 tulisan yang dengan pedenya saya publish. Meningkat sebanyak 9 postingan di 2008 menjadi 133 postingan. Di 2009, saat itu sepertinya saya mulai *sok* sibuk kuliah ya ahihihi, sehingga postingan menurun sebanyak 20 tulisan, sisa 113 postingan. Naaah, yang lebih *sok* sibuk itu di tahun 2010 dan tahun ini :(((( Parah benerrr, digabungkan pun hanya terkumpul 40 tulisan. 41 sama yang sekarang sedang saya ketik, huwaaaa drastis sekaleee.

Sungguh memalukan. Saya yang dulu semangat banget memprovokasi oranglain untuk rajin menulis di blog masing-masing, sekarang malah hilang dari peredaran dunia blog. Yang kayak gini pengen ikutan pesta blogger atau ikut kopdar komunitas blogger? Waduh, udah minder tingkat dewa deh saya sekarang. Maka dari itu, teman-teman sekalian. Demi mengembalikan produktivitas menulis saya, sekaligus mengembalikan fungsi blog ini sesuai fitrah, saya bertekad untuk akan rajin ngeblog lagi di masa yang akan datang. Duh, kayak lagi kampanye deh ya :p

Yoih mamen. Blogging, now or never. Now is the best time to have my wonderful blogging moment. Even with a bit different condition and atmosphere, I'll start writing something here, much or less, yang penting nulisss, yiiihaaa. Welcome back, Dinie :)

Tuesday, 28 February 2012

Design kupukupu suamiku

Ketertarikan saya dengan kupukupu tidak sekedar mengacu ke foto kupukupu atau filosofi kupukupu itu sendiri. Dengan design gambar kupukupu pun saya sukaaa beud. Sejak tahun 2007, saya sudah mengoleksi design  kupukupu karya beberapa orang teman looh. Sebagian saya request dengan cara halus, lebih banyak saya paksa :p 

Sebagian koleksi bisa dilihat di album peternakan kupukupu di facebook saya. Di album yang di multiply juga ada sih hehe. ^.^v

And now, saya bersyukur dianugerahi oleh Allah suami yang bisa design. Ketika saya lagi pengen design kupukupu baru, tinggal request minta dibuatkan deh sama suami. Walaupun terkadang harus menunggu, tapi toh akhirnya jadi juga. Ini diaaa beberapa hasil design kupukupu karya suami saya:



Mirip deskripsi di header blog ini ya.. 


diniehz: lovely princess *kata suami saya siiih* :p 


Yang ini kalo dibuatkan pin trus ditaroh di tas ransel bagus kali ya.. 


...in the garden of butterfly ^^ 


dini haiti zulfany. dhz-nya terselip di antara sayap kupukupu :D 


dhz library, sudah saya dibuatkan stempelnya untuk kemudian dicapkan ke koleksi buku yang kami punya.

Nah, ada yang bersedia menambahi koleksi di peternakan kupupu saya? Langsung kirim ke e-mail saya ya, dini@volarefm.com :)

Friday, 22 February 2013

Dokumen yang Perlu Disiapkan Sebelum Umroh

Travel Note cerita selama di Madinah dan Mekkah dipending dulu boleh ya manteman. Saya ingin berbagi informasi ini ke teman-teman yang bercita-cita untuk pergi umroh. Walaupun masih belum tau kapan tepatnya Allah akan mengundang kita ke tanah suci, tapi bersiap-siap kan tak ada salahnya. Ya toh? 

Ka'bah, selalu dirindukan :')

Nah, selain persiapan fisik, mental, serta persiapan barang-barang bawaan, penting pula bagi kita yang akan menunaikan ibadah umroh untuk mempersiapkan beberapa dokumen agar proses selama di perjalanan nanti lancar dan tidak mengalami kendala. Dokumen apa saja yang perlu disiapkan sebelum umroh?


Tuesday, 16 April 2013

Laporan Keuangan KPK Peduli - April

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Sudah saatnya saya merilis laporan keuangan KPK Peduli nih untuk bulan April. Here it is:

LAPORAN KEUANGAN KPK PEDULI

No
Tanggal
Kredit
Debet
Saldo
Keterangan
1
26 Maret 2013
50.000

695.000
2
2 April 2013

500.000
190.000
3
3 April 2013
100.000

290.000
4
5 April 2013
70.000

360.000
KPK Troop
5
5 April 2013
100.000

460.000
Transfer Dinie
6
16 April 2013 

    5.000
455.000
Potongan Bank

Sekadau,   April 2013


Dini Haiti Zulfany, S.Pd
(Konon) Bendahara KPK

Laporan keuangan KPK bulan lalu, sudah saya post di blog ini juga yes :)